MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut koreksi hari ketiga. Harga minyak yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi sehingga mengaburkan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Mengutip Bloomberg, Selasa (20/10), harga emas spot diperdagangkan turun 0,35% menjadi US$ 4.126,04 per troi ons pada pukul 16.16 WIB. Logam mulia kembali melemah setelah terpangkas 0,6% pada sesi Senin.
Penurunan harga emas terjadi di tengah harga minyak mentah berfluktuasi mendekati level tertinggi lima bulan. Pemicunya, Iran mengatakan tidak ada pilihan, yang menegaskan kendali atas Selat Hormuz. Sementara, anggota parlemen AS menolak kesepakatan ekspor diesel Presiden Donald Trump dengan Rusia.
Harga emas juga berada di bawah tekanan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS naik di sesi sebelumnya. Pemulihan saham teknologi mengurangi sebagian permintaan terhadap obligasi AS sebagai aset berlindung, sehingga mendorong yield lebih tinggi dan menekan harga emas.
Baca Juga: Harga Emas & Buyback Antam Hari Ini (20/10) Kompak Turun Rp 10.000 Cek Harga Terbaru
Para pedagang mencoba mengantisipasi langkah selanjutnya dari The Fed dalam upayanya untuk mengendalikan inflasi. Ketua Kevin Warsh dalam pidatonya pada Jumat lalu, tidak melakukan apa pun untuk menghilangkan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC minggu depan.
Hal itu memicu taruhan kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin kini menjadi di bawah 20% dari probabilitas 66% pada akhir bulan lalu.
Secara umum, harga emas bertahan di atas US$ 4.100 per troi ons sepanjang Oktober, terkonsolidasi setelah turun lebih dari 6% pada bulan sebelumnya, meskipun dollar AS dan yield US Treasury tinggi. Namun, logam mulia masih turun sekitar 20% sejak konflik AS-Iran meletus pada akhir Februari.
Para pedagang masih memperkirakan kemungkinan 90% untuk kenaikan suku bunga Fed hingga akhir tahun. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan bunga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News