M O M S M O N E Y I D
Keluarga

6 Mitos Tentang Diabetes yang Paling Umum, Jangan Percaya!

6 Mitos Tentang Diabetes yang Paling Umum, Jangan Percaya!
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ada 6 mitos tentang diabetes yang paling umum dan tidak boleh Anda percaya. Cari tahu di sini, berikut informasinya.

Diabetes adalah salah satu kondisi kronis yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Namun, terdapat banyak kesalahpahaman seputarnya.

Mitos-mitos yang berkembang tentang diabetes dapat menyebabkan kebingungan, misinformasi, dan bahkan pengambilan keputusan yang buruk dalam hal penanganan kondisi tersebut.

Baca Juga: 3 Fakta Tentang Pori-Pori Wajah, Benarkah Bisa Dihilangkan?

Dalam artikel ini, MomsMoney akan membongkar 6 mitos tentang diabetes yang paling umum sekaligus mengungkap kebenaran di balik kesalahpahaman tersebut.

Melansir EatingWell dan DPU Super Specialty Hospital, inilah 6 mitos tentang diabetes yang paling umum dan tidak boleh Anda percaya.

1. Makan gula adalah penyebab utama diabetes

Mitos tentang diabetes yang paling umum pertama yaitu makan gula adalah penyebab utama diabetes.

Gula bukanlah penyebab utama diabetes. Faktanya, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 memiliki penyebab dasar yang sangat berbeda.

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas. Ini menyebabkan produksi insulin menjadi sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

Di sisi lain, diabetes tipe 2 lebih rumit. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor seperti genetika, resistensi insulin, komposisi tubuh, serta kebiasaan gaya hidup seperti pola makan dan kurangnya aktivitas fisik.

Diabetes tipe 2 tidak memiliki penyebab tunggal, terutama gula saja. Pola makan tinggi makanan ultra-proses yang sering kali mengandung tambahan gula, lemak, dan karbohidrat olahan, telah dikaitkan dengan resistensi insulin dan disregulasi glukosa.

Meskipun mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan dapat berperan dalam perkembangan diabetes tipe 2, namun hal itu bukanlah penyebab langsung. Ini bukan tentang satu makanan atau bahan. Tetapi, ini tentang pola makan secara keseluruhan dan kesehatan metabolisme.

2. Penderita diabetes tidak boleh makan karbohidrat

Mitos tentang diabetes yang paling umum kedua yaitu penderita diabetes tidak boleh makan karbohidrat.

Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa penderita diabetes harus menghindari karbohidrat sama sekali. Kenyataannya, semua karbohidrat dapat dimasukkan ke dalam diet ramah diabetes, asalkan dengan panduan yang tepat.

Karbohidrat kaya serat seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, buah, dan sayuran merupakan pilihan yang sangat baik. Dicerna lebih lambat, karbohidrat ini mampu mendukung kontrol glikemik dan menyediakan vitamin serta mineral esensial yang penting untuk manajemen diabetes. 

Menggabungkan karbohidrat dengan protein, lemak, atau serat dapat membantu memperlambat pencernaan dan menjaga gula darah tetap stabil.

Tentu saja, beberapa orang mungkin perlu memantau asupan karbohidrat mereka dan menghindari konsumsi yang terlalu banyak sekaligus. Bekerja sama dengan ahli gizi atau spesialis diabetes dapat membantu Anda memahami bagaimana gula darah merespons berbagai jenis dan jumlah karbohidrat.

3. Insulin adalah obat diabetes

Mitos tentang diabetes yang paling umum ketiga yaitu insulin adalah obat diabetes.

Pada pasien diabetes tipe 1, insulin harus digunakan karena tubuh mereka tidak lagi memproduksinya. Untuk pasien diabetes tipe 2, insulin diberikan ketika obat lain gagal mengendalikan kadar gula darah.

Meskipun penderita diabetes menggunakan insulin, namun penyakit ini merupakan kondisi seumur hidup yang dikendalikan melalui pola makan, olahraga, dan penyesuaian gaya hidup.

Baca Juga: Apakah Membaca Bikin Panjang Umur atau Tidak? Ini Kata Sains

4. Diabetes bukan masalah serius jika Anda tidak merasakan sakit

Mitos tentang diabetes yang paling umum keempat yaitu diabetes bukan masalah serius jika Anda tidak merasakan sakit.

