MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global cenderung stabil setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh meredakan spekulasi kenaikan suku bunga pada Oktober.
Mengutip Bloomberg, Jumat (16/10), harga emas spot diperdagangkan hanya naik 0,23% menjadi US$ 4.181,22 per troi ons pada pukul 16.44 WIB. Kenaikan hari ini relatif tipis, setelah kemarin logam mulia naik 1,6%, yang terbesar dalam lebih dari dua minggu.
Warsh tidak mengatakan apa pun untuk menepis ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada Oktober, dan hanya memberi sedikit petunjuk kepada pasar sebelum masa senyap publikasi oleh bank sentral mulai Sabtu, jelang pertemuan FOMC akhir bulan ini.
Para pedagang menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin dari semula satu berbanding tiga menjadi hanya 15% setelah pidato Warsh. Kenaikan suku bunga dapat menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan bunga.
Baca Juga: Harga Emas Rebound Setelah Turun Tiga Hari, Pasar Cermati Sinyal Terakhir The Fed
Gerald Gan, kepala investasi di Reed Capital Partners, mengatakan, Warsh sengaja berupaya meredam ekspektasi suku bunga yang agresif di pasar dan mengembalikan stabilitas ke pasar obligasi pemerintah.
"Meskipun inflasi tetap menjadi perhatian dan pengetatan lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan, nada terbaru Warsh menunjukkan hanay sedikit urgensi untuk kenaikan suku bunga berturut-turut," kata Gerald mengutip Bloomberg, hari ini (16/10).
Logam mulia telah tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga sepanjang tahun. Harganya turun sekitar 20% sejak perang AS-Iran pecah pada akhir Februari, yang mengganggu pasar energi dan memicu inflasi. Hal itu mendorong bank sentral memperketat kebijakan moneter, dengan The Fed menaikkan suku bunga pada September.
Harga emas sempat melonjak pada Kamis ketika kekhawatiran mengenai booming investasi AI mendorong para pedagang mengalihkan investasi mereka dari saham teknologi. Hal itu memicu reli pada obligasi dan menurunkan imbal hasil, yang menguntungkan bagi emas batangan.
Emas sedikit berubah sepanjang minggu ini, menyusul rilis data inflasi AS bulan September pada Rabu, yang lebih tinggi dari perkiraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News