M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Nasib Reksadana Campuran di 2023, Ini Prospeknya

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Menghitung hari menuju 2023. Nah, jika Anda berinvestasi di reksadana campuran, simak prospeknya di tahun depan berikut ini.

Irwanti, Investment Director, Schroders Indonesia, mengatakan, kenaikan suku bunga resesi, dan keadaan geopolitik menjadi sentimen negatif  di 2023.

"Kami melihat Indonesia akan terkena dampak dari resesi global namun tidak akan masuk ke zona resesi. Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Eropa sudah terlebih dahulu merasakan lonjakan pemulihan ekonomi di tahun 2021," katanya.

Di waktu yang sama, inflasi juga melambung tinggi terdorong oleh faktor demand boom ketika reopening di tahun 2021.

Hal ini tidak serupa di Indonesia, sehingga Irwanti menilai, negara-negara maju memang harus melalui perlambatan pertumbuhan ekonomi untuk meredakan ekonomi yang telah overheating

Untuk Eropa, memang resesi juga terjadi karena krisis energi akibat tensi geopolitik dengan Rusia. Sedangkan China mengalami perlambatan ekonomi lebih karena Zero Covid Policy yang berkepanjangan.

Indonesia yang ekonominya lebih didorong oleh faktor global akan lebih defensive.

Baca Juga: Ketika Pasar Volatil, Apa Yang Harus Dilakukan Investor?

Meski dibayang-bayangi ketiga sentimen tersebut, masih ada pendorong untuk kinerja resksadana campuran. Yakni, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif dan harga komoditas yang akan mengalami normalisasi namun tetap di level yang lebih tinggi dibandingkan sebelum perang Ukrania-Rusia. 

"Indonesia sebagai beneficiary dari harga komoditas yang melambung akan menjadi opsi investasi yang menarik bagi investor asing di tengah pilihan yang terbatas di pasar global," jelas Irwanti. 

Apalagi,  untuk pasar saham Indonesia, valuasi juga masih tergolong murah dibandingkan negara lain seperti India. Ditambah, negara-negara besar lainnya di dunia yang sedang menghadapi risiko resesi juga membuat investor asing kehabisan pilihan sehingga Indonesia terlihat seperti safe haven. 

"Pasar obligasi kita juga dapat terbantu oleh rencana pemerintah untuk membawa defisit fiskal kita ke bawah 3% kembali per akhir tahun 2023," ungkap Irwanti 

Terlebih, kepemilikan asing di SUN juga sudah kembali ke level yang sangat rendah. Alhasil, Irwanti melihat upside akan lebih besar daripada downside untuk pasar obligasi di tahun depan.

Lantas, ada kemungkinan the Fed dan BI yang berbalik arah dalam kebijakannya di tahun 2023 dinilai dapat menopang pasar obligasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Maroko Incar Puncak Grup C, Simak Jadwal dan Prediksi Lawan Haiti (25/6)

Maroko berpeluang merebut puncak Grup C saat menghadapi Haiti. Cek jadwal, prediksi skor, dan analisis pertandingannya.

Skotlandia Siap Ukir Kejutan di Grup C, Ini Prediksi Brasil vs Skotlandia (25/6)

Skotlandia memburu kejutan saat menghadapi Brasil. Simak jadwal, prediksi skor, dan peluang lolos Grup C Piala Dunia 2026.

9 Rekomendasi Makanan yang Bisa Memperpanjang Umur Wanita

Ini dia rekomendasi makanan yang bisa memperpanjang umur wanita. Apa sajakah itu? Cek di sini, yuk!​  

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Stabilkan Kadar Gula Darah Anda

Ternyata ini beberapa kebiasaan sederhana yang bisa stabilkan kadar gula darah Anda. Mau coba terapkan?

9 Tanda Olahraga Berlebihan yang Terasa pada Tubuh

Ini dia beberapa tanda olahraga berlebihan yang terasa pada tubuh. Kira-kira apa sajakah itu?              

5 Manfaat Morning Sex yang Bikin Semangat Seharian dan Tidur Lebih Nyenyak

Inilah 5 manfaat morning sex yang sayang untuk dilewatkan oleh para pasutri. Simak sampai akhir, Moms.  

5 Cara Konsumsi Kurma yang Paling Sehat untuk Kontrol Gula Darah

Intip beberapa cara konsumsi kurma yang paling sehat untuk kontrol gula darah berikut ini, yuk!            

Ternyata Ini 11 Penyebab Lutut Terasa Nyeri Setelah Berolahraga

Ada beberapa penyebab lutut terasa nyeri setelah berolahraga, lho. Mari simak pembahasan lengkapnya di sini!  

3 Cara Menurunkan Gula Darah di Pagi Hari Setelah Bangun Tidur, Yuk Biasakan!

Ada 3 cara menurunkan gula darah di pagi hari setelah bangun tidur. Sayang untuk dilewatkan, simak informasinya sampai akhir.  

Ada yang Baru di Starbucks, Minuman Berprotein hingga Football Bearista Cup

Starbucks Euforia Piala Dunia meramaikan momen ini lewat menu baru, merchandise sepak bola, hingga gerai Reserve terbaru ​