M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

6 Penyebab Anjing Mengalami Diare

Penulis: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Anda tentu sebal ketika anjing peliharaan suka mengunyah sesuatu yang Anda larang. Namun, dalam sistem pencernaan anjing, mereka memiliki enzim saliva yang sebagian besar dirancang untuk membunuh bakteri. Itulah kenapa mereka dapat mentolerir barang-barang yang membahayakan pencernaan mereka. Akan tetapi, Anda tetap harus berhati-hati apabila anjing mulai mengalami diare.

Ada banyak hal berbeda yang dapat menyebabkan diare pada anjing. Namun, sebelum Anda beralih untuk mengatasinya atau membutuhkan bantuan dokter hewan, Anda perlu mengetahui beberapa penyebabnya. Dilansir dari AKC, berikut 6 penyebab anjing mengalami diare.

Baca Juga: Mengenal 5 Kepribadian Anjing Golden Retriever

Perubahan Pola Makanan

Sistem pencernaan anjing pun memerlukan adaptasi dengan makanan atau protein baru. Itulah sebabnya banyak produsen makanan anjing dan dokter hewan menyarankan agar Anda melakukan secara perlahan saat beralih dari satu merek makanan ke merek makanan lainnya.

Memberinya makanan manusia yang tidak tepat juga dapat menyebabkan diare. Sebab, jenis makanan manusia sangat berbeda dengan anjing. Secara umum, anjing tidak dilengkapi dengan baik untuk mencerna makanan lemak dalam jumlah besar dan jumlah makanan yang berlebih. Mereka juga tidak dapat menerima garam dan gula karena dapat menyebabkan diare.

Alergi Makanan

Anjing juga dapat mengalami alergi makanan tertentu yang dikonsumsinya. Reaksi alergi ini dapat menyebabkan kurangnya alirah darah ke saluran gastrointestinal (GI), sehingga menimbulkan masalah pencernaan, seperti perut bergas, muntah, dan diare. Alergi makanan pada anjing juga ditandai dengan bagian wajah membengkak, gatal-gatal, dan tingkah anjing yang sering menjilati rectum.

Parasit

Setiap anjing, baik dewasa maupun anak-anak, dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, akan langsung mengalami diare bila terinfeksi parasit. Parasit ini dapat berupa cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk, koksidia, dan giardia. Anda dapat memastikannya dengan mengecek kondisi feses anjing. Bila infeksi parasit ini parah, Anda akan menemukan cacing tersebut di dalam kotorannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan anjing obat cacing secara rutin tiap bulan.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Anjing Peliharaan yang Nakal

Infeksi Bakteri atau Virus

Selain cacing, infeksi bakteri dan virus juga dapat menyebabkan diare. Infeksi virus yang paling umum adalah virus parvo, distemper, dan virus corona anjing (ini berbeda dengan virus corona yang sedang terjadi saat ini). Untuk mengatasinya, anjing perlu mendapatkan vaksin untuk mencegahnya saat anjing berusia 4 minggu dan diperbarui setiap tahun.

Stres

Stres atau gangguan emosional pada anjing juga dapat menyebabkan diare. Stres ini bisa terjadi karena gangguan kecemasan perpisahan, menghadapi ketakutan, tertekan, dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Tanda Penyakit

Ada beberapa penyebab lain yang menyebabkan diare pada anjing. Ini biasanya terjadi sebagai tanda-tanda dari sebuah penyakit yang dideritanya. Dilansir dari PDSA, berikut beberapa penyakit yang menyebabkan anjing diare:

  • Gastroenteritis hemoragik (HGE) : Kondisi buruk yang menyebabkan muntah parah dan diare berdarah.
  • Kolitis : Radang usus besar, yang menyebabkan tinja lunak/diare yang mengandung darah segar dan lendir.
  • Penyumbatan usus (benda asing) : Jika anjing Anda mengalami penyumbatan usus, kemungkinan besar mereka akan mengalami diare dan muntah, serta gejala lain seperti sakit perut.
  • Inflammatory Bowel Disease (IBD) : Peradangan kronis pada usus yang menyebabkan diare berkelanjutan.
  • Pankreatitis : Radang pankreas (organ yang membantu pencernaan), yang menyebabkan diare, muntah, dan nyeri hebat di bagian depan perut.
  • Penyakit hati : Masalah pada hati sering menyebabkan diare bersama dengan gejala lain seperti penurunan berat badan, energi rendah, muntah, dan penyakit kuning.
  • Eksokrin Pankreas Insufisiensi (EPI) : Suatu kondisi yang menghentikan tubuh mencerna makanan dengan benar. Anjing dengan EPI cenderung mengeluarkan tinja yang berbau busuk, pucat, dan berminyak dalam jumlah besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Denmark Open 2026: Fajar/Fikri ke Semifinal, Putri Kandas

Hasil Denmark Open 2026 babak perempatfinal, Jumat (16/10), Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke semifinal.

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 16-22 Oktober 2026, Wafello Beli 2 Gratis 1

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat periode 16-22 Oktober 2026. Jangan sampai ketinggalan, Moms!  

Hujan Lebat Masih Guyur 12 Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (17/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Sabtu 17 Oktober 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 16-23 Oktober 2026, Attack Jumbo Paling Murah

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat hadir lagi. Potongan harga spesial untuk aneka produk berlaku 16-23 Oktober 2026.

Waspada Udara Kabur Muncul di Wilayah Jawa Timur, Cek Prakiraan Cuaca Besok (17/10)

​BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur 17–18 Oktober bervariasi, dengan suhu tertinggi mencapai 37°C di Kota Mojokerto.

Drone Kini Bisa Ganti Baterai Otomatis, Begini Sepsifikasi DJI Dock 4

DJI menghadirkan Dock 4 di Indonesia, stasiun otomatis yang memungkinkan drone mengganti baterai secara otomatis tanpa intervensi manual.​

Akses Dua Layanan Sekaligus, Viu dan iQIYI Luncurkan Paket Langganan Bersama

Dengan paket berlangganan bersama, pelanggan bisa memperoleh manfaat keanggotaan Viu dan iQIYI International dalam satu pembelian.

Ini Tips Styling Celana Balon Ala Shopee

Celana balon sedang jadi tren, Shopee beri tips cara menata gaya dengan menggunakan celana balon berikut ini.

IHSG Anjlok 11,57%, Ini Saran Strategi bagi Investor

IHSG ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,1 pada perdagangan Jumat (16/10/2026).​ Simak analisis dari Analis Dupoin Futures​.

Tak Hanya Urus Rumah, Perempuan di Desa Juga Berjuang Biayai Pendidikan Anak

Perempuan tak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga. Simak kisah perjuangan dua perempuan desa ini.