M O M S M O N E Y I D
Santai

A Normal Woman dan 5 Film Indonesia dengan Pemeran Utama Perempuan Beragam Tema

A Normal Woman dan 5 Film Indonesia dengan Pemeran Utama Perempuan Beragam Tema
Reporter: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Ada film lokal dari Indonesia yang mengangkat tema tentang perjuangan para kaum perempuan lo.

Beberapa judul film Indonesia tentang perempuan menampilkan kisah para perempuan sebagai pemeran utama dengan segala permasalahannya.

Dari mulai masalah pribadi, percintaan, keluarga, pekerjaan, hingga kesehatan mental banyak dijadikan tema film-film yang pemeran utamanya perempuan.

Jika penasaran tentang perjuangan para perempuan Indonesia, jangan lupa tonton film Indonesia dengan pemeran utama perempuan ini, yuk.

Baca Juga: The Devil Wears Prada dan 6 Rekomendasi Film Fashion untuk Fashionista

A Normal Woman

Milla, seorang perempuan mapan dan sosialita Jakarta, hidup dalam kenyamanan yang mewah. Namun, kehidupannya mulai terguncang ketika ia merasakan gejala aneh seperti mimisan tak henti dan kehilangan kontrol diri.

Penyakit misterius itu membuatnya merasa terasing dari dirinya sendiri. Dalam pencariannya untuk mengungkap kebenaran, Milla dihadapkan pada masa lalu yang mengintai dan pertanyaan besar tentang identitasnya.

Yuni

Salah satu film Indonesia yang berhasil mendapatkan beberapa penghargaan luar negeri ini juga mengangkat kehidupan perempuan sebagai ceritanya. Yuni merupakan seorang gadis remaja yang duduk di bangku sekolah.

Ia memiliki mimpi tinggi dan ingin mendapatkan pendidikan yang tinggi juga. Namun dua orang pria datang untuk melamar Yuni dan ditolaknya.

Ia pun takut akan mitos yang menyatakan bahwa seorang wanita tidak boleh menolak lamaran sebanyak 3 kali atau nantinya ia tidak bisa menikah sama sekali.

Baca Juga: Indah dan Tenang, Ini Rekomendasi Film Bertema Cottagecore di Desa Cantik

Home Sweet Loan

Laris manis di bioskop, film keluarga ini menuai popularitas tinggi karena ceritanya yang relatable dan realistis. Isu tentang keuangan, masalah keluarga, pekerjaan, dan percintaan yang lekat dengan sandwich generation menjadi akar cerita film ini.

Kisah film Home Sweet Loan menceritakan tentang seorang perempuan bernama Kaluna. Ia adalah anak bungsu yang tinggal bersama orang tua dan saudara lainnya di rumah biasa. Impiannya untuk memiliki rumah sendiri harus dikubur dalam-dalam saat masalah keuangan melilit keluarganya.

Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Digarap oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko, film ini dibintangi oleh Sheila Dara Aisha, Jerome Kurnia, dan juga Lutesha. Film kedua dari Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini mengikuti sisi pandang anak kedua yaitu Aurora yang tengah melanjutkan pendidikannya di London.

Tak ketinggalan, ia juga harus menghadapi permasalahan dengan kekasihnya yang membuat hidupnya terasa jadi lebih sulit sendiri tanpa keluarga.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Film Chick Flick untuk Cewek-Cewek Pecinta Drama

27 Steps of May

Film Indonesia pun ada juga yang membahas tentang isu kesehatan mental perempuan. 27 Steps of May menceritakan tentang luka dan trauma korban kekerasan seksual yang membuatnya kerap memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Untung saja, ia memiliki bantuan dan dukungan dari orang terdekatnya yang membuatnya perlahan pulih dan berani keluar dari ruang isolasinya.

Imperfect

Yang terakhir ada film yang dibintangi Jessica Mila dan Reza Rahardian. Menceritakan tentang Rara yang merasakan tekanan karena bentuk tubuh yang dimilikinya lain daripada saudara-saudaranya.

Kerap mengalami body shamming dan dirundung dengan standar kecantikan, membuatnya bersikeras untuk diet dan mengubah penampilannya agar bisa menjadi manajer di tempatnya bekerja. Yang perlahan membuat Rara kehilangan hal-hal berharga di samping bentuk tubuh dan karier yang ia miliki saat ini.

Itulah tadi film Indonesia tentang perempuan yang wajib ditonton karena berhasil mengangkat lika-liku permasalahan para perempuan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.