MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026. Berikut proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Sekadar mengingatkan, IHSG pada Jumat lalu (19/6), tercatat menguat 0,08% ke level 6.177. Selama sepekan, indeks naik sampai 4,95%.
Menurut Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta, penguatan IHSG didukung sinyal teknikal. Indeks berhasil membentuk pola bullish doji star di atas MA20, mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Indikator Stochastic dan RSI juga masih bergerak positif, didukung peningkatan volume transaksi yang menunjukkan minat beli mulai kembali menguat.
IHSG memiliki area support di 6.058 dan 5.917, sementara area resistance berada pada 6.287 dan 6.516. Selama mampu bertahan di atas area support terdekat, peluang penguatan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.
Meski demikian, pelaku pasar masih perlu mencermati aksi jual investor asing yang tercatat membukukan nilai jual bersih atau net sell Rp 3,14 triliun pada perdagangan sebelumnya. Secara tahun berjalan, arus dana asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 79,63 triliun, sementara IHSG masih terkoreksi 28,56% year to date.
Sentimen domestik hari ini akan dipengaruhi implementasi efektif hasil rebalancing indeks FTSE Russell. Pasar memperkirakan adanya penyesuaian portofolio oleh investor institusi dan passive funds. Namun, dampak rebalancing diperkirakan relatif terbatas karena sebagian besar telah diantisipasi pelaku pasar dalam beberapa pekan terakhir.
Fokus utama investor pada pekan ini tertuju pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia. Berdasarkan laporan Global Market Accessibility Review terbaru, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow dari plus (+) menjadi minus (-) akibat isu transparansi kepemilikan saham (free float) dan indikasi perilaku perdagangan terkoordinasi.
Apabila MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market tanpa sinyal penurunan ke Frontier Market, maka respons pasar berpotensi cenderung netral karena skenario terburuk telah diantisipasi sebelumnya.
Jika terdapat sinyal positif terkait peluang pencabutan status freeze di masa mendatang, hal tersebut berpotensi menjadi katalis bagi kembalinya arus modal asing ke pasar domestik.
Dari eksternal, meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global. Berkurangnya risiko gangguan pasokan energi, khususnya terkait Selat Hormuz, membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global.
Rekomendasi saham
Meski ada peluang penguatan, Nafan menyarankan investor tetap bijak berinvestasi. Akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental solid, bervaluasi murah, dan saham yang menunjukkan arah pembalikan tren bisa jadi panduan investor. Jangan lupa, terapkan manajemen risiko dengan disiplin.
Berikut stock pick Mirae Sekuritas pagi ini:
1.BBCA – Accumulative Buy
Area akumulasi: 5.825 – 6.375
Target harga 1: 6.425
Target harga 2: 6.550
Target harga 3: 8.600
Support: 5.825 dan 5.525
Menurut Nafan, BBCA bisa menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari emiten dengan kualitas laba stabil dan likuiditas tinggi di tengah ketidakpastian market yang masih tinggi. BBCA tetap memimpin dalam hal struktur pendanaan yang efisien berkat ekosistem transaksi perbankan dan kekuatan bank digitalnya.
2. BMRI – Accumulative Buy
Area akumulasi: 4.170 – 4.370
Target harga 1: 4.460
Target harga 2: 4.570
Target harga 3: 6.050
Support: 4.170 dan 4.090
3. RAJA – Add
Area akumulasi: 3.610 – 3.970
Target harga 1: 4.080
Target harga 2: 4.580
Support: 3.610 dan 3.330
Sebagai informasi, emiten minyak dan gas RAJA berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5 sebagai upaya meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus memperluas basis investor. Adapun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) diadakan pada 23 Juni 2026, dengan jadwal nominal baru hasil stock split diperdagangkan pada 16 Juli 2026.
O, iya, rekomendasi ini disusun berdasarkan analisis teknikal dan sentimen pasar yang tersedia saat ini. Investor disarankan untuk tetap melakukan analisis tambahan serta menerapkan manajemen risiko sesuai profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News