MOMSMONEY.ID - Artificial intelligence (AI) mulai merambah sektor kesehatan. Di rumah sakit, teknologi ini berpotensi membantu berbagai pekerjaan, mulai dari mengolah data pasien hingga membuat operasional lebih efisien.
Pemanfaatan AI tersebut juga tengah dijajaki PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH). Direktur Utama RSCH Junianto mengatakan, perseroan masih mencari penggunaan AI yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis dan layanan kesehatan.
"Kami melihat AI memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di sektor healthcare. Saat ini kami masih dalam tahap penjajakan untuk melihat use case yang paling sesuai dengan bisnis perseroan dan memiliki potensi untuk menjadi sumber pertumbuhan pendapatan baru ke depan," ujar Junianto dalam keterangan, Rabu (7/10).
Baca Juga: Mayapada Healthcare (SRAJ) Siapkan Capex Rp 1 Triliun untuk Ekspansi Rumah Sakit
Dalam penjajakannya, AI berpotensi digunakan untuk analisis data pasien, membantu proses administrasi, mendukung layanan medis, serta mengoptimalkan operasional rumah sakit.
RSCH juga membuka peluang bekerja sama dengan perusahaan teknologi asing untuk mengembangkan penggunaan AI tersebut. Meski begitu, rencana ini masih dalam tahap evaluasi, termasuk terkait model bisnis, kebutuhan teknologi, dan peluang monetisasi.
"Kami ingin memastikan bahwa pengembangan AI ini bukan hanya mengikuti tren teknologi, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat secara bisnis dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perseroan," lanjut Junianto.
Penggunaan AI di sektor kesehatan sendiri terus berkembang. Berdasarkan riset Fortune Business Insights, pasar AI healthcare global diperkirakan mencapai US$ 56,01 miliar pada 2026 dan berpotensi mencapai US$ 1.033,27 miliar pada 2034.
Bagi masyarakat, perkembangan ini menunjukkan bahwa AI ke depan berpeluang semakin banyak digunakan untuk membantu berbagai proses di balik layanan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News