MOMSMONEY.ID - Yuk, cek tren kabinet dapur ini dulu sebelum renovasi supaya tidak salah pilih desain yang cantik tapi kurang nyaman dipakai setiap hari.
Renovasi dapur sering dimulai dari memilih kabinet yang dianggap paling modern dan estetik. Banyak orang fokus pada tampilan visual tanpa menyadari bahwa dapur adalah ruang kerja dengan aktivitas tinggi setiap hari.
Kesalahan memilih desain kabinet bisa membuat ruang terasa sempit, penyimpanan tidak maksimal, hingga penggunaan menjadi kurang nyaman dalam jangka panjang.
Melansir dari Real Simple, beberapa desainer profesional justru mengingatkan bahwa sejumlah model kabinet populer saat ini memiliki kelemahan fungsi.
“Di dapur, bentuk harus mengikuti fungsi agar tetap nyaman digunakan,” ujar Madelaine Mayer.
Berikut ini merangkum tren kabinet yang sedang ramai tetapi perlu dipertimbangkan ulang sebelum Anda memasangnya di rumah.
Baca Juga: Tren Warna Dapur Spearmint Jadi Pilihan Segar yang Bikin Area Dapur Lebih Hidup
Kabinet melengkung terlihat artistik tetapi ruang penyimpanan berkurang
Kabinet dengan sudut melengkung memang memberi kesan lembut, modern, dan berbeda dari dapur pada umumnya. Secara visual desain ini sering terlihat mahal dan unik sehingga banyak orang tertarik menggunakannya.
Namun dari sisi fungsi, bentuk melengkung membuat bagian dalam kabinet tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Area penyimpanan menjadi tidak efisien karena sudutnya tidak lurus.
Selain itu, pintu kabinet model ini biasanya membutuhkan ruang buka yang lebih luas di bagian depan dan samping. Pada dapur kecil atau rumah dengan layout terbatas, kondisi ini bisa mengganggu alur gerak saat memasak.
Dalam praktik desain profesional, kabinet garis lurus masih dianggap paling aman untuk menjaga kapasitas penyimpanan dan fleksibilitas penataan dapur.
Kabinet inset terlihat premium tetapi sensitif terhadap pemasangan
Model inset dikenal karena tampilannya sangat rapi. Pintu dan laci berada tepat di dalam bingkai sehingga permukaannya terlihat rata seperti furnitur custom.
Menurut Samantha Arak, desain ini membutuhkan tingkat presisi pemasangan yang sangat tinggi agar pintu dapat membuka dan menutup dengan mulus.
Masalahnya, pada banyak rumah terutama bangunan lama, struktur lantai atau dinding sering tidak sepenuhnya rata. Ketidaksempurnaan kecil saja bisa menyebabkan pintu kabinet bergesekan atau tidak sejajar.
Selain itu, kabinet inset umumnya memiliki harga produksi lebih tinggi dan ruang dalam sedikit lebih kecil dibanding model overlay.
Karena alasan tersebut, banyak desainer menyarankan model ini lebih cocok untuk ruang khusus dibanding dapur utama yang digunakan intens setiap hari.
Kabinet dengan ukiran dekoratif mudah membuat cepat bosan
Menambahkan ukiran bentuk bunga, siluet alam, atau ornamen artistik pada pintu kabinet memang bisa membuat dapur terasa personal. Desain seperti ini sering dipilih untuk menciptakan kesan unik dan berbeda.
Namun menurut Kate Daskalakis, detail permanen seperti ukiran pada kabinet justru berisiko membuat dapur cepat terasa ketinggalan tren.
Berbeda dengan cat dinding atau aksesori yang bisa diganti, kabinet adalah elemen jangka panjang. Ketika selera berubah, mengganti pintu kabinet berukir biasanya membutuhkan biaya besar.
Karena itu, banyak ahli desain menyarankan menjaga kabinet tetap sederhana lalu menambahkan karakter melalui elemen yang mudah diganti seperti lampu, warna, backsplash, atau dekorasi dapur.
Baca Juga: Dapur Putih Ditinggalkan? Ini Warna Netral yang Lebih Hangat dan Disukai Desainer
Pegangan pasak minimalis tidak selalu nyaman digunakan
Handle kecil berbentuk pasak atau pegangan tersembunyi sedang populer karena tampil minimalis dan bersih. Secara visual desain ini membuat dapur terlihat modern dan rapi.
Tetapi dari sisi ergonomi, pegangan kecil sering lebih sulit digenggam dibanding handle standar. Kondisi ini terasa terutama saat tangan basah, sedang membawa bahan makanan, atau membuka laci berat.
Dalam desain dapur profesional, kenyamanan genggaman menjadi faktor penting karena kabinet dibuka puluhan kali setiap hari.
Oleh sebab itu, banyak desainer tetap merekomendasikan handle yang mudah dipegang walau tampilannya lebih sederhana.
Kenapa fungsi kabinet harus lebih penting dari tren?
Dapur bukan hanya ruang dekorasi tetapi juga pusat aktivitas rumah. Kesalahan memilih kabinet bisa berdampak pada kenyamanan harian selama bertahun tahun.
Sebelum mengikuti tren, pertimbangkan beberapa faktor utama seperti kemudahan membuka pintu, kapasitas penyimpanan maksimal, ketahanan penggunaan jangka panjang, kemudahan membersihkan permukaan, serta fleksibilitas jika suatu saat ingin mengubah gaya interior.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip desain modern yang menempatkan kebutuhan penghuni sebagai prioritas utama dibanding sekadar estetika.
Tren kabinet dapur memang terus berubah dan sering menawarkan tampilan yang sangat menarik. Namun desain yang terlihat estetik belum tentu menjadi pilihan paling praktis untuk penggunaan sehari hari.
Dengan memahami kelemahan beberapa model populer seperti kabinet melengkung, inset, ukiran dekoratif, dan pegangan minimalis, Anda bisa membuat keputusan renovasi yang lebih cerdas.
Dapur yang ideal bukan hanya indah dilihat, tetapi juga nyaman digunakan, efisien, dan tetap relevan dalam jangka panjang.
Selanjutnya: Jadwal Buka Puasa Jakarta Hari Ini (19/2) dan Imsak Besok (20/2), Catat ya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News