M O M S M O N E Y I D
Bugar

6 Hal yang Harus Anda Tahu tentang Diabetes Tipe 2, Apa Sajakah Itu?

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ada beberapa hal yang harus Anda tahu tentang diabetes tipe 2. Yuk, cari tahu selengkapnya di sini!

Diabetes tipe 2 adalah salah satu penyakit yang semakin umum di masyarakat modern. Pemahaman yang baik tentang kondisi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Mengetahui fakta-fakta dasar tentang diabetes tipe 2 dapat membantu Anda mengenali gejala, memahami faktor risiko, dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Penyakit ini tidak hanya mempengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan lainnya.

Baca Juga: 10 Sayuran yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes secara Berlebihan

Melansir dari laman Healthline, ini dia beberapa hal yang harus Anda tahu tentang diabetes tipe 2:

1. Kondisi Kronis Tanpa Obat

Diabetes tipe 2 adalah kondisi di mana tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah. Ini terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik, hormon yang berfungsi mengatur gula darah.

Ketika insulin tidak berfungsi, gula akan menumpuk dalam darah, sehingga menyebabkan kadar gula darah tinggi. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi yang dibutuhkan, yang dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

Diabetes adalah kondisi kronis yang saat ini tidak memiliki obat, sehingga memerlukan pengelolaan yang hati-hati dan terkadang pengobatan untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal.

2. Tingkat Kejadian yang Meningkat

Diabetes tipe 2 semakin umum, terutama di kalangan orang dewasa muda. Menurut data dari WHO, tingkat kematian akibat diabetes meningkat sebesar 3% antara tahun 2000 dan 2019.

Dulu, diabetes tipe 2 lebih sering ditemukan pada orang dewasa, tetapi sekarang semakin banyak kasus yang terdiagnosis pada orang dewasa muda.

Baca Juga: Mengulik Manfaat Daun Kersen untuk Diabetes yang Jarang Diketahui

3. Gejala yang Sering Terabaikan

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menderita diabetes tipe 2 karena gejalanya yang tidak selalu jelas. Gejala seperti kelelahan, rasa lapar yang meningkat, dan haus yang berlebihan sering kali sulit dikenali dan bisa berkembang secara perlahan.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan diabetes, terutama bagi mereka yang berusia 35 tahun ke atas.

4. Risiko Komplikasi Serius

Jika tidak terdiagnosis atau tidak dikelola dengan baik, diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, masalah penglihatan, kerusakan ginjal, dan kerusakan saraf.

Oleh karena itu, penting untuk memantau kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah secara rutin untuk mengurangi risiko komplikasi ini.

Baca Juga: 11 Cara Efektif Menghindari Penyakit Diabetes yang Dapat Anda Terapkan

5. Ada Kelompok Berisiko Tinggi

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Faktor risiko ini termasuk kurangnya aktivitas fisik, riwayat keluarga diabetes, dan kondisi kesehatan tertentu seperti obesitas atau hipertensi.

Selain itu, orang yang berusia 45 tahun ke atas dan dari kelompok etnis tertentu juga lebih rentan.

6. Pengelolaan Melalui Gaya Hidup Sehat

Diabetes tipe 2 dapat dikelola dan bahkan dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menghindari makanan olahan serta gula tambahan adalah langkah-langkah penting.

Memantau kadar gula darah dan menjaga kesehatan kaki, ginjal, serta mata juga sangat penting untuk mencegah komplikasi. Ingatlah bahwa meskipun obat dapat membantu, perubahan gaya hidup tetap menjadi kunci dalam pengelolaan diabetes.

Baca Juga: 12 Ciri-Ciri Umum Diabetes di Usia Muda yang Tidak Boleh Diabaikan

Itulah beberapa hal yang harus Anda tahu tentang diabetes tipe 2. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.