M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Hampir Tembus 7.000 di Pembukaan, IHSG Justru Berpotensi Melemah Hari Ini

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka menguat dan hampir menyentuh 7.000 pada pembukaan Rabu (20/9).

Pada Rabu (20/9) pukul 09.00, IHSG menembus level 6.999 atau naik 19 poin dari penutupan sehari sebelumnya. 

IHSG ditutup menguat 0,64% ke level 6,980 pada Selasa (19/9). Adapun investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 389,4 miliar. 

Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 43,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 346, 3 miliar.

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat Hari Ini, Usai Tumbang di Awal Pekan  

Analis Samuel Sekuritas dalam risetnya Rabu (20/9) memproyeksikan, IHSG akan berpotensi melemah pada hari ini. Hal ini didorong dengan sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan regional.

Sekadar informasi, bursa AS ditutup turun pada Selasa (19/9). Adapun Dow Jones turun 0,31%, S&P 500 melemah 0,22%, dan Nasdaq turun 0, 23%. 

Kondisi pasar AS ini lantaran terseret sentimen negatif saat investor enggan mengambil aksi di pasar dan memilih untuk menantikan hasil dari rapat The Fed pekan ini. 

Sementara di waktu yang sama, Bursa Asia justru ditutup sideways. Tercatat, Nikkei posisinya tidak berubah, Hang seng naik sekitar 0,37%, dan Shanghai turun 0,03% ditambah Eido naik 0,66%. 

Baca Juga: Usai Ditutup Melemah Kemarin, IHSG Hari Ini Bergerak Naik

Untuk hari ini, Nikkei dibuka menguat 0,03% dan KOSPI melemah 0,15%. 

Dari regional, yang menjadi faktor pegerekan IHSG di antaranya soal pemegang saham BBNI yang menyetujui stock split 1:2.

Analis Samuel Sekuritas melihat, hasil dari stock split ini diharapkan bisa mendorong likuiditas saham BBNI.

Kemudian, dari sektor perbankan, OJK menerbiatkan aturan baru tentang ketentuan kebijakan pembagian dividen.

Hal ini dianggap dapat mengatur pembagian dividen bank yang bisa menurunkan DPS dan dividend yield bank ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Katalog Promo Burger Bangor September, Paket Combo Lezat Mulai 30 Ribuan

Manfaatkan promo Burger Bangor bulan September 2026 dan nikmati beragam pilihan bundling favorit Anda dengan harga super hemat.

Camilan Diet Enak! Ini 5 Manfaat Kacang Pistachio untuk Menurunkan Berat Badan

Manfaat kacang pistachio tak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga efektif mendukung program penurunan berat badan sebagai camilan bernutrisi.

Sebelum Tiba, Persiapkan 5 Hal Ini Jelang Musim Hujan biar Rumah Tidak Kebanjiran

Berikut ini beberapa cara untuk mencegah rumah kebanjiran air hujan meluap yang terjadi jelang musim hujan tiba.​

7 Makanan untuk Penderita DBD yang Ampuh Naikkan Trombosit dan Imunitas

Pemilihan makanan untuk penderita DBD yang tepat sangat penting untuk menaikkan kadar trombosit dan mempercepat pemulihan. Ini daftar makanannya.

Bukan Cuma Roll-On, Kenali Jenis-Jenis Deodoran dan Fungsinya di Sini

Dalam perkembangannya ada banyak jenis deodoran yang bisa dijadikan pilihan. Berikut beberapa jenis deodoran beserta fungsinya.

4 Zodiak Paling Dominan yang Terkenal Berani dan Berkarisma, Siapa Nomor 1?

Beberapa zodiak secara alami terlahir dengan aura kepemimpinan yang kuat. Berikut adalah 4 zodiak paling dominan dalam berbagai aspek kehidupan.

5 Manfaat Pakai Hand Cream, Losion Khusus untuk Perawatan Tangan

Banyak yang belum mengetahui bahwa hand cream punya beragam manfaat saat digunakan rutin, cari tahu di sini.

Cek Kesehatan untuk Pasien Gula Darah Tinggi: Hasil Tes Bantu Cegah Komplikasi

Hasil HbA1c tinggi sering tanpa gejala awal. Jangan lupa cek kesehatan untuk mencegah risiko komplikasi yang fatal.

4 Tanda Kulit Wajah Butuh Peeling, Kulit Terasa Kasar hingga Komedoan

Ada setidaknya 4 tanda kulit wajah butuh peeling. Wajib tahu, berikut penjelasannya yang tidak boleh Anda lewatkan.

Harga Laptop Diproyeksi Melonjak 40%: Efek Dominasi Pusat Data AI

Harga laptop mainstream diperkirakan melonjak hingga 40%. Cari tahu pemicu utama di balik lonjakan biaya komponen vital ini.​