M O M S M O N E Y I D
Santai

6 Kesalahan Mencuci Bisa Membuat Pakaian Menyusut dan Cara Menghindarinya

Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Berikut ini kesalahan mencuci dapat membuat pakaian menyusut dan cara menghindarinya. Mari simak.    

Pernahkah Moms merasa frustasi karena pakaian kesayangan tiba-tiba menyusut setelah dicuci? 

Salah satu masalah paling umum saat mencuci pakaian adalah penyusutan, terutama pada bahan seperti katun, wol, dan linen. 

Dikutip dari realsimple, keadaan ini bisa terjadi karena alasan beragam, mulai dari suhu air yang terlalu panas hingga siklus pencucian yang salah. 

Namun, keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan karena semua hal ini dapat dihindari dengan tindakan sederhana! 

Berikut enam kesalahan mencuci yang menyebabkan pakaian menyusut dan cara menghindarinya.

Baca Juga: 10 Referensi Tanaman Paling Mudah Dirawat di Rumah

1. Tidak membaca informasi perawatan pakaian

Kesalahan pertama dan paling umum adalah tidak membaca informasi perawatan pakaian sebelum dicuci.

Informasi ini berisi informasi penting seperti suhu air yang disarankan, jenis deterjen yang sesuai, dan metode pengeringan terbaik.

Jika Moms ingin pakaian bertahan lama, pastikan untuk membaca dan mengikuti petunjuk informasi perawatan sebelum mencuci.

2. Menggunakan air panas

Air yang terlalu panas dapat menyebabkan serat alami pada pakaian menyusut. Kapas, wol, dan linen sangat sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem. 

Cara terbaik adalah menggunakan air dingin atau hangat saat mencuci untuk mempertahankan bentuk dan struktur pakaian. 

Selain itu, mencuci dengan air dingin juga lebih hemat energi dan membantu mempertahankan warna pakaian lebih lama.

Baca Juga: Vida Meluncurkan Teknologi Autentikasi Generasi Berikutnya

3. Siklus pencucian yang salah dipilih

Banyak Moms mungkin berpikir bahwa mencuci dengan siklus Mencuci secara teratur atau berat akan membuat pakaian lebih bersih. 

Namun, untuk beberapa bahan, seperti wol, sutra atau pakaian halus, lebih baik menggunakan siklus lembut atau halus. 

Siklus ini beroperasi pada putaran yang lebih lambat, mengurangi gesekan dan mencegah pakaian menyusut.

4. Menggunakan deterjen yang sangat kuat

Deterjen yang mengandung bahan kimia keras dapat merusak serat kain dan menyebabkan penyusutan. 

Pilihlah deterjen yang berbahan dasar tanaman atau ekologis. untuk menjaga pakaian tetap lembut dan tahan lama. 

Jika Moms memiliki pakaian yang terbuat dari bahan khusus seperti wol atau sutra, gunakan deterjen yang dirancang khusus untuk bahan tersebut.

Baca Juga: Maspion Kembangkan Usaha Melalui Transformasi Digital

5. Mengeringkan pakaian pada suhu tinggi

Selain air panas, panas dari pengering juga dapat menyebabkan pakaian menyusut. 

Jika memungkinkan, hindari penggunaan suhu tinggi untuk mengeringkan pakaian. 

Cara terbaik adalah mengeringkan pakaian Moms secara alami dengan menggantungnya di tempat yang teduh. 

Jika Moms ingin menggunakan pengering, pilih suhu rendah atau angkat pakaian saat masih agak lembap dan biarkan kering secara alami.

6. Jangan gunakan alat penguap untuk merawat pakaian

Steamer atau alat penguap pakaian merupakan solusi yang lebih lembut daripada menyetrika. 

Selain mengurangi kerutan, steamer juga membantu menjaga pakaian tetap dalam bentuk dan mengurangi risiko kusut. 

Jika Moms ingin pakaian tetap bersih dan tahan lama, cobalah melakukan cara ini sebagai bagian dari rutinitas perawatan pakaian harian.

Pakaian yang menyusut setelah dicuci memang menyebalkan, namun dengan memahami penyebabnya, Moms dapat dengan mudah menghindarinya. 

Baca Juga: 9 Nutrisi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak, Ini Daftar Makanannya

Pastikan untuk selalu membaca label perawatan, gunakan suhu air yang benar, pilih siklus pencucian yang benar, dan hindari penggunaan deterjen dan panas yang berlebihan. 

Melalui cara ini, pakaian kesayangan Moms akan tetap terjaga keindahannya lebih lama!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!               

6 Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi Setelah Usia 50 Tahun agar Tetap Sehat

Yuk, cek daftar makanan yang perlu dibatasi setelah usia 50 tahun agar tetap sehat berikut ini! Apa sajakah itu?  

Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

IDAI dorong vaksinasi dini DBD pada anak karena kelompok usia 5–14 tahun catat kematian tertinggi di Indonesia  

9 Rekomendasi Camilan untuk Menjaga Kesehatan Jantung yang Kaya Protein

Cek rekomendasi camilan untuk menjaga kesehatan jantung yang kaya protein ini, yuk!                    

5 Alasan Wanita Cepat Naik Berat Badan saat Usia 50 Tahun ke Atas

Ada beberapa alasan wanita cepat naik berat badan saat usia 50 tahun ke atas. Apa sajakah itu?       

Point Coffee Hadirkan Promo Bundling Minuman Murah Meriah Juni, Palm Sugar Rp 1

Membeli kopi favorit di Point Coffee bulan Juni bisa jauh lebih hemat. Diskon spesial menanti, jangan sampai ketinggalan!

Promo JSM Hypermart 19-22 Juni 2026, Beli 1 Gratis 1 Ebi Furai-Bakso Sapi

Promo JSM Hypermart hadir lagi. Kebutuhan dapur, makanan, dan personal care diskon. Jangan lewatkan kesempatan ini.

Kadar Asam Urat Normal? Ini Cara Efektif Jaga Kesehatan Sendi

Obat saja tak cukup. Kombinasi diet dan hidrasi penting untuk asam urat. Temukan cara terbaik untuk mengontrol kadar dan hindari kekambuhan.