M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Balita Cenderung Gagap Berbicara, Apakah Normal? Ini Jawabannya

Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ketika seorang anak mengalami kesulitan berbicara dan cenderung mengulangi suku kata, suara, atau kata-kata, maka dapat dicurigai bahwa mereka menderita gagap.

Meski kegagapan yang anak alami bisa dengan mudah membuat orang tua khawatir, faktanya gagap pada kebanyakan anak merupakan bagian dari proses belajar merangkai kata menjadi kalimat.

Mengapa anak balita cenderung gagap saat berbicara?

Gagap pada anak balita dapat terjadi karena berbagai alasan. Biasanya, kegagapan dapat dialami oleh anak-anak ketika mereka kesulitan untuk mempelajari waktu dan ritme bicara yang normal atau berpikir lebih cepat daripada berbicara. Dalam kasus seperti itu, anak cenderung mengulangi kata-katanya secara berkesinambungan.

Baca Juga: 4 Manfaat Positif Bermain Air bagi Tumbuh Kembang Anak, Apa Saja Ya?

Adapun kondisi gagap dapat meningkat ketika anak jatuh sakit, cemas, atau bersemangat.

Apakah anak balita yang berbicara gagap itu normal?

Gagap adalah suatu hal yang normal terjadi pada anak balita berusia 2-3 tahun. Kendati begitu, sebagian besar balita bisa mengatasi masalah tersebut tanpa bantuan orang lain.

Jika anak balita Anda terus berbicara gagap selama lebih dari 3 bulan dan itu memengaruhi kualitas komunikasinya, maka itulah waktu yang tepat bagi Anda untuk mencari bantuan medis.

Seberapa umum gagap terjadi pada anak balita?

Menurut American Academy of Pediatrics, 1 dari 20 anak balita berbicara dengan gagap.

Sebagian besar kegagapan terjadi pada anak berusia 2 dan 3 tahun. Dan, dibandingkan dengan anak perempuan, anak laki-laki lah yang cenderung berbicara dengan gagap.

Cara menghadapi anak balita yang berbicara gagap dengan tepat

1. Jangan dijadikan sebagai masalah besar

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat menjumpai anak balita Anda berbicara gagap yaitu dengan tidak menjadikannya sebagai masalah besar.

Jika Anda membesar-besarkannya, itu hanya akan meningkatkan frustasi dan kecemasan pada anak Anda sekaligus memperburuk situasi.

2. Cukup dengarkan

Cobalah untuk mendengarkan dengan sabar apapun yang dikatakan oleh anak balita Anda.

Dengarkan secara saksama segala perkataan anak Anda tanpa perlu memperbaiki kegagapannya.

3. Jangan menginterupsi

Jangan menginterupsi atau menyela anak balita Anda saat mereka sedang berbicara. Alih-alih melakukannya, dengarkanlah anak dengan penuh minat dan tunggulah sampai mereka menyelesaikan perkataannya sebelum Anda merespons.

Jika kegagapan telah menghalangi anak untuk menyelesaikan kalimatnya, maka Anda bisa menyelesaikan kalimat tersebut untuk mereka.

4. Bicaralah kepada anak dengan nada lambat

Tatkala mengobrol bersama anak balita Anda, berusahalah untuk berbicara kepada mereka secara lambat.

Hal ini dilakukan untuk mendorong anak meniru gaya bicara Anda yang melambat. Ini juga berguna untuk mengurangi kecemasan yang mungkin anak Anda alami akibat kegagapannya.

5. Bantu anak membangun kepercayaan diri

Pujilah anak balita Anda untuk semua aktivitas yang telah mereka lakukan dengan baik. Kebiasaan ini bertujuan untuk membantu anak membangun kepercayaan diri dan harga dirinya.

Pastikan pujian yang Anda berikan kepada anak tulus dan bersikaplah se-spesifik mungkin.

6. Jangan menunjukkan kepada anak bahwa Anda kesal

Jangan menunjukkan tanda-tanda bahwa Anda merasa kesal atau frustasi karena kegagapan anak. Jangan juga mempermalukan anak dengan mengatakan “Kenapa kamu gagap?”, “Bukankah aku sudah memintamu untuk berbicara pelan-pelan?”, atau “Katakan lagi perkataanmu dengan jelas!”.

Ingatlah untuk tidak mengatakan hal seperti itu kepada anak balita Anda terutama di depan orang lain.

Moms, Anda sangat dianjurkan untuk berbicara kepada dokter anak jika anak balita Anda cenderung sering mengulangi suara atau bagian kata tertentu. Ketika kegagapan pada anak berlanjut dan mulai menjadi parah, terapi wicara mungkin diperlukan untuk memperbaiki masalah kegagapan yang mereka alami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Sering Pakai AI, Pakar Ingatkan Risiko Data Pribadi Bisa Terekspos

Penggunaan AI generatif memperbesar risiko paparan data sensitif. Ketahui cara mencegah kebocoran informasi pribadi Anda agar tetap aman.

Prakiraan Cuaca Besok (19/6) dan Lusa di Banten Cerah, Suhu Bisa 34°C

​BMKG memperkirakan cuaca besok Jumat (19/6/2026) dan lusa Sabtu (20/6/2026) di wilayah Banten akan cerah.

Memilih Sabun Cuci Piring Tak Bisa Sembarangan, Ini Pesan Nikita Willy untuk Para Ibu

Mencuci piring setiap hari bisa sebabkan iritasi. Kampanye Kilau Nipis ingatkan bahaya kimiawi, pahami pentingnya sabun alami.

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Besok (19/6) dan Lusa, Waspadai Udara Kabur di Daerah Ini

​BMKG memperkirakan cuaca besok dan lusa di wilayah DKI Jakarta akan cerah, namun waspadai udara kabur di Kepulauan Seribu pada Sabtu.

Tren Skinimalism Meningkat, Serum Hanasui Bidik Pasar Jepang

Membawa 7 varian Power Serum, Hanasui kini ada di Don Quijote dan AEON Jepang. Temukan mengapa produk ini menjadi favorit baru Gen Z.

Persiapan Lahiran, Siapkan Barang Krusial Ini Agar Lahiran Lancar

Tas persalinan tak boleh kosong! Lupa bawa breast pads atau berkas penting bisa bikin repot. Pastikan Anda menyiapkan semua ini.  

Promo The Body Shop Periode 13 Juni-5 Juli 2026, Lipstick-Body Wash Diskon hingga 50%

Promo The Body Shop Holiday Beauty Bash Diskon sampai 50% Periode 13 Juni-5 Juli 2026. Cek untuk belanja produk favorit.

Harga Buyback Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Semua Merek Turun, Galeri 24 Tertinggi

Harga buyback emas kompak turun hari ini. Pegadaian turun Rp 45.000, Galeri 24 tertinggi. Cek perbandingan merek sebelum menjual!

BTS World Tour di Jakarta Tambah Jadi 3 Hari, Ini Jadwal Penjualan Tiket Konsernya

BTS World Tour Arirang in Jakarta menambah jadwal konser melalui hari ketiga yang akan berlangsung pada 29 Desember 2026.​

Wonderlab Playground Buka di Senayan City, Usung Tema Futuristik Mechatronic Play

Wonderlab menggabungkan aktivitas fisik dengan stimulasi kognitif untuk mendorong eksplorasi, rasa percaya diri anak.