M O M S M O N E Y I D
HOME, Santai

Begini Gaya Berpakaian yang Diprediksi Jadi Tren di 2022

Begini Gaya Berpakaian yang Diprediksi Jadi Tren di 2022
Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - JAKARTA. Adanya pandemi Covid-19 yang sudah melanda hampir 2 tahun ternyata turut mempengaruhi tren fashion. Sejak 2020 hingga 2021, banyak orang yang memilih menggunakan baju yang nyaman, mengingat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Lantas seperti apa tren berbusana di tahun mendatang? Nonita Respati, Director Purana Indonesia memproyeksi, di tahun mendatang pakaian yang nyaman masih akan diutamakan. Namun, dia juga mengatakan orang-orang sudah mulai menggunakan pakaian yang lebih formal (dress up).

"Mungkin untuk tren di 2022, itu masih ada sedikit esensi dari pandemi. Artinya, orang masih butuh sesuatu yang nyaman untuk dikenakan, tetapi orang juga sudah mau break the chain dan keluar dari gaya berpakaian yang terlalu nyaman. Jadi orang mau dress up lagi di 2022," tutur Nonita dalam Road to Weekend Festival, Selasa (22/12).

Baca Juga: Ingin Mengikuti Perkembangan Tren Fashion? Yuk Simak Channel Youtube Berikut Ini

Konsultan Fashion Khairiyyah Sari pun sepakat dengan hal ini. Meski begitu, dia berpendapat akan banyak busana yang muncul dengan tetap menghadirkan rasa nyaman, 

"Memang kalau kemarin kita itu penuh dengan loungewear, baju piyama yang bisa dipakai keluar rumah. Besok-besok, tahun depan, kita memang mau lebih dress up tapi memang ada bagian dari loungewear tersebut," katanya.

Dia pun memproyeksi di tahun mendatang akan banyak slip dress yang biasanya dipakai untuk tidur (nightwear) yang muncul. Namun, pakaian ini akan lebih ditata dan diarahkan untuk situasi formal (dressy).

Lebih lanjut, Nonita juga mengatakan di 2022 karena masih adanya efek pandemi, sebagian besar brand-brand fashion pun akan menghadirkan barang-barang yang lebih terjangkau, membuat barang yang tidak terlalu rumit dan menghasilkan pakaian-pakaian yang bisa digunakan 24/7.

"Artinya di rumah dia nyaman, di luar dia lebih nyaman untuk mendukung aktivitas selama masa andemi. Lalu dia juga harus easy care dan comfortable ketika dikenakan," kata Nonita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​