M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Apa yang Harus Orang Tua Lakukan Saat Anak Mengalami Bullying? Ini Penjelasannya

Apa yang Harus Orang Tua Lakukan Saat Anak Mengalami Bullying? Ini Penjelasannya
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Bullying atau penindasan adalah perilaku agresif yang tidak diinginkan oleh seseorang atau kelompok lain yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan dan sangat mungkin untuk diulang-ulang.

Menurut Center for Disease Control, ada lima jenis bullying yang mungkin dialami anak-anak yaitu fisik, verbal, relasional atau sosial, perusakan properti, dan cyberbullying.

Dilansir dari laman Fatherly, seorang psikiater anak, remaja, dan dewasa bernama Dr. Pavan Madan, M.D., telah memerhatikan bahwa jenis bullying yang dihadapi anak-anak dapat bervariasi tergantung pada usia mereka.

Baca Juga: Minyak Goreng Turun Harga, Ibu-ibu Berburu ke Minimarket

Untuk anak-anak usia sekolah dasar, insiden bullying fisik seperti didorong atau dipukul oleh teman sekelas cukup sering terdengar. Pada anak usia sekolah menengah pertama, tindakan penindasan yang sering terjadi yakni bullying verbal melalui pemanggilan nama dan ejekan berdasarkan penampilan maupun perilaku.

Sementara itu, situasi bisa menjadi semakin kompleks bagi siswa menengah atas akibat lingkungan virtual yang kian intens. Alhasil, insiden cyberbullying terus mengalami peningkatan pada usia ini.

Apa yang harus orang tua lakukan saat anak mengalami bullying?

Bullying memang terbilang sulit untuk dicegah. Namun, Anda tetap bisa membantu anak mengatasi atau menghadapi perilaku bullying apabila Anda mau menjadi sosok orang tua yang siap sedia mendengarkan anak dengan baik. Saat Anda mampu menjadi pendengar yang baik bagi anak, anak pun akan cenderung mudah untuk melaporkan pengalaman bullying mereka kepada Anda.

Pada umumnya, korban bullying sering merasa malu dan ragu untuk membicarakan pengalaman bullying mereka kepada orang tua maupun guru. Jadi, Anda tidak boleh menyalahkan atau mempermalukan anak Anda saat mereka menjadi korban bullying.

Untuk kasus bullying yang masih tergolong jarang atau minor seperti bullying verbal, para orang tua sangat dianjurkan untuk menyarankan anak-anak mereka agar tidak memberikan perhatian kepada pelaku bullying. Saat anak Anda dipanggil dengan julukan yang tidak menyenangkan atau diejek, doronglah mereka untuk berjalan menjauh atau mengabaikan perilaku dari si pelaku bullying guna meredakan situasi.

Apabila perilaku bullying yang anak Anda dapatkan berupa cyberbullying, Anda bisa membantu mereka meredakan situasi dengan cara mengaktifkan fitur mute atau blokir yang tersedia di platform media sosial yang anak gunakan.

Nah, jika anak mengalami tindakan bullying secara terus-menerus atau signifikan, maka orang tua bisa mengambil peran yang lebih aktif dalam memerangi situasi tersebut.

Sebagai orang tua, Anda dapat membawa insiden bullying yang anak alami ke otoritas sekolah. Selain itu, Anda juga disarankan untuk berdiskusi bersama anggota keluarga lainnya tentang cara terbaik mengeluarkan anak dari lingkungan yang traumatis.

Dikarenakan beberapa aspek dalam perilaku bullying cenderung tetap konsisten dari waktu ke waktu, maka Anda dan pihak guru sangat perlu untuk tetap mengetahui perkembangan dari metode bullying. Menurut Dr. Madan, orang dewasa khususnya orang tua harus menerima pendidikan reguler tentang tanda-tanda bullying, alasan mengapa anak-anak melakukan bullying atau dibully, serta cara mengatasi bullying.

Di sisi anak, mereka harus didorong untuk saling mendukung, tidak menoleransi siapa pun yang melakukan perilaku bullying, dan secara terbuka membicarakan perihal bullying dengan orang dewasa yang ada di dalam kehidupan mereka.

Kendati bullying terasa mustahil untuk dilenyapkan, namun dengan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak untuk mengadvokasi diri mereka sendiri dengan penuh percaya diri, itu akan meminimalkan kesempatan bagi para pelaku bullying untuk mengintimidasi anak Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!

Asam urat sering kambuh? Konsumsi susu rendah lemak dan air lemon setiap pagi bisa jadi penolong. Cek daftar minuman penurun asam urat di sini!  

6 Khasiat Konsumsi Telur Setiap Hari bagi Kesehatan

Intip beberapa khasiat konsumsi telur setiap hari bagi kesehatan berikut ini! Kira-kira apa saja, ya?  

Katalog Promo JSM Indomaret Diskon hingga 30% Periode 3-5 Februari 2026

Katalog promo JSM Indomaret periode 13-15 Februari 2026 tawarkan diskon besar. Lihat daftar produk apa saja yang sedang promo.

Promo Tiket DAMRI Diskon 70% di Valentine Hari Ini, Jangan Sampai Kelewatan!

Diskon 70% tiket DAMRI cuma 14 Februari. Periode keberangkatan hingga 28 Februari 2026. Buruan cek aplikasi DAMRI sebelum kehabisan slot.  

Pembaruan iOS 26.3: Wajib Install Demi Keamanan dan Transfer Data Lebih Mudah!

Upgrade iOS 26.3 mempermudah transfer data ke Android tanpa aplikasi terpisah. Temukan cara kerja dan data apa saja yang bisa dipindahkan.   

Rayakan Valentine Lebih Hemat, 11 Promo Kuliner Spesial Menanti Anda

Diskon minuman dan makanan favorit menyambut Valentine kini hadir. Cek daftar lengkapnya agar momen romantis jadi lebih murah.  

Tecno Camon 50: Baterai 7000mAh & Fitur Flagship akan Rilis di MWC 2026

Tecno Camon 50 tawarkan baterai jumbo 7000mAh dan kamera Sony LYTIA. Fitur premium di harga menengah, benarkah? Cek detailnya sebelum rilis! 

Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Sabtu 14 Februari 2026

Simak ramalan 12 zodiak keuangan dan karier hari ini Sabtu 14 Februari 2026, cek peluang cuan dan promosi Anda sekarang.  

Samsung Galaxy A57: Baterai 5000mAh Tahan Seharian, Cocok untuk Traveler!

Performa baterai Galaxy A57 5000mAh mampu bertahan seharian penuh. Cari tahu mengapa fitur pengisian cepatnya jadi penyelamat di momen penting.

7 Manfaat Buncis: Rahasia Pencernaan Sehat & Jantung Kuat Ada di Sini

Sering diabaikan, buncis ternyata rendah FODMAP dan bebas kolesterol. Cari tahu bagaimana buncis jaga pencernaan dan jantung Anda tetap prima.