M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Beberapa Penyebab Bulu Hewan Peliharaan Menjadi Rontok

Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Dalam memelihara hewan anjing atau kucing, kerontokan bulu adalah masalah harian yang menyebalkan sekaligus mengkhawatirkan. Sebab, kerontokan disertai dengan kebiasaan hewan yang selalu menggaruk tubuhnya. Kira-kira apa saja ya penyebabnya?

Sebelum mengetahui penyebabnya lebih jauh, Anda perlu mengetahui masalah kerontokan bulu ini. Seekor kucing kehilangan bulu bisa lengkap atau sebagian disebut alopecia yang terjadi karena berbagai alasan, paling umum disebabkan oleh alergi kulit. Anjing juga mengalami hal yang sama. Kerontokan normal lainnya disebut pinnal alopecia yakni kerontokan bulu di bagian luar pinnae telinga yang juga umum terjadi pada kucing Siam dan dapat sembuh dengan sendirinya. Sementara hewan yang dewasa juga mengalami alopecia preauricular yakni penipisan bulu pada strip kulit antara telinga dan mata.

Baca Juga: Penyebab Anjing Peliharaan Menjadi Lesu

Kerontokan bulu sebenarnya tidak benar-benar menunjukkan penyakit serius karena ini adalah hal yang normal. Kucing yang mengalami kerontokan pun bisa sembuh dan bulu tumbuh kembali. Dilansir dari Catster, Dr. Hayworth, dari Rumah Sakit Hewan VCA Northview di pinggiran Pittsburgh, menjelaskan bahwa sebaiknya kucing kehilangan bulu dapat diobati dan bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Alergi

Alergi sering menjadi penyebab kerontokan bulu pada kucing dan anjing. Alergi ini biasanya bersifat genetic dan melacak penyebabnya mungkin cukup rumit. Namun, pemicunya dapat berupa serbuk sari, jamur, debu, tungau, kutu, dan bahkan makanan.

Kucing atau anjing yang kutuan bisa saja memiliki hipersensitivitas terhadap antigen di dalam air liur kutu. Sementara alergi makanan hanya dapat didiagnosis dengan menjalankan uji coba makanan selama minimal 8 minggu. Gejala alergi ini termasuk kulit gatal, hot spot, bulu rontok merata, gatal telinga kronis, masalah pencernaan, dan diare.

Infeksi

Infeksi ini pertama kali terjadi karena kulit yang rusak akibat goresan atau gigitan kutu yang menyebabkan iritasi dan kerontokan bulu. Pioderma adalah istilah yang digunakan untuk menyebut infeksi bakteri pada kulit, terutama bila kulit kemerahan dan mengeluarkan nanah. Ini dapat dionbati dengan obat oral atau salep antibiotik, bergantung tingkat keparahannya.

Selain itu, juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur atau candida. Infeksi candida dapat menyebabkan iritasi kulit, luka terbuka, dan dapat menyebabkan kerontokan bulu. Sama seperti pioderma, infeksi ini dapat diatasi dengan obat krim antijamur atau obat oral.

Baca Juga: Ini Risiko yang Dihadapi bila Memberikan Tulang Buat Anjing Peliharaan Anda

Stres atau Kecemasan

Saat kucing atau anjing stres, mereka biasanya akan berlebihan dalam menggaruk atau menjilati tubuh yang dapat menyebabkan kerontokan bulu. Ini disebut alopecia psikogenik. Kucing atau anjing yang mengidapnya biasanya cenderung memilih di perut, samping, dan kaki mereka. Tentang ini, Anda perlu mengonsultasikannya kepada dokter hewan untuk penanganan yang tepat.

Gangguan Endokrin

Seekor kucing yang kehilangan bulu mungkin memiliki hipertiroidisme yang menyebabkan penurunan berat badan dan gejala lainnya. Di luar itu, jika hewan memiliki ketidakseimbangan hormone dan peningkatan steroid dalam tubuhnya, folikel bulu bisa mati dan bulu baru tak bisa tumbuh kembali.

Salah satu penyebabnya adalah penyakit cushing. Dilansir dari Petmd, chusing adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh paparan jaringan tubuh yang terlalu lama terjadap kadar hormone kortisol yang berlebihan. Gejalanya adalah bulu rontok, penggelapan kulit, dan perkembangan perut buncit. Biasanya menyerang anjing-anjing yang sudah senior.

Selanjutnya: Mengenai Kucing Persia, Ini Ciri-Ciri dan Cara Merawatnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Australian Open 2026, 3 Wakil Indonesia Berhasil Menembus Partai Puncak

Hasil Australian Open 2026 Babak Semifinal, Sabtu (13/6), tiga wakil Indonesia berhasil menembus partai puncak turnamen BWF Super 500 ini. 

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (14/6), Hujan Sangat Lebat Guyur Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Minggu 14 Juni 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Hujan Lebat Turun di Mana? Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (14/6) Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Minggu (14/6) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di daerah berikut ini.

Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: Jadwal, H2H, Line Up, Skor & Link Live Streaming

Qatar dan Swiss siap bentrok di Grup B Piala Dunia 2026. Simak jadwal, H2H, line up, prediksi skor, dan link live streaming.

Butuh Hiburan Akhir Pekan, Coba Tonton 6 Variety Show Komedi Korea Populer Ini

Berikut adalah beberapa daftar variety show komedi Korea yang wajib ditonton jika sedang membutuhkan hiburan segar.​

5 Alasan Kerja Remote Banyak Dicari Saat Ini, Bukan Cuma Fleksibel

Kerja remote atau jarak jauh menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati para pekerja masa kini. Mengapa bisa begitu? Ini alasannya.

Prediksi Brasil vs Maroko (14/6): Jadwal, H2H, Line Up, Skor & Live Streaming

Ini laga Brasil vs Maroko Grup C Piala Dunia 2026. Simak jadwal, head to head, line up, prediksi skor, dan link live streaming.

HP RAM 16GB: Samsung Galaxy Z Fold 8 Bawa Kamera 200MP & Baterai 5.000 mAh

Rumor Galaxy Z Fold 8 mengungkap prosesor Snapdragon Elite Gen 5 dan RAM 16GB. Intip semua keunggulan sebelum membeli ponsel lain.

Tren Gender Reveal Party dan Cara Menggelarnya, Bumil Wajib Tahu

Agar tidak salah pengertian, yuk, ketahui apa itu gender reveal party dan cara untuk menggelarnya di sini.

Prediksi Haiti vs Skotlandia (14/6): Jadwal, H2H, Line Up & Link Live Streaming

Laga Haiti vs Skotlandia di Grup C Piala Dunia 2026. Cek jadwal, head to head, line up, prediksi skor, dan link live streaming.