M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Kenaikan Suku Bunga Menekan Pasar Modal, Simak Saran Berinvestasi Reksadana

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Sepekan terakhir kinerja pasar modal tertekan. IHSG melemah 0,52% ke level 7.135 per Jumat (26/8). Sementara, Senin (29/8), IHSG turun tipis 0,04% atau 3,20 poin ke 7.132,04 

Menurut riset Infovesta Utama, Senin (29/8), IHSG melemah karena rencana pemerintah yang akan mencabut subsidi BBM akibat peningkatan harga energi global. Hal tersebut berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sentimen kenaikan suku bunga BI sebesar 25 basis poin bulan ini ke 3,75% juga turut memperberat kinerja IHSG. 

Namun, di satu sisi, pasar melihat langkah BI menaikkan suku bunga sudah tepat untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan berbagai kelompok harga. Kenaikan suku bunga juga ditujukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. 

Sedangkan, sentimen eksternal yang berdampak negatif ke IHSG adalah pasar melihat bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan guna meredam inflasi. Alhasil, ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi global terhambat. 

Baca Juga: Pasar Modal Membaik, Ini Saran Infovesta Bagi Investor Reksadana

Sejalan dengan kondisi tersebut, pasar obligasi masih bergerak fluktuatif. Namun, investasi di pasar obligasi saat ini masih menarik karena defisit fiskal APBN di 2022 masih terjaga pada target yang ditetapkan pemerintah sebesar 4,5% seiring dengan peningkatan penerimaan pajak. 

Tingkat yield masih bergerak atraktif di sekitar 6,7%-7,1%. Namun, investor sebaiknya mewaspadai kenaikan credit default swap (CDS) dalam sepekan terakhir akibat kenaikan suku bunga yang mendorong penyesuaian tingkat imbal hasil obligasi yang diinginkan investor. 

Infovesta menyarankan meski kinerja reksadana saham masih dalam tren bullish, sebaiknya investor mulai mengurangi porsi kepemilikan dengan melakukan take profit dan menjaga posisi cash. Hal ini dilakukan untuk diversifikasi portofolio demi menghindari risiko ketidakpastian global.

Sedangkan, untuk reksadana pendapatan tetap, investor dapat berinvestasi seiring dengan yield yang mulai atraktif. Namun, Infovesta tetap menyarankan investor untuk memantau perkembangan kondisi global antara lain kenaikan suku bunga The Fed bulan depan, tren inflasi dan perlambatan ekonomi global. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kala Wanita Berusia 40-an Jatuh Cinta ke Pria Lebih Muda, Ini Cerita Tante Sonya

Serial Tante Sonya mengangkat kisah perempuan dewasa yang kembali membuka hati untuk pria lebih muda.

Tiket Final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dijual, Ini Harganya

Tiket final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dijual. Cek harga, jadwal laga, kategori tribun, dan syarat Garuda ID.

4 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Simak Peringatan Dini Cuaca Besok (3/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (3/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/10), Hujan Lebat Terjadi di 14 Provinsi Ini

BMKG memberi peringatan dini cuaca besok Sabtu 3 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.