M O M S M O N E Y I D
Santai

Bukan Soal Gaji, Ini Pemicu Utama Burnout Karyawan

Bukan Soal Gaji, Ini Pemicu Utama Burnout Karyawan
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Beban kerja yang menumpuk, tenggat waktu yang ketat, hingga arahan atasan yang berubah-ubah sebagai faktor yang menyebabkan karyawan mengalami burnout. Menariknya, persoalan gaji justru lebih jarang disebut sebagai penyebab kelelahan kerja tersebut.

Burnout di kalangan pekerja adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres di tempat kerja yang berlangsung lama dan tidak tertangani dengan baik. Kondisi ini bisa bikin orang kehilangan energi, motivasi, dan semangat dalam menjalankan pekerjaannya. World Health Organization (WHO) mengelompokkannya sebagai fenomena pekerjaan, bukan sebagai penyakit medis.

Payuung, platform layanan keuangan dan benefit karyawan dalam ekosistem Fast8 People Hub, melalui survei internal terhadap sekitar 40 peserta acara kesehatan mental, menunjukkan bahwa sebanyak 33% jawaban penyebab burnout berkaitan dengan beban kerja dan tekanan waktu. Lalu, 25% berhubungan dengan arahan serta manajemen perusahaan.

Adapun gaji hanya disebut dalam 2% jawaban responden sebagai faktor penyebab burnout.

Hasil survei itu menyoroti pentingnya peran perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, mengingat stres kerja yang berkepanjangan
akan berdampak pada produktivitas, motivasi, dan kesehatan karyawan dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Untuk Moms Bergelar Bos, Tingkat Engagement Employment Karyawan Sudah Oke Lo

CEO Payuung dan Fast8 People Hub, Afia Fitriati, mengatakan, perusahaan perlu lebih memperhatikan kesehatan mental karyawan dan menyediakan dukungan yang tidak terbatas pada kompensasi finansial. Ketika karyawan tidak memiliki ruang untuk mencari bantuan, produktivitasnya akan menurun dan pada akhirnya perusahaan juga terdampak.

"Selama ini, benefit karyawan masih sering kali dilihat dari sisi gaji dan tunjangan. Padahal cara mengelola tekanan pekerjaan, komunikasi dengan atasan, dan support system seputar karir, mental, dan finansial juga tidak kalah penting," ujar Afia dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Layanan konseling untuk karyawan

Untuk mendukung kesejahteraan karyawan, Payuung meluncurkan layanan konseling dan konsultasi profesional pada 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Layanan ini melengkapi fasilitas yang sebelumnya tersedia di ekosistem benefit karyawan Payuung, yakni perlindungan kesehatan dan dukungan finansial.

Melalui layanan tersebut, perusahaan dapat menyediakan akses konseling kesehatan mental, konsultasi pengelolaan keuangan, serta pengembangan karier bagi karyawan. Karyawan dapat memilih tenaga profesional sesuai kebutuhan dan menentukan jadwal sesi daring selama 30 menit hingga 150 menit. Payuung menyatakan layanan ini menjamin kerahasiaan sesi.

Baca Juga: Kulik Ekosistem Fitur Blu, Lebih Gampang Atur Keuangan Anak Muda dan Gaya Hidup

Menurut Afia, layanan tersebut diharapkan membantu perusahaan menyediakan fasilitas yang lebih sesuai dengan kebutuhan karyawan sekaligus membangun lingkungan kerja yang sehat.

"Melalui Payuung, kami ingin membantu lebih banyak perusahaan Indonesia menjadi green flag companies atau tempat kerja yang sehat bagi semua orang, baik pebisnis maupun karyawan, agar dapat tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Manfaat platform Payuung dirasakan oleh PT Krona Digital Agency. Menurut Zaky, perwakilan HR perusahaan tersebut, kemudahan pengelolaan benefit membantu perusahaan menyediakan fasilitas yang dapat dimanfaatkan karyawan.

"Prosesnya mudah dan praktis, sehingga karyawan bisa merasakan manfaatnya secara langsung dan perusahaan terbantu dalam mendukung kesejahteraan karyawan," kata Zaky.

Melalui layanan konseling dan konsultasi profesional, Payuung memperluas dukungan benefit karyawan yang mencakup aspek kesehatan mental, finansial, kesehatan fisik dan pengembangan diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/10), Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Lebat

Peringatan dini BMKG cuaca besok Rabu (28/10), Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di sebagian besar wilayah Jabodetabek berikut ini.

25 Provinsi Ini Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/10)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu (28/10) dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi ini.

Ide Usaha Tas Kulit yang Sudah Menjangkau Pasar Internasional

Kementerian UMKM mencatat tas kulit made in Indonesia sudah bisa tembus pasar mancanegara sekarang ini.

Ingin Makeup Glowing ala Korea? Kenali Cara Memilih Tint dan Cushion

Tampilan makeup ala Korea bisa menjadi inspirasi untuk riasan sehari-hari. Kenali cara memilih lip tint dan cushion.  

Hujan Ringan Guyur 19 Kabupaten/Kota Sumatera Barat Besok (28/10), Cek Rinciannya

Cuaca Sumatera Barat besok didominasi hujan ringan di seluruh wilayah. Simak rincian suhu tiap kabupaten/kota.  

Butter Baby Akan Luncurkan Rasa Baru di 30 Oktober, Ajak Pengunjung Main Blind Box

Butter Baby menjadikan momen menjelang peluncuran produk sebagai pengalaman yang lebih playful dan partisipatif.   

Bukan Soal Gaji, Ini Pemicu Utama Burnout Karyawan

Hasil survei internal Payuung menunjukkan, yang bikin karyawan burnout adalah deadline dan arahan yang berubah-ubah.  

Bali Berpotensi Hujan Ringan Besok (28/10), Cek Kondisi Denpasar hingga Badung

BMKG memprediksi lima wilayah Bali mengalami hujan ringan besok, sementara Denpasar dan Badung berawan  

Hujan Petir Mengintai 2 Wilayah ini, Pantau Cuaca Sumatera Selatan Besok (28/10)

BMKG memprakirakan hujan petir di Musi Rawas dan Empat Lawang besok. Sebanyak 15 wilayah Sumatera Selatan berpotensi hujan ringan.  

Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan, Intip Cuaca Yogyakarta Besok Rabu (28/10)

BMKG memprediksi hujan ringan di Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul besok, sementara Sleman dan Kota Jogja hujan sedang.