M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

4 Cara Sederhana Menghentikan Perilaku Agresif pada Balita

4 Cara Sederhana Menghentikan Perilaku Agresif pada Balita
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Terkadang, kebanyakan balita dapat menjadi agresif secara tiba-tiba. Beberapa contoh perilaku agresif yang sering dilakukan oleh balita adalah memukul, menendang, mencakar, dan menggigit.

Adapun beberapa alasan yang melatarbelakangi perilaku agresif pada balita, yaitu mereka sedang mencoba memberi tahu sesuatu, belum berkembangnya keterampilan bahasa atau kebiasaan emosional mereka untuk berkomunikasi secara lebih efektif, atau mereka merasa bahwa orang tuanya tidak mendengarkan apa yang mereka katakan.

Alhasil, balita pun menjadikan kekerasan sebagai satu-satunya cara yang efektif untuk mendapatkan perhatian. Balita akan lebih agresif ketika mereka lelah, khawatir, tidak enak badan, lapar, atau stres.

Untuk merespons perilaku agresif pada balita, hukuman atau kemarahan dari orang tua cenderung tidak membantu, namun justru dapat memperburuk keadaan dan memperburuk frustasi.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Kucing yang Agresif yang Perlu Anda Tahu

Alih-alih memberikan hukuman atau melakukan kekerasan, lakukanlah 4 cara sederhana ini untuk membantu Anda menghentikan perilaku agresif pada balita dengan tepat sebagaimana dilansir dari Psychology Today.

1. Hentikan agresi anak dengan segera

Saat anak balita Anda berperilaku agresif secara fisik, lakukanlah apa yang perlu Anda lakukan yakni menghentikannya dengan segera pada saat itu juga. Kendati begitu, pastikan Anda menghentikan perilaku agresif anak dengan cara yang lembut namun tetap serius.

Jika anak balita Anda mencoba memukul Anda, peganglah tangan mereka dengan cukup kuat tanpa terkesan menyakiti. Atau, ambilah pistol mainan anak yang berisi air atau peluru plastik saat mereka menodongkannya kepada Anda.

Intinya, Anda harus sigap menahan gerakan anak saat mereka hendak memukul, mencakar, menendang, atau menggigit Anda maupun orang lain di sekitarnya.

Pastikan bahwa anak balita Anda dapat belajar dan memahami bahwa senjata andalan mereka yakni tangan, kuku, gigi, kaki, atau mainan kesayangannya tidak dapat mereka gunakan untuk menyakiti orang lain dan hanya akan berakhir sia-sia.

2. Bawa anak ke tempat yang lebih tenang

Tak jarang, agresi anak balita dapat muncul secara tiba-tiba saat mereka sedang berada di tempat umum. Apabila anak Anda berperilaku agresif di tengah keramaian, pindahkanlah anak Anda ke tempat yang jauh lebih tenang dan minim dari kehadiran orang lain.

Jika Anda merasa kesulitan untuk mengajak anak Anda menjauhi keramaian pada saat itu juga, bawalah mereka secara paksa dengan cara menggendongnya.

Tak perlu jauh-jauh, Anda bisa mengajak anak balita Anda untuk menepi sejenak ke tempat parkir yang sepi atau area lain yang tidak banyak orang di dalamnya.

Cara ini berguna untuk memberikan anak Anda kesempatan menenangkan diri dari situasi yang menyebabkan mereka berperilaku agresif seperti memukul, mencakar, atau lainnya.

Selain itu, membawa anak ke tempat yang lebih tenang saat mereka berperilaku agresif juga akan memberi Anda kesempatan untuk menghadapi anak dengan baik tanpa gangguan dari orang lain serta memungkinkan anak untuk mempertahankan martabatnya.

Pasalnya seorang balita pun bisa saja merasa malu dan kurang nyaman jika masalahnya dibicarakan di depan umum.

3. Bantu anak untuk menggunakan kata-kata daripada fisik

Setelah Anda berhasil menemukan tempat yang tenang dan mampu menahan anak balita Anda untuk tidak lagi memukul atau berperilaku agresif lainnya, tataplah matanya dan beri tahu mereka dengan tegas namun penuh kesabaran bahwa memukul bukanlah suatu kebiasaan di dalam keluarga Anda.

Ajarkanlah kepada anak Anda bahwa tindakan fisik bukanlah cara yang efektif untuk meluapkan kemarahan atau kekesalan. Anda dapat mendorong anak untuk menggunakan kata-kata yang menunjukkan ekspresi seperti “Saya sangat marah saat ini” tatkala mereka ingin menyalurkan emosi negatifnya alih-alih memukul, mencakar, menendang, atau menggigit.

