M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Penyebab Maskara Menggumpal yang Bikin Bulu Mata Terlihat Berantakan

4 Penyebab Maskara Menggumpal yang Bikin Bulu Mata Terlihat Berantakan
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Mendapatkan hasil bulu mata yang lentik dan tebal adalah dambaan setiap orang saat merias wajah. Namun, salah satu masalah paling menyebalkan saat berdandan adalah ketika maskara tiba-tiba menggumpal, sehingga membuat bulu mata saling menempel dan terlihat tidak rapi.

Banyak orang mengira gumpalan pada maskara hanya disebabkan oleh produk yang sudah kedaluwarsa. Padahal, teknik pengaplikasian yang salah dan kebiasaan tertentu turut memicu kerusakan formula maskara.

Maskara yang menggumpal biasanya terjadi akibat penumpukan produk pada sikat aplikator, masuknya udara ke dalam tabung, atau penggunaan formula yang sudah mulai mengering.

Baca Juga: 4 Look Makeup yang Cocok untuk Usia 40-an, Bikin Wajah Segar dan Awet Muda

Selengkapnya, berikut 4 penyebab maskara menggumpal yang wajib Anda ketahui sebagaimana dilansir dari Vogue, Allure, dan Cosmopolitan.

1. Kebiasaan Memompa Sikat Maskara Keluar-Masuk Tabung

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah memompa sikat maskara ke luar dan ke dalam tabung berulang kali saat ingin mengambil produk. Gerakan memompa ini justru akan mendorong banyak udara ke dalam tabung kedap udara maskara.

Masuknya udara secara terus-menerus akan mempercepat proses penguapan cairan pelarut di dalam formula maskara. Akibatnya, produk di dalam tabung menjadi cepat kering, menebal, dan menggumpal saat diaplikasikan ke bulu mata.

Cara yang benar adalah dengan memasukkan sikat dan memutarnya perlahan secara melingkar di dalam tabung untuk mengambil produk secukupnya tanpa memasukkan udara.

2. Terlalu Banyak Menumpuk Lapisan Maskara

Keinginan untuk mendapatkan bulu mata yang sangat tebal sering kali membuat seseorang mengaplikasikan maskara secara berlapis-lapis dalam waktu berdekatan.

Menumpuk lapisan maskara baru di atas lapisan yang belum benar-benar kering akan menciptakan tekstur yang terlalu berat. Akibatnya, formula produk akan saling mengikat dan membentuk gumpalan tebal yang membuat bulu mata tampak seperti kaki laba-laba.

Jika Anda ingin menggunakan beberapa lapis maskara, pastikan untuk memberikan jeda beberapa detik agar lapisan sebelumnya setengah mengering. Atau, gunakan sisir bulu mata (lash separator) di sela-sela pengaplikasian.

Baca Juga: Ampuh & Aman, Ini Cara Mengatasi Keputihan Berlebihan Pakai 5 Bahan Alami di Rumah

3. Menggunakan Maskara yang Sudah Kedaluwarsa

Maskara memiliki masa simpan yang relatif singkat dibandingkan produk makeup lainnya. Umumnya, maskara hanya bertahan 3 hingga 6 bulan setelah kemasan dibuka.

Seiring berjalannya waktu, cairan pelarut di dalam formula maskara akan menguap secara alami. Sehingga, membuat teksturnya berubah menjadi pekat, berbutir, dan kering.

Menggunakan maskara yang sudah kedaluwarsa atau mendekati masa akhirnya tidak hanya memicu gumpalan yang parah pada bulu mata, tetapi juga berisiko memindahkan bakteri ke area mata dan menyebabkan iritasi atau infeksi mata.

4. Sisa Produk Menumpuk dan Mengeras di Ujung Aplikator

Seringnya pemakaian membuat sisa-sisa cairan maskara cenderung mengering dan menumpuk di bagian leher tabung maupun ujung sikat aplikator.

Ketika sikat yang penuh dengan kerak kering ini dimasukkan kembali atau digunakan langsung ke bulu mata, gumpalan-gumpalan tersebut akan ikut tersapu dan menempel di helai bulu mata.

Untuk mencegahnya, bersihkan sisa maskara yang mengering di bagian mulut tabung secara berkala menggunakan tisu basah atau kapas yang diberi sedikit micellar water. Bersihkan juga sikat maskara secara rutin agar tetap bersih dan optimal.

Menghindari keempat kebiasaan di atas dapat membuat maskara bertahan lebih lama sekaligus memberikan hasil pulasan bulu mata yang lentik, rapi, dan bebas gumpalan. Semoga bermanfaat, Moms.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Ubin 2026 yang Mulai Ditinggalkan, Ini 4 Gaya Klasik untuk Rumah Modern

Tren ubin 2026 mulai bergeser ke desain natural. Kenali motif yang terkesan murahan dan 4 pilihan klasik untuk rumah modern.

6 Tren Dekorasi Halloween Estetik Ini Bikin Suasana Rumah Lebih Berbeda

Halloween 2026 hadir dengan 6 tren dekorasi estetik, dari warna ungu gelap hingga ornamen alami yang unik. Berikut rekomendasi yang bisa dicoba.​

9 Cara Bertransaksi Digital, Waspadai Phishing dan Social Engineering yang Mengintai

Ini 9 cara aman bertransaksi digital untuk menghindari phishing dan social engineering, serta menjaga data pribadi tetap aman.

7 Aset Kelas Atas yang Jarang Dipahami Kelas Menengah, Bisa Jadi Peluang Finansial

Kenali 7 aset kelas atas yang jarang dipahami kelas menengah, dari properti hingga royalti untuk memahami strategi keuangan.

4 Penyebab Maskara Menggumpal yang Bikin Bulu Mata Terlihat Berantakan

Gumpalan pada maskara bukan hanya disebabkan oleh produk yang sudah kedaluwarsa. Berikut 4 penyebab maskara menggumpal yang wajib Anda ketahui.

Penting Pemanasan sebelum Olahraga, Ini 5 Manfaatnya untuk Otot, Sendi & Jantung Anda

Pahami pentingnya pemanasan sebelum olahraga untuk melancarkan sirkulasi oksigen, menjaga stabilitas detak jantung, serta merawat kesehatan sendi.  

Sebelum Coba Liposuction, Pahami Dulu 7 Efek Samping Sedot Lemak Ini Buat Tubuh Anda

Pahami berbagai bahaya dan efek samping sedot lemak mulai dari kontur kulit bergelombang hingga risiko emboli lemak.  

Ampuh & Aman, Ini Cara Mengatasi Keputihan Berlebihan Pakai 5 Bahan Alami di Rumah

Simak ragam cara mengatasi keputihan berlebihan yang memicu rasa tidak nyaman. Mulai dari konsumsi bawang putih hingga minyak kelapa murni.  

11 Provinsi Ini bakal Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (15/10)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Kamis 15 Oktober dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Hasil Denmark Open 2026: 3 Tunggal RI ke 16 Besar, Pastikan 1 Tiket Perempatfinal

Hasil Denmark Open 2026 babak 32 besar, Rabu (14/10), tiga wakil Indonesia di sektor tunggal melaju ke 16 besar.