M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

5 Perilaku Orang Tua yang Dapat Merusak Mental Anak

Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Setiap orang tua tentu tidak luput dari kesalahan saat membesarkan anak-anaknya. Meski dapat dimaklumi mengingat tidak ada satu pun orang yang sempurna, namun para orang tua dituntut untuk selalu bisa melakukan introspeksi diri supaya perilaku atau metode pengasuhan yang diterapkan tidak berakhir merugikan anak.

Sebagai bahan evaluasi Anda, berikut 5 perilaku orang tua yang harus dihindari, karena dapat merusak mental anak sebagaimana dilansir dari Bright Side.

Baca Juga: 4 Kandungan Produk Face Wash yang Tidak Cocok untuk Kulit Kering

1. Menghukum anak di depan orang lain

Tak jarang, orang tua marah, berteriak, bahkan menghukum anaknya di depan orang lain. Di saat-saat seperti ini, orang tua kerap tidak menyadari dan tidak memikirkan apa dampak perilaku mereka yang demikian terhadap diri anak.

Padahal, anak-anak sebenarnya sangat memedulikan pendapat dari orang-orang di sekitar mereka. Dengan menghukum anak di depan umum, akan mempermalukan anak sekaligus merusak kepercayaan diri mereka. Jika terus dibiasakan, anak akan cenderung merasa rendah diri sampai mereka tumbuh dewasa.

2. Terlalu menahan diri

Jika Anda jarang memeluk anak-anak  dan tidak memberi tahu mereka bahwa Anda mencintainya, maka anak mungkin akan terisolasi secara emosional.

Saat Anda tidak memahami perasaan dan mendengarkan pendapat anak atau bersikap acuh tak acuh terhadap mereka, maka kemungkinan besar anak akan mencontoh perilaku tersebut dan menerapkannya pada orang lain. Pada akhirnya, anak akan kesulitan untuk akrab dengan seseorang, memercayai orang lain, berteman, atau memulai sebuah keluarga.

3. Memberikan kompensasi berlebihan

Ketidaksukaan dari orang tua terhadap gaya parenting ibu dan ayah mereka dulu sering kali menyebabkan keengganan untuk menerapkan metode pengasuhan yang sama pada anak-anak mereka. Apakah Anda termasuk orang tua yang enggan membiarkan anak mendapatkan pengasuhan yang sama dengan yang Anda dapatkan semasa kecil?

Saat membangun keluarga sendiri, Anda sebagai orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anak-anak, salah satunya dengan tidak mengulang gaya parenting dari orang tua Anda.

Misalnya, jika gaya pengasuhan orang tua dahulu tergolong otoriter, tentu itu mendorong Anda untuk memberikan banyak kebebasan kepada anak-anak  dengan harapan mereka tidak merasakan apa yang Anda rasakan dulu. Padahal, kompensasi semacam itu termasuk berlebihan dan tidak baik bagi anak-anak. Alhasil, anak mungkin akan merasa ditinggalkan dan tidak dibutuhkan lagi.

4. Bertindak secara agresif

Anak-anak akan belajar bagaimana menghadapi masalah atau kesulitan dengan cara memerhatikan orang tua mereka. Meski tak jarang permasalahan yang harus dihadapi orang tua berasal dari anak, namun Anda dituntut untuk tetap bersikap tenang alih-alih agresif.

Pasalnya, saat Anda bersikap kasar kepada anak atau mengekspresikan emosi negatif terhadap mereka terutama jika anak masih berusia dini, itu dapat menyebabkan masalah manajemen marah dalam diri anak. Lama-kelamaan, anak akan kesulitan untuk mengontrol amarahnya dengan baik dan cenderung bertindak secara impulsif.

5. Lari dari masalah

Pergi dan melupakan masalah begitu saja memang terasa nyaman dan mudah dilakukan daripada menghadapi dan menyelesaikannya. Akan tetapi, kebiasaan lari dari masalah bukan contoh yang baik dan hanya akan membuat masalah yang sedang terjadi semakin berlarut-larut.

