MOMSMONEY.ID - L'Oréal Indonesia menyoroti pentingnya peran pendidik kecantikan atau beauty educators dalam mengembangkan potensi talenta kecantikan sekaligus membentuk masa depan industri kecantikan Indonesia.
Chief of Corporate Affairs, Engagement & Sustainability L'Oréal Indonesia Melanie Masriel menegaskan, industri kecantikan sangat bergantung pada keberadaan para pendidik. Menurutnya, pendidik tak hanya bisa memberikan keterampilan tapi juga membantu untuk menemukan potensi diri.
Bagi L'Oréal, pendidik pun tak hanya terbatas pada guru saja. Tetapi bisa dari sisi trainer, coach, mentor atau berbagai bentuk lainnya.
L'Oréal Indonesia terus memberdayakan pada beauty educator ini lantaran pendidikan kecantikan memiliki daya dorong luas bagi perekonomian nasional serta menjadi sumber penghasilan nyata. Mengingat industri kecantikan yang besar dan potensi pasar yang luas pula.
“Mengapa industri kecantikan penuh potensi dan beauty education itu penting sekali, karena bisa memberikan ripple effect yang luar biasa besar untuk perekonomian dan menjadi ladang penghidupan,” ujar Melanie dalam Media Gathering: Beauty That Moves, Selasa (27/10).
Baca Juga: Ingin Makeup Glowing ala Korea? Kenali Cara Memilih Lip Tint dan Cushion
Menurutnya, di ekosistem L'Oréal Indonesia, peran peningkatan keterampilan sumber daya manusia ini diwujudkan lewat pendidik vokasi di SMK rekanan program Hairducation serta trainer Beauty for a Better Life yang mendampingi komunitas dari kelompok rentan.
Program Hairducation hadir sejak 2017, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini memberikan pelatihan bagi guru-guru SMK tata kecantikan terkait teknik mutakhir, inovasi produk, pemahaman standar keselamatan, hingga pelayanan konsumen.
Hingga saat ini, Hairducation telah melatih 88 guru dari 46 SMKN di berbagai daerah di Indonesia, dan berhasil mempersiapkan lebih dari 4.200 lulusan yang siap untuk diserap industri tata rambut profesional.
Sementara, peran edukator komunitas diperkuat lewat Beauty for a Better Life (BFBL) yang telah hadir sejak 2014.
Melalui 12 pusat pelatihan dan melibatkan 12 trainer yang berkolaborasi dengan lembaga sosial nirlaba, BFBL membekali para instruktur dengan kurikulum tata rambut dan rias berstandar internasional serta modul bimbingan sosial berbasis empati yang telah dijangkau oleh lebih dari 7.200 peserta.
Program ini dirancang khusus untuk memulihkan harapan serta martabat perempuan dari kelompok rentan sosio-ekonomi agar dapat meraih kemandirian finansial dan berkontribusi bagi perekonomian keluarga.
Baca Juga: Rekomendasi Serum Lokal Pengontrol Minyak, Selamatkan Tekstur Kulit Wajah
Dua sosok edukator yang hadir pun turut membagikan kisahnya menjadi pendidik. Made Sumiati, guru tata kecantikan di SMKN 3 Bogor, salah satunya.
Pengalamannya mengikuti pelatihan bersama L’Oréal memberi sudut pandang baru dalam mengajarkan hair science dan teori anatomi rambut secara mendalam kepada para siswanya.
Dia mengatakan, dengan dukungan yang diberikan, memungkinkan dirinya membawa para siswanya untuk belajar langsung dan mengetahui seperti apa dunia salon yang sebenarnya. “Kalau di sekolah, fasilitas kami terbatas,” ujarnya.
Lain lagi dengan Achadiningtyas, trainer Beauty for a Better Life (BFBL) Training Center Cianjur, yang bercerita, sudah memulai karier di salon pada usia 20 tahun.
Kemudian, menjadi pengajar di berbagai lembaga kursus dan pelatihan, asesor sertifikasi kompetensi nasional di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi, serta Ketua Tiara Kusuma Kabupaten Cianjur.
Menjadi seorang trainer di BFBL menurutnya pun memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan saat mengajar di lembaga kursus dan pelatihan, apalagi yang pesertanya datang dari latar belajang yang berbeda. Kondisi ini menuntut pendekatan yang lebih personal, adaptif, serta kesabaran ekstra.
Baca Juga: 5 Efek Terlalu Banyak Pakai Moisturizer bagi Kulit, Bikin Komedoan hingga Breakout
Perempuan yang kerap dipanggil Aca ini pun mengatakan, sebagai pengajar dirinya tetap terus belajar lantaran kebutuhan industri yang berubah.
“Saya juga harus terus belajar karena kebutuhan di industri berubah, sementara setiap peserta datang dengan kondisi yang berbeda. Ada yang cepat menguasai materi, ada pula yang perlu lebih banyak waktu dan dorongan untuk percaya pada dirinya sendiri,” kata Aca
“Bagi saya, hal yang paling berarti adalah ketika mereka mulai berani menggunakan keterampilannya untuk bekerja atau memulai usaha,” imbuhnya.
Indra Tanudarma, Head of Education Performance Professional Products Division L’Oréal Indonesia berpendapat, melihat industi tata rambut bergerak sangat cepat dengan teknis yang kian tinggi, maka Hairducation pun kadi ruang bagi guru kejuruan untuk secara berkelanjutan memperbaharui kompetensi mereka.
Menurutnya, ketika seorang guru memperoleh pemahaman teknis dan standar industri terkini, manfaat tersebut akan tereskalasi kepada ratusan murid yang mereka didik setiap tahunnya, menciptakan talenta masa depan yang siap bersaing.
“Jadi guru kita bekali dengan kurikulum yang baik sesuai dengan perkembangan zaman. Ini supaya para guru menyampaikan apa yang mereka dapat dari industri, dari dari kami di L'Oréal, untuk mempersiapkan murid-muridnya, dan bisa menjadi tunas-tunas dan hairdresser di masa depan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News