M O M S M O N E Y I D
Keluarga

5 Pantangan Setelah Laser Wajah yang Harus Dihindari, Jangan Pakai Makeup Dulu Ya!

5 Pantangan Setelah Laser Wajah yang Harus Dihindari, Jangan Pakai Makeup Dulu Ya!
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Habis laser wajah? Wajib tahu, berikut ini 5 pantangan setelah laser wajah yang harus dihindari. Simak, Moms.

Laser wajah merupakan prosedur kecantikan dengan memanfaatkan energi cahaya yang difokuskan ke area kulit wajah yang bermasalah.

Energi cahaya yang digunakan pada perawatan laser wajah berfungsi untuk menghilangkan permukaan kulit yang rusak, merangsang pertumbuhan sel kulit baru, hingga merangsang produksi kolagen dan elastin.

Baca Juga: 13 Bahaya Terlalu Banyak Makan Gula bagi Tubuh, Cek di Sini

Tidak jauh berbeda dengan prosedur kecantikan lainnya, laser wajah juga bisa menyebabkan efek samping seperti kulit kemerahan, pembengkakan, hingga kulit terkelupas. Untuk meminimalkan efek samping yang mungkin muncul, pastikan Anda menghindari pantangan-pantangan setelah laser wajah.

Melansir laman Plasthetic Clinic, berikut 5 pantangan setelah laser wajah yang harus dihindari, yang harus Moms tahu sebelum mencoba perawatan ini.

1. Menyentuh wajah

Pantangan setelah laser wajah yang harus dihindari pertama yaitu menyentuh wajah.

Setelah melakukan laser wajah, selalu ingat untuk tidak menyentuh wajah dengan tangan terutama dalam keadaan kotor. Pasalnya, kulit wajah yang baru saja menjalani perawatan laser akan menjadi sangat sensitif, sehingga menyentuhnya dengan tangan dapat mengakibatkan iritasi atau infeksi.

Selain itu, kebiasaan menyentuh wajah juga bisa menyebabkan penyebaran kuman dan bakteri di permukaan kulit wajah, yang dapat memicu munculnya komedo dan jerawat.

2. Aktivitas berat

Pantangan setelah laser wajah yang harus dihindari kedua yaitu aktivitas berat.

Melakukan aktivitas berat dapat menghasilkan banyak keringat. Tatkala kulit wajah mengeluarkan keringat secara berlebihan, itu dapat menghambat proses penyembuhan luka dan berpotensi mengiritasi kulit yang masih dalam tahap penyembuhan pasca laser.

Jadi, pastikan Anda menghindari aktivitas berat setidaknya selama 2 minggu setelah perawatan laser wajah dilakukan ya, Moms.

3. Terpapar sinar matahari secara langsung

Pantangan setelah laser wajah yang harus dihindari ketiga yaitu terpapar sinar matahari secara langsung.

Setelah menjalani perawatan laser wajah, kulit biasanya akan menjadi lebih rentan terhadap sinar UV. Oleh sebab itu, Anda harus menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Karena, sinar matahari dapat mengakibatkan iritasi dan menimbulkan hiperpigmentasi pada kulit.

Jika memang perlu beraktivitas di luar ruangan, maka Anda wajib menggunakan sunscreen ber-SPF tinggi dan menggunakan topi atau payung untuk memberikan perlindungan ekstra.

Baca Juga: 12 Tanda-Tanda Terlalu Banyak Makan Gula yang Harus Anda Waspadai, Apa Saja?

4. Menggunakan skincare yang berpotensi mengiritasi kulit

Pantangan setelah laser wajah yang harus dihindari keempat yaitu menggunakan skincare yang berpotensi mengiritasi kulit.

Pasca laser wajah, sangat disarankan bagi Anda untuk tidak menggunakan produk skincare yang mengandung bahan-bahan yang berpotensi mengiritasi kulit seperti AHA, BHA, retinol, dan alkohol.

Jika biasanya Anda menggunakan produk skincare dengan bahan-bahan tersebut, sebaiknya hentikan dulu penggunaannya selama 2-3 hari setelah laser wajah. Sebagai gantinya, gunakan produk skincare yang menghidrasi dan menenangkan.

5. Pakai makeup

Pantangan setelah laser wajah yang harus dihindari terakhir yaitu pakai makeup.

Setelah melakukan perawatan laser wajah, usahakan untuk tidak menggunakan makeup setidaknya selama 24 jam pertama atau lebih lama sesuai rekomendasi dokter.

Tidak menggunakan makeup setelah laser wajah bertujuan untuk menghindari iritasi pada kulit yang sedang dalam tahap penyembuhan sekaligus mengurangi terjadinya risiko infeksi. Pasalnya, kulit yang baru saja menjalani laser cenderung lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi akibat kandungan kosmetik.

Demikian 5 pantangan setelah laser wajah yang harus dihindari. Jangan lupa dicatat, Moms!

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.