MOMSMONEY.ID - Pernah mencoba parfum yang awalnya beraroma segar, tetapi beberapa saat kemudian wanginya berubah? Hal ini wajar karena parfum memiliki beberapa lapisan aroma yang muncul secara bertahap setelah disemprotkan.
Itulah sebabnya, memilih parfum sebaiknya tidak hanya berdasarkan aroma pertama yang tercium. Anda juga perlu mengenali bagaimana wanginya berkembang dan karakter aroma yang paling sesuai dengan selera.
Hal ini dijelaskan Novita Sari, Senior Fragrance Evaluator Givaudan Indonesia, dalam workshop pembuatan parfum pada acara Switzerland Tourism Annual Media Briefing 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta, Selasa (3/11).
Baca Juga: Dari Feminin hingga Elegan, Ini 3 Varian Parfum Fres & Natural
Kenali tiga lapisan aroma parfum
Menurut Novita, wewangian merupakan perpaduan berbagai bahan yang dapat membangkitkan emosi, perasaan, hingga kenangan.
“Ada tiga lapisan aroma yang perlu dikenal dalam setiap parfume, yaitu top notes, middle notes, dan base notes,” ujarnya.
Top notes merupakan aroma yang pertama kali tercium saat parfum disemprotkan. Lapisan ini memberikan kesan awal ketika seseorang mencoba sebuah parfum.
Selanjutnya, ada middle notes atau aroma tengah yang mulai tercium setelah sekitar 15–30 menit. Lapisan ini menjadi bagian dari perkembangan aroma setelah wangi awal mulai memudar.
Sementara base notes merupakan aroma dasar yang muncul pada tahap berikutnya.
Novita menambahkan, aroma ini dapat bertahan hingga satu atau dua hari, meski ketahanannya bergantung pada komposisi parfum dan penggunaannya.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Wangi, Parfum juga Jadi Bagian dari Gaya Hidup Premium
Empat karakter aroma yang perlu dikenal
Selain lapisan aroma, parfum juga memiliki kelompok karakter wewangian atau fragrance families. Dalam workshop tersebut, Givaudan, perusahaan asal Swiss yang bergerak di bidang wewangian dan perisa, memperkenalkan empat kelompok aroma, yaitu citrus, floral, woody, dan gourmand.
Bagi penyuka wangi segar, kelompok citrus bisa menjadi pilihan. Karakter aromanya berasal dari buah-buahan seperti mandarin, jeruk, dan lemon.
Ada pula floral yang menghadirkan aroma bunga, seperti melati, tuberose, dan mawar. Sementara itu, woody memiliki karakter aroma kayu yang lebih hangat dan dapat dipadukan dengan musk maupun amber.
Jika lebih menyukai aroma manis yang mengingatkan pada makanan, kelompok gourmand bisa menarik untuk dicoba. Contohnya adalah aroma vanila dan cokelat.
Baca Juga: Aroma Parfum Tahan Lama Sampai 3 Hari, Formulanya Aman untuk Kulit Sensitif
Jangan terburu-buru saat mencoba parfum
Mengenali karakter dan lapisan aroma bisa membantu Anda saat memilih parfum. Karena itu, jangan langsung memutuskan cocok atau tidak hanya dari wangi pertama yang tercium.
Coba semprotkan parfum dan beri waktu agar lapisan aroma berikutnya muncul. Dengan begitu, Anda bisa mengenali perubahan wanginya sekaligus memastikan karakter akhirnya sesuai dengan selera.
Jadi, sebelum membeli parfum, luangkan waktu untuk mengenali aromanya secara menyeluruh. Sebab, wangi yang paling menarik bukan selalu yang tercium pertama kali, melainkan aroma yang tetap nyaman bagi Anda setelah digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News