MOMSMONEY.ID - Pengembangan industri kreatif memang memerlukan hal yang kreatif pula. Salah satunya adalah untuk mendongkrak usaha bagi para pelaku usaha fesyen.
Untuk itulah Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan lewat Pelatihan Manajemen Usaha Fesyen pada akhir pekan ini. Upaya tersebut sebagai bagian dari Aktivasi Creative Hub Fesyen untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Direktur Fesyen Kementerian Ekraf Iffah Sa’aidah mengatakan, pelatihan ini menyasar pelaku usaha yang telah memiliki keterampilan dasar dan ingin mengembangkan bisnisnya. Selain meningkatkan kapasitas usaha, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi.
“Kami ingin mengaktivasi Creative Hub di berbagai daerah sebagai tempat bagi para pelaku fesyen untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun komunitas. Mereka yang sebelumnya menjalankan usaha secara mandiri dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membuka kesempatan kerja sama sehingga ekosistem kreatif di daerah semakin kuat,” ujar Iffah dalam keterangan saat berada di Aula Seminar Pusat Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (10/10).
Baca Juga: Tren Fesyen Olahraga Berkembang, Asics Ajak Generasi Urban Eksplorasi Gaya
Materi pelatihan mencakup praktik fesyen ramah lingkungan, tren industri, dan pemanfaatan kembali material melalui teknik upcycling. Peserta juga mempelajari branding dan kekayaan intelektual. Kegiatan dilengkapi praktik pengembangan produk, pameran, serta evaluasi hasil karya.
Aktivasi Creative Hub bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang dijalankan Kementerian Ekraf melalui tiga program unggulan. Desa Kreatif berfokus pada penggalian potensi dan penguatan keterampilan dasar masyarakat di tingkat desa.
Creative Hub menyasar pelaku usaha di tingkat kabupaten/kota dan provinsi untuk meningkatkan kapasitas bisnis, sedangkan Creative by Indonesia membantu mempromosikan hasil pengembangan kedua program tersebut ke pasar provinsi, nasional, hingga global.
“Harapannya, produk fesyen dari daerah tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga memiliki kesempatan bersaing secara internasional. Kami ingin semakin banyak merek lokal yang dapat menjangkau pasar ekspor dan menarik investasi sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” jelas Iffah.
Baca Juga: Ini Koleksi Summer Anak 2026, dari Pantai hingga Back to School
Asri Septiana, pemilik merek My Faye Indonesia, mengaku mendapat wawasan baru untuk mengembangkan produk batik dan tenun menjadi busana siap pakai.
"Saya mendapatkan wawasan baru, terutama tentang fesyen berkelanjutan dan pengembangan produk. Bertemu dengan pelaku usaha lain juga membuat saya mendapat banyak inspirasi,” ujar Asri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News