M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas Dunia Hampir Stagnan, Kala Data Ekonomi AS Tangguh

Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini hampir stagnan dan menuju penurunan mingguan.  Investor menimbang prospek pemotongan suku bunga Federal Reserves setelah data pekerjaan dan ritel AS yang tangguh, meredakan kekhawatiran tentang ekonomi.

Mengutip Bloomberg, Jumat (18/7) hingga pukul 12.49 WIB, harga emas spot diperdagangkan di level US$ 3.335,18 per troi ons. Emas bergulir turun tipis dari penutupan kemarin US$ 3.338,97 per troi ons.

Dengan pergerakan hampir stagnan hari ini, harga emas menuju penurunan sebesar 0,5% minggu ini. Penurunan ini terjadi setelah data yang menunjukkan pengajuan tunjangan pengangguran turun selama lima minggu beruntun, tingkat terendah sejak pertengahan April, dan penjualan ritel terus meningkat pada Juni.

Dilansir dari Bloomberg, hari ini, Presiden Federal Reserves Bank of San Francisco, Mary Daly, mengatakan wajar bagi para pembuat kebijakan untuk merencanakan dua kali pemotongan suku bunga pada tahun ini, menekankan bahwa bank sentral tidak boleh menunggu terlalu lama sebelum bertindak.

Tekanan juga semakin meningkat pada kepemimpinan bank sentral dari Presiden AS Donald Trump untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 Hari Ini 18 Juli 2025

Para pedagang akan mencermati hasil pertemuan para pejabat the Fed pada akhir bulan ini untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang arah kebijakan mereka. Emas biasanya dirugikan dalam kondisi suku bunag tinggi karena tidak memberikan bunga.

Meskipun momentumnya berkurang belakangan ini, emas telah naik lebih dari 25% tahun ini. Laju harga emas seiring ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang aset berdenominasi dollar, yang memicu pelarian ke aset safe haven.

Namun emas diperdagangkan di kisaran ketat selama beberapa bulan, sebab investor menunggu kejelasan mengenai perundingan AS dengan sejumlah mitra dagang, arah penurunan suku bunga dan dampak tarif terhadap ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kala Wanita Berusia 40-an Jatuh Cinta ke Pria Lebih Muda, Ini Cerita Tante Sonya

Serial Tante Sonya mengangkat kisah perempuan dewasa yang kembali membuka hati untuk pria lebih muda.

Tiket Final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dijual, Ini Harganya

Tiket final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dijual. Cek harga, jadwal laga, kategori tribun, dan syarat Garuda ID.

4 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Simak Peringatan Dini Cuaca Besok (3/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (3/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/10), Hujan Lebat Terjadi di 14 Provinsi Ini

BMKG memberi peringatan dini cuaca besok Sabtu 3 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.