MOMSMONEY.ID - Sudah tahu jika jatuh cinta ada tahapan dan tidak terjadi begitu saja? Cari tahu jawabannya di sini.
Jatuh cinta ternyata bukan hanya dari perasaan semata. Ada ilmu yang bisa mendeskripsikan cinta disebut dengan Science of Love.
Ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum Anda benar-benar jatuh cinta pada seseorang.
Menurut penelitian oleh Dr. Helen Fisher di Rutgers, ia menyatakan bahwa ada 3 tahap dalam jatuh cinta.
Semua tahapan ini dipengaruhi oleh hormon yang ada di otak. Dimulai dari lust, attraction, hingga attachment. Untuk mengetahui lebih lanjut simak penjelasannya berikut:
Baca Juga: Daftar 5 MBTI Paling Romantis, Cocok Jadi Pasangan Hidup
Lust
Lust atau yang biasa dikenal dengan hawa nafsu menandai tahapan awal jatuh cinta. Hormon yang terlibat pada tahap ini adalah hormon testosteron dan esterogen.
Kebutuhan untuk bereproduksi menjadi tujuan pada tahapan ini. Karena pada tahap ini kebutuhan biologis manusia yang melibatkan hormon testosteron dan esterogen mulai terpengaruh.
Attraction
Tahap kedua adalah attraction. Tahapan ini adalah tahapan jatuh cinta dimulai. Attraction adalah ketertarikan yang terjadi pada lawan jenis. Hormon yang aktif bekerja pada tahap ini adalah dopamine dan noradrenaline.
Dopamin adalah hormon yang membuat merasa bahagia. Sedangkan noradrenaline adalah hormon yang memiliki peran dalam memberikan respons tubuh. Yang membuat tubuh memiliki respons menggelikan ketika bertemu dengan orang yang disukai.
Baca Juga: Ketahui 7 Manfaat Rutin Lakukan Seks untuk Kesehatan Tubuh dan Mental di Sini
Pada tahap ini, perasaan malu-malu mulai muncul ketika berada di sekitar pasangan. Kemudian, mata akan berbinar, dan merasa deg-degan. Selain itu, perasaan seperti ada kupu-kupu di perut juga mulai timbul.
Attachment
Keterikatan atau attachment adalah tahap terakhir pada jatuh cinta. Hormon oksitosin dan vasopressin ialah dua hormon dominan yang terlibat pada tahap ini.
Jika pada tahap 1 dan 2 hubungan romantis yang eksklusif menjadi hal yang utama atau dominan. Pada tahap ini, intimasi, bonding, dan ikatan seperti pertemanan lebih dominan. Tahapan ini juga menjadi faktor hubungan yang awet.
Pada tahap attachment hubungan ikatan menjadi semakin kuat. Terutama dalam hal untuk membangun keluarga. Karena dalam tahap ini, bonding untuk tinggal bersama sebagai keluarga merupakan hal yang menjadi perhatian.
Itulah tahapan jatuh cinta menurut penelitian ahli Dr. Helen Fisher. Semoga bisa menjawab rasa penasaran Anda, ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News