M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas di Pasar Global Loyo, Menuju Penurunan 1,5% Minggu Ini

Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun tipis, dan berada di jalur penurunan mingguan. Harga emas bergulir tipis saat Gedung Putih mengumumkan tarif terhadap mitra akan mulai berlaku pada Jumat ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (1/8) pukul 14.42 WIB, harga emas spot diperdagangkan di level US$ 3.286,31 per troi ons. Harga emas sore ini turun tipis sekitar US$ 3, setelah kemarin ditutup naik 0,5%.

Meski begitu, seminggu ini, harga emas menuju penurunan sebesar 1,52%. Melansir Bloomberg, hari ini, Amerika Serikat akan mempertahankan tarif global minimal sebesar 10%, sementara impor dari negara-negara dengan surplus perdagangan dengan AS dikenakan bea masuk sebesar 15% atau lebih.

Reaksi pasar awal tidak terlalu besar, menunjukkan bahwa investor tidak terkejut dengan pengumuman tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Memantul Naik Setelah Merosot 1,6% Kemarin, Otot Dollar AS Mengendur

Agenda tarif Presiden AS Donald Trump dan kekhawatiran tentang perang dagang global, telah menjadi katalis utama harga emas melonjak sekitar 25% pada tahun ini. Konflik geopolitik turut memicu permintaan untuk aset safe haven.

Namun, emas telah diperdagangkan dalam kisaran yang ketat selama beberapa bulan terakhir, di tengah tanda-tanda bahwa investor semakin terbiasa dengan perkembangan perdagangan. Di sisi lain, dollar AS pada Juli ditutup menjadi bulan terbaik, sehingga menambah hambatan terhadap emas, karena harganya menggunakan USD.

Selain pembicaraan perdagangan, investor juga akan fokus pada angka ketenagakerjaan AS bulan Juli yang dirilis Jumat. Diperkirakan data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan melambat dan pengangguran meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.