Diabetes adalah kondisi serius, meskipun gejalanya tidak langsung terlihat. Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, kerusakan ginjal, kerusakan saraf, dan masalah penglihatan.

Sekali pun Anda merasa baik-baik saja, Anda tetap harus memantau gula darah secara teratur dan mengikuti saran dari dokter guna mencegah kerusakan jangka panjang.

5. Penderita diabetes tipe 2 tidak perlu obat jika berat badan turun

Mitos tentang diabetes yang paling umum kelima yaitu penderita diabetes tipe 2 tidak perlu obat jika berat badan turun.

Meskipun perubahan gaya hidup dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol gula darah secara drastis, namun banyak penderita diabetes tipe 2 tidak dapat mencapainya hanya dengan modifikasi gaya hidup.

Faktanya, banyak penderita diabetes tipe 2 memerlukan obat atau insulin untuk menjaga kadar glukosa darah dalam kisaran aman. Ingat, diabetes adalah penyakit progresif dan rencana perawatan harus dimodifikasi seiring waktu.

6. Penderita diabetes tidak boleh makan makanan manis sama sekali

Mitos tentang diabetes yang paling umum keenam yaitu penderita diabetes tidak boleh makan makanan manis sama sekali.

Adalah mitos bahwa penderita diabetes tidak boleh makan makanan manis dan makanan penutup sama sekali. Membatasi makanan manis memang penting, tetapi tidak berarti harus menghindarinya sepenuhnya.

Moderasi adalah kuncinya. Penderita diabetes tetap dapat menikmati makanan manis sesekali dengan memasukkannya ke dalam rencana makan dan menyeimbangkannya dengan makanan sehat lainnya. Kadar gula darah bisa dikelola dengan kontrol porsi dan pilihan pola makan yang cerdas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Cuma Rajin Sikat Gigi, Ini Pentingnya Menjaga Microbiome Mulut

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 mengangkat pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut.​    

4 dari 10 Anak Sekolah Alami Gigi Berlubang, Ini Imbauan Wamenkes

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono ungkap sekitar 4 dari 10 anak Indonesia yang bersekolah mengalami gigi berlubang.​  

Model Rumah Ukuran 6 × 12 Meter 1 Lantai Modern Tropical yang Hemat Biaya

Model rumah 6 × 12 meter 1 lantai modern tropical dengan denah 2 sampai 3 kamar dan estimasi biaya bangun hemat pada tahun 2026.

Bayar Pakai QRIS, ShopeePay Pastikan Pengguna Dapat Cashback Tiap Transaksi

ShopeePay menggelar kampanye Bayar QRIS Pasti Cashback hingga Rp 100.000. Tiap transaksi dipastikan dapat cashback.

Mau Kulit Glowing Tanpa Skincare? Minum 5 Infused Water Ini Secara Teratur

Kali ini MomsMoney akan membagikan resep 5 infused water untuk kulit glowing dari dalam. Yuk, simak dan catat!

Ide Rumah Minimalis Ukuran 7 × 9 Meter yang Nyaman dan Ramah Anak

Denah rumah minimalis 7 × 9 meter dengan tata ruang terbuka, ventilasi baik, dan desain nyaman untuk keluarga serta anak.

Berapa Persen Gaji Suami untuk Dana Pendidikan Anak? Ini Patokan yang Bisa Dipakai

Berapa persen gaji suami untuk dana pendidikan anak? Simak patokan 5–20% dan cara menentukan nominal yang sesuai kondisi keluarga.​

Pasar Modal Bisa Menjadi Salah Satu Alternatif Usaha Menengah Mencari Dana

Kementerian UMKM tengah mengadakan pendampingan bagi usaha kalangan menengah untuk bisa melantai di bursa lewat Rise to IPO. 

Cara Lindungi Keuangan Rumah Tangga dari Penipuan Digital saat HP Hilang

Ponsel hilang bisa membuka risiko keuangan. Simak cara amankan rekening, akun digital, dan anggaran rumah tangga dengan cepat.

Cinta Laura Baca 3 Buku Ini yang Bisa Bantu Membuka Perspektif

Cinta Laura membagikan tiga buku yang dia baca yang bantu melihat pengaruh lingkungan, memahami perilaku manusia, dan memperluas cara pandang.