MOMSMONEY.ID - Trading futures menjadi pilihan bagi trader crypto yang ingin memanfaatkan pergerakan harga. Namun, futures juga memiliki risiko yang lebih tinggi karena trader dapat menggunakan leverage. Oleh karena itu, pemula harus memahami futures, memilih aplikasi yang sesuai, hingga manajemen risiko.
Salah satu aplikasi yang menyediakan fitur futures adalah Pintu Futures. Dengan menggunakan aplikasi ini maka kamu bisa melakukan leverage hingga 25x. Dengan antarmuka yang simpel, dukungan leverage tinggi, stop order, limit order, serta biaya trading kompetitif, Pintu Futures cocok untuk trader pemula maupun profesional.
Tak hanya itu, Pintu juga memiliki fitur Futures Lite yang dirancang dengan tampilan sederhana, bersih, fokus ke arah market, pakai Isolated Margin, dan TP/SL diatur setelah posisi terbuka. Jika Pintu Futures Pro buat profesional, maka Futures Lite ditujukan untuk pemula.
Bagi pemula, mempelajari leverage untuk pemula menjadi langkah awal sebelum masuk ke futures. Dengan memahami hubungan antara leverage, margin, ukuran posisi, dan risiko, trader dapat menentukan strategi secara lebih terukur.
Setelah memahami konsep tersebut, pemula juga dapat mempelajari cara trading futures agar mengetahui tahapan membuka dan mengelola posisi. Berikut 5 cara trading futures untuk pemula, diantaranya adalah:
1. Pilih Aplikasi yang Menyediakan Fitur Futures
Langkah pertama adalah memilih aplikasi yang menyediakan fitur futures. Pemula sebaiknya tidak hanya melihat jumlah aset atau besarnya leverage yang tersedia, tetapi juga memperhatikan biaya transaksi, mekanisme margin, fitur keamanan, serta aturan likuidasi.
Salah satu aplikasi yang menyediakan fitur tersebut adalah Pintu Futures. Melalui Pintu Futures, pengguna dapat melakukan trading kontrak perpetual dan memilih leverage sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing kontrak.
Namun, kamu juga harus mempelajari ketentuan produk sebelum melakukan transaksi. Setiap platform dapat memiliki mekanisme, biaya, dan batas leverage yang berbeda. Karena itu, baca informasi resmi yang tersedia dan pahami seluruh ketentuan sebelum memasukkan dana.
Selain itu, pastikan akun telah memiliki perlindungan keamanan yang memadai. Gunakan kata sandi yang kuat dan aktifkan fitur keamanan yang tersedia. Dengan begitu, trader tidak hanya fokus pada strategi trading, tetapi juga memperhatikan keamanan akun dan dana.
2. Pahami Cara Kerja Long, Short, dan Leverag
Setelah memilih aplikasi, pahami terlebih dahulu cara kerja posisi long dan short. Posisi long biasanya digunakan ketika trader memperkirakan harga akan naik. Sebaliknya, posisi short digunakan ketika trader memperkirakan harga akan turun.
Futures juga memungkinkan trader menggunakan leverage. Fitur ini membuat trader dapat membuka posisi dengan nilai lebih besar dibandingkan margin yang disediakan.
Misalnya, trader menggunakan leverage 5x dengan margin Rp100.000. Secara sederhana, trader dapat memiliki eksposur posisi sekitar Rp500.000, sesuai dengan mekanisme dan ketentuan platform.
Namun, trader perlu memahami bahwa leverage tidak hanya memperbesar potensi keuntungan. Ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi, kerugian juga dapat meningkat lebih cepat. Karena itu, pemula sebaiknya tidak langsung menggunakan leverage tinggi.
Selain itu, pahami perbedaan antara leverage dan ukuran posisi. Trader dapat menggunakan leverage tertentu tetapi tetap membuka posisi dengan ukuran yang lebih kecil.
