M O M S M O N E Y I D
Keluarga

3 Penyebab Anak Remaja Suka Menunda-nunda Pekerjaan, Apa Saja?

3 Penyebab Anak Remaja Suka Menunda-nunda Pekerjaan, Apa Saja?
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ini 3 penyebab anak remaja suka menunda-nunda pekerjaan, apa saja?

Menunda-nunda atau procrastination merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak orang termasuk anak remaja.

Seorang anak remaja yang gemar menunda-nunda pekerjaan kemungkinan besar akan terlatih dalam hal penghindaran.

Di sisi lain, mereka tidak akan pernah mengembangkan keterampilan penting seperti perencanaan, organisasi, pengembangan pemikiran, dan perhatian terhadap detail.

Kendati sulit untuk dihilangkan, namun Anda tetap bisa membantu anak remaja Anda untuk mengurangi kebiasaan menunda-nunda.

Sebelum mencari tahu solusi apa saja yang bisa dilakukan, alangkah baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan kebiasaan menunda-nunda pada anak remaja Anda.

Dilansir dari Psychology Today, berikut 3 penyebab anak remaja suka menunda-nunda pekerjaan:

Baca Juga: Lebih Cepat Lebih Baik, Ini 6 Cara Melatih Anak untuk Tidur Sendiri

1. Kemarahan

Penyebab paling umum dari kebiasaan menunda pada anak remaja adalah kemarahan. Remaja yang membenci otoritas orang tua dan guru dapat membalas dendam dengan cara menunda pekerjaan atau melakukan tugas dengan setengah hati.

Bentuk balas dendam semacam ini bersifat manipulatif dan pasif-agresif. Kendati begitu, cara tersebut bisa sangat efektif karena dapat menghilangkan figur otoritas sekaligus membuat orang tua merasa kewalahan.

Tidak peduli jika tindakan menunda-nunda juga bisa menyabotase diri mereka sendiri, seorang anak remaja tetap lebih peduli dengan otonominya dibandingkan nilai.

2. Keraguan diri

Kebiasaan menunda-nunda pada anak remaja bisa juga disebabkan oleh keraguan diri. Seorang anak remaja yang dipenuhi dengan keraguan diri sering kali merasa putus asa ketika hendak melakukan sesuatu.

Bahkan, mereka dapat mempertanyakan keterampilannya sendiri selama bertahun-tahun dan bertanya-tanya apakah mereka memiliki apa yang diperlukan.

Ketika situasi di dalam kehidupan berubah menjadi lebih menantang, anak remaja yang diselimuti dengan keraguan diri akan lebih memilih untuk pasrah alih-alih meningkatkan upaya yang harus mereka lakukan.

Ini bisa disebabkan oleh pemikiran anak yang menyatakan bahwa terjadinya perubahan situasi yang awalnya mudah menjadi sulit merupakan akibat dari ketidakpintaran mereka.

Bagi anak remaja yang memiliki keraguan diri, mencoba tidak akan pernah menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Pasalnya, tindakan mencoba melibatkan kemungkinan gagal dan pada akhirnya bisa dengan mudah mengungkap ketidakmampuan mereka.

Adapun keraguan diri dapat dialami terutama oleh anak remaja yang memiliki Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD) atau ketidakmampuan belajar.

Baca Juga: Cegah Cyberbullying, Ini 6 Tips Bermain Internet yang Aman bagi Anak

3. Sikap perfeksionis

Orang-orang yang perfeksionis kemungkinan besar akan menunda untuk memulai sebuah proyek lantaran mereka tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan proyek tersebut dengan sempurna. Dan, mereka akan berfokus pada kata-kata seperti “harus” pada setiap tugas yang mereka kerjakan.

Kebanyakan perfeksionis menderita perasaan “tidak mampu” yang mendalam. Keinginan mereka juga mengarah pada ambisi untuk membuat segala sesuatunya benar-benar sempurna sehingga bisa menutupi masalah harga diri dan kepercayaan diri yang sedang mereka alami.

Apabila anak remaja Anda kerap menetapkan standar yang tinggi namun sangat tidak terima ketika mereka gagal untuk memenuhi harapannya sendiri, bisa dikatakan bahwa anak Anda adalah seorang perfeksionis.

Seorang anak remaja yang perfeksionis bisa dengan mudah menetapkan harapan yang tidak realistis dan lebih memilih untuk menunda-nunda atau bahkan menghindari pekerjaan mereka guna melepaskan diri dari kecemasan yang ditimbulkan dari harapan yang mereka tetapkan.

Itulah 3 penyebab anak remaja suka menunda-nunda pekerjaan. Semoga informasi ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk menentukan cara mengatasi kebiasaan menunda-nunda pada anak remaja Anda dengan tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/3), Hujan Sangat Lebat di Provinsi Berikut

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Sabtu 28 Maret 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.

7 Manfaat Kesehatan Menangis yang Jarang Diketahui

Tahukah bahwa ternyata ada beberapa manfaat kesehatan menangis yang jarang diketahui, lo. Yuk, cek di sini!

THR dan Ramadan Dorong Produk LazMall Laris Manis di Lazada

​Lazada mencatat peningkatan penjualan 3,5 kali lipat di kanal LazMall, dengan fashion, kebutuhan rumah tangga, dan elektronik jadi favorit.

Dorong Anak Muda Belajar Bahasa Lewat Musik, Duolingo Gandeng Niki

 Duolingo berkolaborasi dengan Niki untuk meluncurkan kampanye bertema musik untuk mendorong anak muda Indonesia belajar bahasa Inggris.

Jawara 5 Kripto Top Gainers saat Pasar Loyo, ONDO Salah Satunya!

Meski pasar kripto loyo, masih ada yang berhasil naik dan menghuni kripto top gainers. Cek 5 diantaranya!

Waspada Hujan Lebat, Ini Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/3) di Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (28/3) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di wilayah berikut ini.

Drone Avata 360 dari DJI Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 10 Jutaan

​DJI luncurkan drone Avata 360 dengan harga mulai 10 jutaan, menawarkan perekaman 360° dan pengalaman terbang imersif.

6 Makanan yang Bisa Bikin Risiko Kanker Meningkat, Catat ya

Wajib tahu! Ini dia beberapa makanan yang bisa bikin risiko kanker meningkat, lo. Apa sajakah itu?   

7 Cara Menjaga Kesehatan Otak di Usia Lanjut, Cek di Sini

Yuk, ketahui beberapa cara menjaga kesehatan otak di usia lanjut berikut ini. Cek ada apa saja.        

12 Makanan Sumber Karbohidrat selain Nasi yang Bisa Coba Dikonsumsi

Cek beberapa makanan sumber karbohidrat selain nasi yang bisa Anda coba konsumsi berikut ini, yuk!