MOMSMONEY.ID - Ini 10 peralatan dapur bebas plastik berbahan kayu, kaca, baja, silikon dan besi cor untuk penggunaan sehari hari. Plastik masih menjadi perlengkapan yang mudah ditemukan di dapur, mulai dari spatula, talenan hingga wadah makanan.
Meski begitu, mengganti seluruh peralatan sekaligus tentu bukan langkah yang wajib dilakukan. Pilihan yang lebih praktis adalah mulai memperhatikan benda yang sering terkena panas dan bersentuhan langsung dengan makanan.
Melansir dari Real Simple, laporan 31 Agustus 2026 memuat rekomendasi sejumlah ahli mengenai alternatif peralatan dapur berbahan kayu, kaca, baja tahan karat, besi cor dan silikon tertentu.
“Peralatan masak plastik pada umumnya adalah yang pertama saya ganti karena paling sering terkena panas dan bersentuhan langsung dengan makanan,” ujar Tonya Harris, ahli toksikologi yang diwawancarai Real Simple.
Baca Juga: 15 Ide Kitchen Island Terbaru biar Dapur Lebih Rapi, Nyaman dan Fungsional
Kenapa material peralatan dapur penting?
Peralatan dapur tidak hanya dinilai dari bentuk dan kenyamanannya. Bahan pembuatnya juga perlu disesuaikan dengan fungsi, terutama ketika alat digunakan pada suhu tinggi.
Pembahasan mengenai mikroplastik memang masih terus berkembang. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menganggap seluruh produk plastik berbahaya, tetapi lebih memperhatikan cara pemakaian, kondisi peralatan, suhu dan informasi keamanan dari produsennya.
Di Indonesia, keamanan bahan yang bersentuhan dengan pangan juga menjadi bagian dari pengawasan BPOM. Hal tersebut membuat konsumen perlu lebih teliti ketika memilih peralatan yang digunakan bersama makanan setiap hari.
10 peralatan dapur yang bisa dipertimbangkan
1. Sendok kayu beech
Sendok kayu dapat digunakan untuk mengaduk sup, saus, semur hingga adonan. Material kayu tanpa lapisan sintetis menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan ahli dalam laporan Real Simple.
2. Peralatan masak kayu akasia
Peralatan berbahan kayu akasia dapat digunakan untuk mengambil, mengaduk dan membalik makanan. Selain mengurangi penggunaan plastik, material kayu juga relatif nyaman untuk digunakan pada berbagai jenis peralatan masak.
3. Gelas ukur kaca
Gelas ukur kaca dapat digunakan untuk menakar bahan cair maupun kering. Isi wadah juga mudah terlihat sehingga pengguna bisa mengukur bahan dengan lebih praktis.
4. Talenan kayu akasia
Talenan menjadi salah satu alat yang bersentuhan langsung dengan bahan makanan. Kayu akasia dapat dipertimbangkan sebagai alternatif, tetapi kebersihan dan kondisi permukaannya harus tetap dijaga.
5. Spatula silikon
Silikon dapat menjadi pilihan ketika pengguna membutuhkan alat yang lentur dan tahan panas. Dalam laporan Real Simple, sertifikasi LFGB menjadi salah satu pertimbangan ahli ketika memilih produk silikon untuk kontak dengan makanan.
Baca Juga: Cara Membersihkan Celah Kompor dan Meja Dapur Tanpa Menggeser Oven di Rumah
6. Wajan besi cor
Wajan besi cor dikenal mampu mempertahankan panas dengan baik dan dapat digunakan untuk berbagai teknik memasak. Dengan perawatan yang tepat, peralatan ini juga dapat digunakan dalam jangka panjang.
7. Penjepit ujung kayu
Penjepit dengan ujung kayu dapat digunakan untuk mengambil makanan tanpa permukaan plastik yang bersentuhan langsung dengan masakan. Bagian kayu perlu dicuci dan dikeringkan dengan baik setelah digunakan.
8. Saringan baja tahan karat
Saringan sering digunakan bersama air panas sehingga material baja tahan karat dapat menjadi alternatif yang praktis. Bahan ini juga dikenal kokoh dan cocok untuk penggunaan berulang.
9. Botol minum kaca
Botol kaca dapat digunakan sebagai wadah minuman sehari hari. Beberapa model memiliki pelindung silikon yang membuatnya lebih nyaman digenggam sekaligus memberikan perlindungan tambahan terhadap benturan.
10. Wadah makanan kaca
Wadah kaca cocok digunakan untuk menyimpan makanan matang maupun sisa masakan. Jika bagian tutupnya menggunakan plastik, pengguna sebaiknya mengikuti petunjuk produk dan memperhatikan suhu makanan sebelum menutupnya.
Cara mengganti peralatan dapur secara bertahap
Tidak perlu membeli semua perlengkapan baru dalam satu waktu. Penggantian dapat dilakukan berdasarkan seberapa sering alat digunakan.
- Mulai dari spatula dan sendok yang sering terkena panas.
- Pertimbangkan wadah kaca untuk menyimpan makanan.
- Gunakan botol kaca sebagai alternatif wadah minuman.
- Pilih saringan baja tahan karat untuk penggunaan dengan air panas.
- Periksa informasi sertifikasi ketika memilih silikon.
- Rawat peralatan kayu agar selalu bersih dan kering.
- Evaluasi peralatan yang sudah retak, terkelupas atau rusak.
Baca Juga: 5 Peralatan Dapur Ini Dicabut Setelah Pemakaian Biar Rumahmu Aman
Tidak perlu menghilangkan plastik sepenuhnya
Mengurangi penggunaan plastik di dapur sebaiknya dilakukan secara realistis. Plastik yang memang dirancang untuk kontak dengan pangan tidak otomatis harus dibuang, selama digunakan sesuai fungsi dan petunjuk keamanan.
Sebaliknya, peralatan berbahan kayu, kaca, baja tahan karat, besi cor maupun silikon juga membutuhkan perawatan yang tepat. Material yang terlihat lebih alami bukan berarti bebas dari risiko jika digunakan secara tidak sesuai.
Pada akhirnya, memilih peralatan dapur merupakan soal menyesuaikan material dengan kebutuhan. Mengganti beberapa perlengkapan yang paling sering terkena panas dan bersentuhan dengan makanan terlebih dahulu, Anda dapat mengurangi penggunaan plastik tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News