M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Hanya 13% Perusahaan Siap Hadapi Serangan Siber AI, Ini Kata Fortinet

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Ancaman siber berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia melonjak drastis dalam setahun terakhir. Menurut survei IDC, 54% organisasi di Indonesia melaporkan mengalami serangan AI dalam 12 bulan terakhir, dan 36% di antaranya menyatakan insiden meningkat hingga tiga kali lipat.

Serangan yang dilaporkan tidak lagi hanya berupa phishing atau ransomware, tapi juga melibatkan deepfake dalam penipuan email bisnis, brute force berbasis AI, hingga eksploitasi kesalahan konfigurasi cloud.

Kondisi ini mengindikasikan pergeseran dari ancaman kasat mata ke serangan senyap yang sulit dideteksi. "Organisasi kini menghadapi lonjakan ancaman yang semakin senyap dan kompleks," ujar Simon Piff, Research Vice-President, IDC Asia-Pacific dalam siaran pers yang dikutip pada Kamis (12/6). 


Baca Juga: ChatGPT Makin Populer, Pendapatan OpenAI Tembus US$ 10 Miliar pada Juni 2025

Meski demikian, kesiapan organisasi menghadapi tren ini masih rendah. Hanya 13% responden merasa sangat percaya diri menghadapi serangan AI, dan bahkan 18% belum memiliki kemampuan deteksi sama sekali. Menurut Fortinet, hal ini menunjukkan kesenjangan besar antara ekskalasi ancaman dan kemampuan mitigasi.

“Ketika ancaman menjadi semakin terkoordinasi, Fortinet membantu organisasi tetap selangkah lebih maju lewat pendekatan platform terpadu yang menggabungkan visibilitas, otomasi, dan ketahanan,” jelas Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia.

Fortinet menilai bahwa kecepatan, kesederhanaan, dan strategi kini menjadi faktor penentu dalam perlindungan digital.

Dari sisi sumber daya, hanya 6% organisasi di Indonesia memiliki tim khusus keamanan siber. Meski 70% organisasi telah meningkatkan anggaran keamanan, mayoritas peningkatan masih di bawah 5%.

Investasi terbesar kini diarahkan ke keamanan identitas, jaringan, serta penerapan konsep Zero Trust dan SASE, namun aspek penting seperti pelatihan dan keamanan OT/IoT masih terabaikan.

Untuk menjawab tantangan ini, 96% organisasi kini mulai menggabungkan jaringan dan sistem keamanan mereka dalam satu platform.

"Kami melihat perubahan nyata dalam cara organisasi mengelola keamanan  dari fokus infrastruktur ke fokus strategis seperti ketahanan dan identitas,” kata Rashish Pandey, VP Marketing Fortinet Asia.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya tahan terhadap serangan siber berbasis AI.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.