M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Aplikasi Seluler Juga Rawan Terkena Serangan Siber, Ini Datanya

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Aplikasi seluler telah menjadi pusat perhatian dalam kehidupan sehari-hari konsumen. Semua kegiatan jadi serba mudah dan praktis bila dilakukan melalui aplikasi di smartphone.

Namun, di satu sisi, semakin beragam aplikasi yang digunakan, data pribadi jadi semakin rentan untuk tersebar dan disalahgunakan. 

Oleh sebab itu, pengamanan siber di aplikasi juga harus diutamakan dan tidak kalah penting dari keamanan siber di laman atau website. 

Perlindungan aplikasi seluler yang terdiri dari keamanan aplikasi seluler, pertahanan malware, pencegahan penipuan, dan privasi kini menjadi hal yang penting dalam cara konsumen memilih dan menggunakan aplikasi seluler.

Dan, juga penting dalam menentukan pilihan mereka untuk tetap menggunakan dan mempromosikan suatu brand.

Survei yang dilakukan Appdome, sebuah perusahaan penyedia jasa perlindungan aplikasi seluler mengungkapkan bahwa jumlah pengguna aplikasi itu lebih besar daripada website. Sehingga, perlindungan aplikasi seluler menjadi penting. 

Angkanya, 55,3% orang cenderung akan lebih memilih menggunakan aplikasi di handphone untuk bertransaksi daripada menggunakan website (22,5%).

Hal ini beriringan dengan kebiasaan masyarakat yang sebanyak 67,4% responden lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan handphone. Bahkan, semakin banyak pengguna yang bergantung pada lebih dari 11 aplikasi dalam setiap harinya. 

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Perkuat Kesadaran Pegawai Terkait Keamanan Siber

Tapi, di satu sisi, ancaman siber jadi meningkat dan bisa terjadi pada siapa saja. Sebab, para pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut bisa menggunakan sistem dalam aplikasi yang kurang perlindungan siber, untuk berbuat yang merugikan pengguna aplikasi. 

Survei Konsumen Global Tahunan ke-4 tentang Keamanan Aplikasi Seluler di konferensi Open Web Application Security Project (OWASP) Global AppSec mengungkapkan, pengguna akhir perangkat seluler sangat menyadari akan meningkatnya ancaman keamanan, penipuan, dan privasi saat mereka menggunakan aplikasi seluler.

Dan, menuntut agar brand dan perusahaan seluler untuk bergerak memberikan pertahanan nyata pada ancaman-ancaman tersebut.

Bahkan, data dari survei mengungkapkan bahwa ada tantangan bagi seluruh industri seluler untuk meningkatkan perlindungan aplikasi seluler yang canggih. 

Alan Bavosa, VP Produk Keamanan di Appdome, mengatakan, serangan yang berbasis AI akan membawa risiko aplikasi seluler ke tingkat yang baru.

Brand serta perusahaan seluler perlu mengubah model pengiriman siber mereka untuk menghadapi ancaman yang semakin cepat juga menjaga kepercayaan dan keterlibatan pengguna pada platform seluler. 

Andrew Van Der Stock, Direktur Eksekutif OWASP, bilang, bagaimanapun tim keamanan dan pengembangan aplikasi seluler harus terus memperbarui perlindungan aplikasi seluler mereka seiring dengan tuntutan industri. 

"Para profesional di bidang siber bekerja tanpa kenal lelah untuk menjaga aplikasi, jaringan, transaksi, dan pengguna agar tetap aman sementara teknologi Kecerdasan Buatan dan serangan lainnya meningkat," ujar Tom Tovar, salah satu pencipta dan CEO Appdome. 

Baca Juga: Respons Insiden Keamanan Siber, APJII Bentuk Satgas Khusus

Perlindungan aplikasi seluler dari penipuan, malware, bot dan jenis kejahatan lain meningkat dalam aplikasi selular brand dan perusahaan di mana pun. 

Sebanyak 99.5% konsumen global menuntut perlindungan total dalam aplikasi seluler termasuk data aplikasi seluler, integritas akun, login, penyimpanan data, data dalam perjalanan, perlindungan dari malware dan penipuan.

Sebab, sebanyak 70.6% konsumen global pernah atau mengenal seseorang yang pernah menjadi korban rekayasa sosial atau serangan penipuan.

"Sayangnya, ketika pengguna aplikasi seluler terkena penipuan, penggunalah yang seringkali harus menanggung sendiri akibatnya," kata Tom. Padahal, jika brand bekerjasama dengan Appdome mereka bisa melindungi konsumernya di garda terdepan. 

Angka menunjukkan, sebesar 83.5% konsumen global menuntut brand untuk secara proaktif mencegah terjadinya penipuan seluler daripada mengganti biaya yang mereka keluarkan setelah terjadinya penipuan.

Sebanyak 94,6% pun menyatakan, mereka akan menjadi pendukung brand untuk brand ponsel yang melindungi aplikasi dan penggunaan mereka. Lebih dari separuh (53,6%) mengatakan, mereka akan menggunakan bentuk dukungan tertinggi, seperti ulasan toko aplikasi dukungan media sosial.

Sebaliknya, konsekuensi untuk aplikasi yang tidak aman akan merugikan brand. Sebanyak 96,7% responden menyatakan, mereka akan meninggalkan brand seluler karena gagal melindungi aplikasi dan penggunaannya. Lalu, 73.9% mengatakan, mereka juga akan mendorong orang lain untuk meninggalkan brand seluler tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Gaet Ario Bayu hingga Sang Suami, Andien Bawa 13 Muse Lintas Generasi di MV Naksir

Penyanyi Andien merilis video musik terbarunya berjudul Naksir pada 21 Oktober 2026.​ Hadirkan 13 muse.

4 Daerah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (24/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (24/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (24/10), Ada 15 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Sabtu dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi.

Telur Bebas Sangkar, Kenali Sistem Pemeliharaan Ayam Petelur

Telur bebas sangkar atau cage-free berasal dari ayam petelur yang dipelihara tanpa kandang baterai. ​

Mau Investasi Properti, Intip Peluang di Luar Jakarta

​JLL menyoroti peluang investasi properti di Indonesia, dari kawasan industri dan logistik, pusat data,  serta alih fungsi gedung. 

Kenangan Festival Bawa Naykilla hingga Yura Yunita, Tiket General Dijual Besok

Digelar 7 November, penjualan tiket reguler Kenangan Festival dibuka Sabtu, 24 Oktober mulai pukul 13.00 WIB.

Langkah dan Upaya Menggulirkan Roda Usaha di Daerah Terdampak Bencana

Kementerian UMKM membuat program untuk mempercepat pemulihan roda usaha di daerah yang terkena bencana.

Lewat Kenangan Festival, Penikmat Musik Diajak Nostalgia dan Rayakan Perjalanan Hidup

Kenangan Festival digelar di Tennis Indoor Senayan GBK​ pada 7 November​ mendatang. Penonton diajak bernostalgia dan rayakan perjalanan hidup.

Ada Kartika Sari hingga Batagor Kahuripan di Little Bandung Blok M

​GoFood menghadirkan lima kuliner asal Bandung di Pasaraya Blok M, Jakarta, pada 23-25 Oktober 2026 melalui Little Bandung by GoFood.

Pengguna Akun Indodax, Waspadai Penipuan Berkedok Customer Support

Penipu bisa menyamar sebagai Customer Support melalui telepon, media sosial, hingga situs palsu. Simak cara memverifikasi kontak resmi Indodax.