M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

BCA Akan Umumkan Kinerja Semester I, Ini Proyeksi Bursa dari CGSI Sekuritas

Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - CGS International Sekuritas membagikan ide trading pada perdagangan hari ini, Rabu, 24 Juli 2024. Simak juga proyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk hari ini.

Dalam riset hariannya, CGS International Sekuritas Indonesia memberi rekomendasi spekulasi beli untuk 6 saham ini, yaitu EXCL, TOWR, ARTO, JSMR, TLKM, MBMA. 

Simak ulasan teknikalnya di sini:

1. EXCL 
Spec Buy dengan support 2.210 cut loss jika break di bawah 2.170, jika tidak break di bawah 2.210, potensi naik 2.290-2.330 short term.

2.TOWR 
Spec Buy dengan support 780, cut loss jika break di bawah 765 jika tidak break di bawah 780, potensi naik 810-825 short term.

3. ARTO 
Spec Buy dengan support 2.460 cut loss jika break di bawah 2.390, jika tidak break di bawah 2.460, potensi naik 2.600-2.670 short term.

4. JSMR 
Spec Buy dengan support 5.350 cut loss jika break di bawah 5.250, jika tidak break di bawah 5.350, potensi naik 5.550-5.650 short term.

5. TLKM 
Spec Buy dengan support 3.100, cutloss jika break di bawah 3.040, jika tidak break di bawah 3.100, potensi naik ke 3.220-3.280 short term.

6. MBMA 
Spec Buy dengan support 620 cutloss jika break di bawah 605. Jika tidak break di bawah 620, potensi naik ke 650-665 short term.

Investasi mengandung risiko. Keputusan beli atau jual ada di tangan investor. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing. 

Proyeksi IHSG

Analis CGS International Sekuritas Indonesia melihat peluang penguatan IHSG hari ini, Rabu (24/7). Memang, pelemahan bursa Wall Street dan penurunan beberapa harga komoditas global bisa menjadi sentimen negatif di pasar. 

Namun, dimulainya laporan keuangan dari emiten perbankan bigcap berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG. Hari ini dijadwalkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan merilis kinerja hari ini.

CGS International Sekuritas memperkirakan, IHSg bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.280/7.245 dan resist 7.350/7385.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.