M O M S M O N E Y I D
AturUang

Sebagai Pelengkap BPJS, Pilih Asuransi Kesehatan Sesuai Kebutuhan ya

Sebagai Pelengkap BPJS, Pilih Asuransi Kesehatan Sesuai Kebutuhan ya
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Secara bertahap, BPJS Kesehatan sudah mulai masuk ke dalam sistem satu kelas. Ada baiknya, Anda yang kurang puas dengan pelayanan BPJS melengkapi dengan asuransi kesehatan lain. 

Apabila dana terbatas, sebaiknya pembelian asuransi kesehatan untuk melengkapi BPJS menyesuaikan dengan anggaran Anda. Jangan sampai asuransi baru malah mengganggu kesehatan keuangan Anda.

Menurut Imelda Tarigan, perencana keuangan Oneshildt, jika dana terbatas, maka Anda cukup membeli asuransi murni saja, jangan yang mencakup investasi. "Pilih asuransi murni," katanya kepada Momsmoney.

Lantas, pilihlah manfaat yang sesuai dengan kebutuhan Anda untuk menghemat pembayaran premi. Misalnya, dalam coverage wilayah, Anda bisa memilih lokasi hanya di Indonesia.

Baca Juga: Cara Memilih Asuransi Jiwa Terbaik dan Rekomendasi Produknya

Kemudian, untuk pilihan kelas atau plafon, sebaiknya memilih yang paling pas dengan bujet. Jangan lupa, pilih produk yang tidak memberi cashback atau pengembalian premi seperti santunan harian.

"Jangan berlebihan. Pilih produk asuransi murni yang asuransi tradisional yang memberikan perawatan, bukan memberikan santunan atau reimbursement," tutur Imelda.

Di samping itu, pilihlah perusahaan asuransi yang tepat. Paling tidak, perusahaan asuransi yang solid dalam sisi keuangannya.

Nah, Anda bisa melihat dari sisi laporan keuangannya yang selalu untung. Imelda juga menyarankan, cari yang rasio Risk Based Capital (RBC) atau tingkat kesehatan keuanganya di atas 125%.

"Selain itu, para pengelolanya adalah orang dengan track record yang baik," kata Imelda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.