3. Siapkan Modal dan Atur Ukuran Posisi
Selanjutnya tentukan modal yang dialokasikan untuk trading. Gunakan dana bebas karena futures memiliki risiko kerugian yang tinggi. Jangan menggunakan dana untuk kebutuhan pokok, cicilan, pendidikan, atau dana darurat sebagai modal trading.
Kemudian, tentukan ukuran posisi sebelum membuka transaksi. Jangan menggunakan seluruh saldo hanya karena platform memungkinkan Anda membuka posisi dengan nilai yang besar. Dengan membatasi ukuran posisi, trader dapat mengurangi dampak satu transaksi terhadap keseluruhan modal.
Selain itu, perhatikan volatilitas aset. Aset yang memiliki pergerakan harga lebih agresif membutuhkan pengelolaan posisi yang lebih hati-hati. Karena itu, ukuran posisi sebaiknya mengikuti kondisi pasar, bukan hanya mengikuti jumlah modal yang tersedia.
4. Gunakan Stop Loss dan Pahami Risiko Likuidasi
Manajemen risiko menjadi bagian penting dalam trading futures. Salah satu caranya adalah menggunakan stop loss untuk menentukan batas kerugian ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi.
Sebelum membuka posisi, tentukan terlebih dahulu kapan kamu akan keluar jika analisis tidak berjalan sesuai rencana. Dengan demikian, trader tidak perlu mengambil keputusan secara emosional ketika harga mulai bergerak berlawanan.
Namun, stop loss bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Trader juga harus memahami harga likuidasi dan mekanisme margin. Jika margin tidak lagi mencukupi untuk mempertahankan posisi, platform dapat melakukan likuidasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemula juga perlu memahami perbedaan isolated margin dan cross margin. Pada isolated margin, margin untuk posisi tertentu dipisahkan dari dana lainnya sesuai mekanisme platform. Sementara itu, cross margin dapat menggunakan saldo margin yang tersedia untuk membantu mempertahankan posisi.
5. Buat Rencana Trading dan Lakukan Evaluasi
Langkah terakhir adalah membuat rencana trading sebelum membuka posisi. Rencana tersebut dapat mencakup aset yang dipilih, arah posisi, titik masuk, target keuntungan, batas kerugian, ukuran posisi, dan leverage.
Dengan rencana yang jelas, trader dapat mengurangi keputusan impulsif. Selain itu, trader dapat mengevaluasi setiap transaksi setelah posisi ditutup.
Catat alasan membuka posisi, hasil transaksi, kondisi pasar, serta kesalahan yang terjadi. Setelah mengumpulkan beberapa transaksi, gunakan catatan tersebut untuk melihat apakah strategi yang digunakan masih sesuai.
Trader juga perlu menghindari overtrading. Jangan membuka banyak posisi hanya karena ingin mengejar keuntungan atau mengembalikan kerugian sebelumnya. Jika kondisi pasar tidak sesuai dengan strategi, menunggu juga merupakan bagian dari proses trading.
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan dalam memulai trading futures membutuhkan persiapan yang lebih matang dibandingkan sekadar membeli dan menjual aset crypto di pasar spot.
Trader perlu memilih aplikasi yang menyediakan fitur futures, memahami posisi long dan short, mempelajari leverage, mengatur modal, serta menerapkan manajemen risiko.
Pintu Futures merupakan salah satu contoh platform yang menyediakan fitur futures. Namun, sebelum menggunakannya, trader tetap perlu mempelajari ketentuan produk, biaya, mekanisme margin, leverage, serta risiko likuidasi yang berlaku.
Selain itu, jangan menjadikan leverage sebagai alasan untuk membuka posisi sebesar mungkin. Sebaliknya, gunakan leverage secara terukur dan sesuaikan ukuran posisi dengan kemampuan menanggung risiko. Dengan membuat rencana trading dan melakukan evaluasi secara rutin, pemula dapat memahami proses futures secara lebih sistematis.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News