MOMSMONEY.ID - Usaha kuliner rumahan tak cukup hanya mengandalkan rasa yang enak. Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) juga perlu memperhatikan keamanan pangan, kualitas bahan, dan nilai gizi agar produknya dipercaya konsumen.
Keamanan pangan perlu diperhatikan sejak pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan hingga penyajian. Selain menjaga kualitas produk, praktik ini juga menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro mengatakan, banyak usaha kuliner berawal dari dapur rumah sehingga pelaku UMK perlu mendapat dukungan untuk mengembangkan usahanya.
“Kami percaya banyak usaha kuliner berawal dari dapur rumah. Melalui Usaha Merdeka Legendary, Frisian Flag Indonesia ingin terus mendukung para pelaku UMK untuk mengembangkan usahanya melalui kreativitas, sekaligus memahami pentingnya keamanan pangan dan gizi,” ujar Andrew dalam siaran pers Minggu (18/10).
Baca Juga: Kompor Induksi atau Kompor Listrik? Ini Pilihan yang Lebih Pas untuk Dapur Rumah
Untuk mendukung hal tersebut, Frisian Flag Indonesia (FFI) berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) melalui kegiatan Sapa UMK.
Peserta mendapat pembekalan mengenai keamanan pangan, gizi, serta kreativitas dalam mengembangkan produk kuliner.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan demo kreasi kuliner bersama Chef Dimas yang melibatkan ratusan perwakilan pelaku UMK dan komunitas Natural Cooking Club (NCC).
Dekan FIKES Universitas Singaperbangsa Karawang Dr. Al Mukhlas Fikri mengatakan, kreativitas perlu diimbangi dengan perhatian terhadap keamanan dan nilai gizi agar usaha kuliner dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News