MOMSMONEY.ID - Belakangan harga sembako semakin melambung naik, tak terkecuali harga cabai rawit. Oleh karena itu, Moms bisa mencoba untuk menanam cabai rawit sendiri di rumah.
Barbara Gillette, master gardener dari Thespruce.com, memaparkan, tanaman ini tumbuh subur dalam kondisi panas dan kering, jadi siram secukupnya agar tanaman tetap hidup. Cabai rawit tumbuh subur hingga suhu sekitar 32ºC.
Saat cuaca panas, buka semua jendela dan pintu rumah kaca untuk memastikan aliran udara yang baik. Hal lain yang dapat dilakukan untuk menjaga tanaman tetap sehat adalah dengan memberi jarak yang cukup antar tanaman dan membuang daun-daun mati.
Baca Juga: 5 Manfaat Cabai untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Cara menanam cabai rawit agar tumbuh subur
Untuk menanam cabai rawit, pilih area yang mendapatkan sinar matahari sekitar 6 hingga 8 jam sehari. Perkaya tanah dengan kompos atau bahan organik lain yang kaya nitrogen.
Hindari lokasi yang sebelumnya digunakan untuk menanam tanaman lain seperti tomat, terong, atau jenis cabai lainnya. Tanam bibit dengan jarak 1 hingga 2 kaki atau sekitar 30-60 cm antar tanaman dalam barisan yang berjarak 60-90 cm.
Lepaskan daun semai dan tanam bibit ke dalam lubang tanam dengan kedalaman yang sama atau sedikit lebih dalam daripada posisi bibit di wadah sebelumnya. Jika menggunakan bedengan, bibit dapat ditanam dengan jarak 35-40 cm.
Tips merawat tanaman cabai rawit agar tidak layu
Untuk merawat tanaman cabai rawit, lakukan beberapa hal berikut:
1. Cahaya
Tanaman cabai rawit tumbuh subur di bawah sinar matahari yang terik dan membutuhkan paparan sinar matahari langsung setidaknya 6 jam sehari. Hindari menanam di dekat tanaman yang lebih tinggi yang dapat menghalangi sinar matahari.
2. Tanah
Tanaman cabai menyukai tanah yang subur dengan drainase baik serta memiliki tingkat keasaman (pH) 5,5 hingga 7,0. Campurkan kompos matang atau pupuk kandang ke dalam tanah sebelum menanam.
3. Penyiraman
Lakukan penyiraman secara menyeluruh hingga ke bagian dalam tanah setiap dua hingga tiga hari untuk menjaga kelembapan tanpa membuat tanah tergenang air. Saat buah masih muda dan berwarna hijau, berhati-hatilah agar tidak menyiram terlalu banyak.
Sistem irigasi tetes sangat ideal untuk menjaga tanaman cabai rawit tetap terhidrasi dengan baik.
Baca Juga: Tanaman Hias Bunga Ini Percantik Interior Rumah hingga Ruang Kantor
4. Suhu dan kelembapan
Tanaman cabai membutuhkan suhu yang stabil, yaitu 21–29 derajat Celsius pada siang hari dan 15,5-21 derajat Celsius pada malam hari. Suhu malam hari di luar kisaran tersebut dapat menurunkan hasil panen.
Tingkat kelembapan 50 hingga 60 persen sudah memadai, asalkan tanaman tetap mendapatkan cahaya yang intens dan tanah yang lembap.
5. Pemupukan
Berikan pupuk pada tanaman cabai rawit satu bulan setelah ditanam di lahan. Saat buah mulai muncul, berikan pupuk untuk kedua kalinya menggunakan produk yang mengandung kalsium.
Setelah tanaman tumbuh mapan, hindari penggunaan pupuk yang kaya nitrogen karena dapat menghambat produksi buah. Pupuk untuk tanaman tomat juga cocok digunakan untuk tanaman cabai.
6. Memanen tanaman cabai
Cabai rawit dapat dipanen baik saat masih hijau maupun setelah berwarna merah. Tunggu hingga cabai hijau mencapai ukuran maksimal sebelum memetiknya. Cabai hijau memiliki tingkat kepedasan yang lebih rendah dan cita rasa yang berbeda dibandingkan dengan cabai merah yang sudah matang sempurna.
Gunakan gunting tanaman untuk memetik cabai agar tangkainya tetap utuh. Cabai yang terlepas dari tangkainya akan lebih cepat rusak setelah dipetik. Cabai akan terus matang dengan sendirinya setelah dipanen.
Letakkan di ruangan yang hangat dan periksa setiap beberapa hari, buang cabai yang mungkin sudah tidak layak. Biasanya, cabai akan matang sepenuhnya dalam waktu sekitar dua minggu.
Baca Juga: 6 Tanaman Hias Unik yang Bikin Rumah Lebih Estetik yang Mirip seperti Galeri Seni
Cara menanam cabai rawit di dalam pot
Pilihlah pot berukuran 38 cm dengan sistem drainase yang baik. Isi pot dengan media tanam berkualitas yang dicampur dengan perlit, lumut gambut, atau sabut kelapa untuk menjaga kelembapan.
Buat lubang tanam di bagian tengah untuk bibit, lalu tanam bibit tersebut pada kedalaman yang sama atau sedikit lebih dalam daripada saat masih berada di wadah semai.
Padatkan tanah di sekitar akar agar tanaman dapat berdiri tegak. Siram dengan cukup dan letakkan pot di tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh setiap hari.
Tanaman dalam pot perlu disiram dua kali sehari. Periksa kelembapan tanah menggunakan alat pengukur kelembapan atau dengan menusukkan jari sedalam sekitar 5 cm.
Jangan biarkan tanah benar-benar kering, karena hal ini dapat menyebabkan tanaman cepat layu. Berikan pupuk organik cair setiap 4 hingga 6 minggu selama masa pertumbuhan yang dimulai sejak buah mulai terbentuk.
Moms akan memerlukan wadah semai atau pot-pot kecil serta media tanam khusus untuk menyemai benih. Penggunaan alas pemanas dan lampu tambahan dapat membantu proses perkecambahan serta pertumbuhan awal.
Isi wadah semai atau beberapa pot kecil dengan media tanam yang lembap dan memiliki drainase baik. Media tanam tanpa tanah merupakan pilihan yang tepat untuk menyemai cabai rawit.
Tanam biji sedalam 0,6 cm dan tutup dengan media tanam. Berikan banyak cahaya pada benih dan jaga suhu di kisaran 27-29 derajat Celsius. Gunakan alas pemanas dan lampu buatan atau letakkan benih di dekat jendela yang menghadap ke selatan dan tutup dengan sungkup plastik untuk meningkatkan kelembapan.
Jaga agar tanah tetap lembap tetapi tidak basah kuyup, siramlah saat permukaan tanah mulai kering. Benih akan berkecambah dalam waktu 7 hingga 21 hari, lepaskan penutup plastik setelah tunas muncul.
Setelah bibit memiliki akar yang kuat, pindahkan ke pot yang lebih besar dengan media tanam yang memiliki drainase baik. Saat suhu tanah mendekati 15,5 derajat Celsius, mulailah pengenalan bibit terhadap kondisi luar ruangan. Sekian cara menanam cabai rawit sendiri di rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News