Sama halnya dengan sesama orang dewasa, permasalahan dan pertengkaran antara Anda dan anak harus ditangani dengan segera guna memperbaiki situasi dan memulihkan kepercayaan. Sebaliknya, saat Anda lebih memilih untuk menghindari masalah yang sedang terjadi antara Anda dan anak, maka sangat mungkin bagi anak untuk meniru kebiasaan tersebut. Selain itu, anak pun enggan untuk percaya lagi dengan Anda sekaligus akan menganggap Anda sebagai musuhnya.

Daripada hubungan menjadi renggang, alangkah baik bagi Anda untuk menghadapi masalah yang sedang terjadi dan bergegas menyelesaikannya dengan tetap bersikap tenang dan berbicara penuh rasa hormat kepada anak. Mula-mula, coba dengarkan anak dengan penuh perhatian guna menunjukkan kepada mereka bahwa Anda tertarik dengan apa yang mereka rasakan dan cobalah untuk melihat masalah dari sudut pandang anak.

Kemudian, bicarakan perasaan Anda, jelaskan alasan Anda marah dan minta maaflah jika memang bersalah. Dengan begini, anak tidak akan menganggap Anda sebagai musuh dan bisa percaya lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Sambut Liburan dengan Promo KAI Diskon 30% Tiket Ekonomi Komersial, Pesan Sekarang

Momen liburan makin hemat! Nikmati diskon tiket KAI hingga 30% untuk kelas ekonomi komersial. Pesan sekarang dan rencanakan perjalanan Anda!

Promo Gokana Juni 2026: Makan Berdua Mulai Rp 88 Ribu, Hemat Tiap Senin-Kamis

Makan enak berdua di Gokana cuma Rp 88.000! Nikmati paket nasi & ramen lengkap Senin-Kamis. Cek menu pilihan Anda sebelum kehabisan!

Fitur Baru WhatsApp: Chat Mencurigakan Langsung Terungkap dengan Scam Alert

Fitur Scam Alert WhatsApp menganalisis chat di perangkat tanpa kirim data. Notifikasi peringatan akan muncul jika terdeteksi pola mencurigakan. 

HP Samsung Ini Punya Layar AMOLED Super Cerah, Beda Jauh dari Lainnya

HP Samsung dengan layar AMOLED tawarkan warna pekat dan cerah. Temukan model terbaik untuk pengalaman visual tak tertandingi!

Kejutan Senin! Promo A&W MonDeal Beli 2 Gratis 1 Ayam Hemat Sepanjang Juni

Promo A&W MonDeal tawarkan beli 2 gratis 1 ayam setiap Senin. Jangan sampai terlewat kesempatan makan enak hemat besar ini di bulan Juni!

Suka Minum Alkohol? Ganti ke Kopi Saja, Cegah Asam Urat di Usia Muda

Alkohol meningkatkan risiko asam urat karena purin tinggi. Ganti dengan kopi yang terbukti efektif turunkan risiko jangka panjang.

5 Sunscreen SPF 50 Ini Aman di Mata, Tak Bikin Wajah Abu-Abu

SPF 50 blokir 98% sinar UVB, lebih baik dari SPF 30. Temukan pilihan sunscreen yang tidak lengket dan bebas whitecast untuk kulit Anda.

Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Senin (8/6) Mager

Harga emas di Pegadaian produksi Galeri 24 dan UBS hari ini Senin (8/6) kompak stagnan dari perdagangan sebelumnya.

Cek 6 Tanda WhatsApp Diblokir agar Tak Lagi Terjebak Penasaran

Pesan terkirim centang satu terlalu lama? Ini bisa jadi petunjuk Anda diblokir. Pahami 6 tanda pasti WhatsApp diblokir agar tak salah sangka. 

Promo Superindo Weekday 8-11 Juni 2026, Iga Sapi-Ikan Bandeng Super Harga Spesial

Cek promo Superindo Weekday hari ini periode 8-11 Juni 2026 untuk belanja hemat di Superindo terdekat awal pekan ini.