Tidak peduli seberapa marah, malu, atau khawatirnya Anda dengan perilaku agresif anak, pastikan Anda mampu mengendalikan diri dengan baik saat berusaha mengajarkan anak tentang bagaimana cara menghentikan perilaku agresifnya.

4. Lakukan tanya jawab

Saat anak balita Anda kembali tenang, segeralah untuk membicarakan kepada mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi. Coba gunakan kata-kata yang tepat untuk meminta anak memberi tahu Anda bagaimana perasaannya. Dengan begini, Anda akan mengetahui akar permasalahan dari perilaku agresif anak sekaligus memberikan Anda kesempatan untuk menyiapkan solusi terbaik jika situasi yang sama terulang lagi di masa mendatang.

Saat sesi tanya jawab berlangsung, pastikan Anda mendengarkan segala perkataan anak dengan penuh perhatian tanpa berusaha memotong kata-kata anak sebelum mereka benar-benar menyelesaikannya.

Pendekatan ini tidak hanya akan membantu Anda untuk menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi perilaku agresif anak, melainkan juga membuat anak merasa bahwa mereka tidak diabaikan.

Setelah kesimpulan dapat Anda petik, Anda bisa memberi tahu anak untuk tidak ragu mengatakan apa yang sebenarnya mereka butuhkan pada situasi tertentu. Ingatkan kepada anak bahwa kata-kata seperti “Aku lapar, Bu” atau “Aku sangat membutuhkanmu untuk mendengarkanku, Bu” akan jauh lebih mudah dipahami oleh Anda dibandingkan perilaku agresif yang sulit dimengerti seperti memukul atau membanting barang.

Terakhir, jangan lupa untuk mengatakan kepada anak balita Anda bahwa Anda dapat segera membantunya dan memenuhi kebutuhannya jika mereka menyampaikannya dengan cara yang baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rekomendasi Mi Salmon Halal di Pacific Place, Tertarik Coba?

Kuliner salmon belakangan kian digemari banyak konsumen. Restoran mi salmon satu ini bisa jadi rekomendasi berburu makanan anda  

Promo Indomaret Sambut Ramadan 12-18 Februari 2026, Kanzler-Sunco Harga Spesial

Promo Indomaret Sambut Ramadan Periode 12-18 Februari 2026, cek di sini untuk belanja hemat kebutuhan Ramadan.  

Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Sabtu 14 Februari 2026, Momentum Valentine

Berikut ramalan 12 zodiak keuangan dan karier besok Sabtu 14 Februari 2026, peluang kolaborasi dan rezeki terbuka lebar di hari valentine.  

Konser Masuk Dunia Virtual, Roblox Jadi Alternatif Hiburan Baru

​President University menghadirkan konser virtual di Roblox sebagai bagian dari pengalaman kampus berbasis digital.

Promo JSM Hypermart 13-16 Februari 2026, Aneka Biskuit Kaleng Diskon hingga 40%

Cek dan manfaatkan katalog promo JSM Hypermart Hyper Diskon Weekend periode 13-16 Februari 2026 untuk belanja hemat di akhir pekan.

Libur Tahun Baru Imlek, OYO Bagikan Diskon Menginap 26%

OYO menghadirkan kampanye promosi Tahun Baru Imlek dengan menawarkan diskon hingga 26% untuk periode booking hingga 20 Februari. 

Promo Es Krim Alfamart Spesial Valentine, Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1

Cek promo es krim Alfamart Spesial Valentine periode 14 Februari 2026 untuk borong es krim di hari Valentine.

Promo Starbucks: Buy 1 Get 1 serta Minuman Rp 88 Spesial Valentine & Imlek Menanti

Promo Starbucks spesial Valentine dan Imlek hadir. Minuman kedua cuma Rp 88 & Buy 1 Get 1 menanti, segera cek sebelum habis.

Katalog Promo JSM Alfamidi Periode 13-15 Februari 2026, Ada Promo Jumat Berkah

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 13-15 Februari 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.

Jangan Ketinggalan! Promo CFC Grab Dine Out Serba Rp 15 Ribu Hanya sampai 26 Februari

Membeli paket makan CFC kini cuma Rp 15 ribu saja. Temukan cara klaim voucher-nya di Grab untuk makan hemat hingga 26 Februari.