MOMSMONEY.ID - Saham-saham bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih berpotensi menjadi pilihan investasi jangka menengah hingga panjang. Namun, investor perlu lebih selektif dalam memilih emiten dengan mempertimbangkan keberlanjutan laba, kualitas aset, serta kemampuan bank membagikan dividen.
Pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan perlambatan dari 13,3% pada Agustus menjadi 12,7% secara tahunan pada September 2026. Perlambatan ini sebagian besar berasal dari kredit investasi yang terkontraksi sebesar 0,2%.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa data terebut menunjukkan ekspansi bisnis perbankan mulai menghadapi tantangan, terutama apabila permintaan kredit produktif belum cukup kuat dan dunia usaha masih cenderung menahan investasi.
“Di sisi lain, ketergantungan pada pendanaan korporasi dan deposito perlu dicermati karena dapat meningkatkan risiko konsentrasi debitur serta biaya dana, khususnya ketika persaingan penghimpunan dana semakin ketat,” tuturnya kepada Kontan, Selasa (27/10).
Nafan mengantisipasi penurunan kualitas aset, terutama pada pembiayaan sektor konstruksi dan proyek infrastruktur yang memiliki risiko keterlambatan pembayaran, pembengkakan biaya, serta ketergantungan terhadap arus kas proyek.
Baca Juga: BNI Sekuritas Bagikan 6 Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Jumat (30/10)
Kepemilikan negara pada bank Himbara dapat memberikan keuntungan tersendiri, dengan dukungan pemerintah dan akses pembiayaan strategis. Namun, kata Nafan, tetap perlu dicermati apabila kebijakan penyaluran kredit atau penugasan pemerintah tidak sepenuhnya sejalan dengan optimalisasi profitabilitas bank.
Strategi yang digunakan investor untuk mencapai keuntungan bisa berbeda, tergantung apakah tujuannya untuk mengejar dividen atau capital gain.
Bagi yang mengejar dividen, Nafan mengingatkan investor untuk memperhatikan konsistensi laba bersih, dividend payout ratio, kecukupan modal, dan kemampuan bank menghasilkan arus kas serta menjaga kualitas kredit.
“Sementara itu, untuk mengejar capital gain, faktor valuasi yang atraktif, pertumbuhan laba, perbaikan margin bunga bersih, dan penurunan biaya kredit akan menjadi katalis penting,” sarannya.
Ia menegaskan, saham bank Himbara bisa menjadi salah satu pilihan investasi. Dengan catatan, investor harus mencermati kemampuan bank dalam menjaga keuntungan, kualitas kredit, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko bisnisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News