M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ada Retinol, 5 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dicampur dengan Lactic Acid

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Tertarik pakai lactic acid? Ketahui dulu 5 kandungan skincare yang tidak boleh dicampur dengan lactic acid berikut.

Lactic acid adalah salah satu jenis AHA (Alpha Hydroxy Acid) yang bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit.

Karena sifatnya yang eksfoliatif, ada beberapa kandungan skincare yang sebaiknya tidak dicampur langsung atau digunakan bersamaan dengan lactic acid. Ini dilakukan untuk menghindari iritasi dan eksfoliasi berlebihan.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Buruk dan Toxic yang Bikin Hidup Tidak Damai, Overthinking Termasuk

Wajib Anda catat, berikut 5 kandungan skincare yang tidak boleh dicampur dengan lactic acid.

1. Retinol

Kandungan skincare yang tidak boleh dicampur dengan lactic acid pertama adalah retinol.

Kombinasi lactic acid dan retinol bisa terlalu keras untuk kulit. Saat dicampur, keduanya dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, atau kulit mengelupas.

Sebaiknya, gunakan lactic acid dan retinol pada malam yang berbeda alih-alih memakainya secara bersamaan.

2. BHA

Kandungan skincare yang tidak boleh dicampur dengan lactic acid kedua adalah BHA.

Lactic acid termasuk jenis AHA. Saat dicampur dengan BHA seperti salicylic acid, kombinasi ini bisa merusak skin barrier. Maka dari itu, hindari mencampur lactic acid dengan BHA, terumata jika kulit Anda sensitif.

Sama seperti retinol, gunakanlah BHA di hari yang berbeda dengan pemakaian lactic acid.

3. Vitamin C

Kandungan skincare yang tidak boleh dicampur dengan lactic acid ketiga adalah vitamin C.

Sama-sama bersifat asam, mencampur lactic acid dengan vitamin C bisa mengganggu pH dari masing-masing bahan. Akibatnya, tidak akan ada hasil yang didapatkan oleh kulit selain iritasi.

Sebagai solusi, gunakan skincare yang mengandung vitamin C di pagi hari dan lactic acid pada malam harinya.

Baca Juga: Ini Cara Membersihkan Toilet Modern Minimalis untuk Rumah Bebas Noda di 2025

4. Benzoyl peroxide

Kandungan skincare yang tidak boleh dicampur dengan lactic acid keempat adalah benzoyl peroxide.

Benzoyl peroxide bisa membuat kulit sangat kering dan iritasi bila dikombinasikan dengan lactic acid. Oleh sebab itu, pilihlah salah satu saja dalam satu waktu pemakaian.

Jika Anda ingin memakai benzoyl peroxide pada pagi hari, maka gunakanlah lactid acid pada malam harinya. Namun, apabila kulit Anda sensitif, sebaiknya gunakan benzoyl peroxide dan lactic acid pada hari yang berbeda.

5. Physical exfoliant

Kandungan skincare yang tidak boleh dicampur dengan lactic acid kelima adalah physical exfoliant.

Ada dua jenis eksfoliator, yakni chemical exfoliant dan dan physical exfoliant. Chemical exfoliant dapat berupa toner dan serum, sementara physical exfoliant berupa face scrub.

Berbicara tentang physical exfoliant, jangan pernah menggabungkannya dengan skincare yang mengandung lactic acid. Pasalnya, kombinasi keduanya bisa menyebabkan over-exfoliating yang berisiko merusak skin barrier.

Itulah 5 kandungan skincare yang tidak boleh dicampur dengan lactic acid. Selain menghindari kelima bahan di atas, selalu ingat juga untuk mengaplikasikan moisturizer setelah memakai lactic acid dan menggunakan sunscreen pada keesokan paginya. Dengan begini, kulit Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal dari penggunaan lactic acid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.