M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Tanaman Anda Kurang Subur? Bisa Jadi Kandungan pH Tanah Tinggi, Kenali Penyebabnya!

Penulis: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Dalam bercocok tanam, tanah menjadi variabel terpenting karena kandungan unsur hara di dalamnya merupakan nutrisi untuk tanaman. Selain unsur hara, keasaman tanah juga penting diperhatikan sebab pH tanah berhubungan dengan ketersediaan unsur hara dan proses pembentukan tanah.

Dilansir dari Cybext, secara umum pengertian tanah masam adalah tanah yang memiliki pH rendah, yaitu pH kurang dari 6,5. Nilai pH ini menunjukkan jumlah konsentrasi ion hydrogen (H+) di dalam tanah. Semakin tinggi ion hidrogen, maka semakin rendah nilai pH tanah dan semakin asam. Tanah dikatakan masam bila berada pada rentang angka 0-6. Padahal tanaman idealnya dapat tumbuh subur pada pH netral yakni 6,5-7,5.

Baca Juga: Cari Tahu Penyebab Tanaman Tidak Bisa Berbuah di Sini

Tanah masam berdampak buruk bagi sebagian besar tanaman, meski beberapa di antaranya dapat bertahan tumbuh. Beberapa masalah akibat tanah masam adalah:

-Menyebabkan penurunan kadar unsur hara untuk tanaman,

-Meningkatkan unsur beracun (alumunium) dalam tanah,

-Menurunkan produktivitas tanaman, sehingga sulit berfotosintesis, dan

-Mempengaruhi fungsi penting biota tanah yang bersimbiosis dengan tanaman seperti iksasi nitrogen oleh Rhizobium.

Karakteristik tanah masam sebenarnya dapat dilihat dari pertumbuhan tanaman yang tidak normal, meski Anda telah memberikan perawatan yang baik.

Selain itu, ciri-ciri tanah masam juga dapat berupa daya simpan dan serap air sangat tinggi, kegiatan mikroba turun, keracunan unsur Al, Mn, dan Fe pada tanaman, serta kandungan N, P, K, Ca, Mo, dan Mg sangat rendah.

Ada beberapa penyebab tanah menjadi asam atau ber-pH rendah. Namun, dapat dipastikan tanah mengalami kekurangan unsur kalsium (CaO) dan unsur magnesium (MgO). Berikut faktor penyebab tanah masam:

Curah Hujan Tinggi

Pada daerah hujan yang tinggi, tanah akan selalu bereaksi masam. Sebab, tingginya curah hujan dapat mengakibatkan terjadinya pencucian unsur hara dari dalam tanah, sehingga secara alami tanah akan menjadi masam.

Baca Juga: Begini Ciri-Ciri Tanah yang Subur dan Siap untuk Ditanami

Pemupukan

Penggunaan pupuk secara berlebihan dan terus-menerus dapat menyebabkan pH tanah menurun dan bereaksi masam. Beberapa jenis pupuk yang menyebabkan masam dalam jangka panjang adalah pupuk yang mengandung nitrogren. Misalnya, pupuk ZA, Urea, ZK, Amonium Sulfat, dan Kcl.

Respirasi Akar

Tanaman juga dapat menghasilkan karbondioksida karena proses respirasi akar. Ini terjadi selama periode pertumbuhan aktif yang mana akar dapat menyebabkan karbondioksida di tanah memiliki konsentrasi yang tinggi. Peningkatan jumlah karbondioksida terlarut dalam air tanah dan menyebabkan peningkatan keasaman tanah.

Bahan Organik

Berbagai macam bahan organik ternyata dapat menyebabkan pengasaman tanah. Ini bergantung dengan jenis tanaman sebagai sumber bahan organik tersebut. Dilansir dari Distan.bulelengkab.co.id, beberapa tanaman mengandung asam organik dalam jumlah yang sangat berbeda dengan tanaman lain.

Asam organik hasil dekomposisi bahan organik ini menyebabkan tanah menjadi masam. Apalagi, jika tanah tidak memiliki cukup mikroba untuk membantu mengurai zat organik dari dalam tanah.

Sisa bahan-bahan organik yang tidak terurai sempurna juga dapat menyebabkan tanah menjadi masam. Di iIndonesia, tanah masam tersebar di tanah gambut dan rawa-rawa, seperti di wilayah Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Papua, dan sebagian Pulau Jawa. Maka, dibutuhkan penanganan yang tepat untuk mengatasi tanah masam.

Selanjutnya: Tertarik Menanam Jeruk Nipis? Berikut Hal yang Harus Diperhatikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Buyback Emas Mayoritas Naik Rp 20.000, Antam Masih Tertinggi Rp 2,36 Juta

Harga buyback emas hari ini, Rabu (28/10), naik pada empat produk logam mulia. Antam masih harga buyback tertinggi, sementara UBS stagnan.

Jangan Lupa Cek Kembali Harga Pangan Rabu ini, Ada Yang Turun dan Naik

Berikut rincian harga-harga komoditas pangan yang dirilis dari data PIHPS Bank Indonesia untuk periode Rabu (28/10).

Tiga Wilayah Berpotensi Hujan Ringan, Pantau Cuaca Bali Besok Kamis (29/10)

BMKG memprakirakan cuaca Bali besok bervariasi. Tiga wilayah berpotensi hujan ringan, sementara Denpasar cerah berawan.

Mayoritas Cerah, Simak Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Besok Kamis (29/10)

Prakiraan BMKG cuaca besok Kamis (29/10), sebagian wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi cerah dan sisanya cerah berawan.​

Hujan Kompak Guyur Sumatera Barat Besok (29/10), Cek Suhu Tiap Wilayah

BMKG memprediksi seluruh 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat diguyur hujan ringan besok (29/10). Simak rincian suhu tiap kabupaten/kota.

Yogyakarta Besok Didominasi Hujan Ringan, Waspadai Potensi Hujan Petir di Sleman

BMKG memprediksi hujan ringan di Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, dan Kota Jogja besok. Sleman berpotensi hujan petir.

Waspadai Hujan Petir di Wilayah Ini, Simak Cuaca Sumatera Selatan Besok (29/10)

BMKG memprakiran hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian besar Sumatera Selatan besok (29/10), dengan suhu udara berkisar 18–30°C.

Sumatera Utara Masih Diguyur Hujan Besok (29/10), Cek Kondisi 33 Kabupaten/Kota

BMKG memprakirakan 31 wilayah Sumut mengalami hujan ringan besok. Tapanuli Utara dan Toba berpotensi hujan sedang.

Promo Alfamidi Ngartis Periode 28-31 Oktober 2026, Beli 1 Gratis 1 Airpro-Oatside Bar

Cek promo Alfamidi Ngartis periode 16-31 Oktober 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Resep Keluarga Bertahan Lintas Generasi, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Dari pacri nanas khas Melayu hingga saus paniki Ternate, para peserta Cinta Warisan Indonesia membawa resep penuh kenangan keluarga.