MOMSMONEY.ID - Tren drama pendek kini semakin populer di Tanah Air. Tidak hanya media sosial, sekarang penyedia layanan over the top (OTT) juga sudah menyajikan konten ini.
iQIYI salah satunya. Sejak dirilis pada Maret 2025, drama pendek masuk dalam kategori konten dengan performa terkuat di iQIYI Internasional. Drama pendek konten dengan kategori jumlah penonton terbanyak kedua.
“Pertumbuhan short drama hingga menjadi salah satu kategori konten unggulan di platform menunjukkan bahwa kebiasaan menonton dan kebutuhan audiens terus berkembang,” ungkap Song Jia, Vice President of iQIYI kepada Kontan belum lama ini.
Song Jia bilang sejak diluncurkan, drama pendek memang dengan cepat menarik perhatian dan minat penonton. Bahkan diakuinya, hasilnya saat ini jauh dari ekspektasi manajemen.
Meski seri berdurasi panjang tetap memiliki penonton yang luas dan stabil tetapi drama pendek menawarkan waktu menonton yang lebih fleksibel dan alur cerita yang lebih ringkas. Karakternya ini, justru membuka peluang tambahan untuk pertumbuhan konten.
Baca Juga: Ekonom: Platform OTT Berpotensi Raup hingga Rp 3 Triliun dari Siaran Piala Dunia 2026
Drama pendek tidak lagi sekedar menjadi pelengkap series berdurasi panjang. Secara bertahap, drama pendek berkembang menjadi kategori konten yang penting dan berdiri sendiri, dengan basis audiens serta momen menonton yang lebih spesifik.
Melihat peluang ini, Song Jia bilang iQIYI berkomitmen untuk menghadirkan konten drmaa pendek premium dengan standar kualitas yang sama. Mulai dari pengembangan naskah, proses produksi, hingga penyeimbangan antara emosi, alur cerita dengan plot yang menarik.
“Kami tidak menurunkan ekspektasi terhadap kualitas cerita maupun produksi hanya karena durasi episodenya lebih singkat,” terangnya.
Menurut pemantauannya, selama ini konsumen iQIYI memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap kualitas drama pendek yang disajikan. Konten yang hanya mengandalkan konflik atau stimulasi emosional secara berulang, tanpa memperhatikan kualitas cerita dan produksi dengan baik, berpotensi kesulitan mendapatkan apresiasi penonton dalam jangka panjang.
Dalam perjalanannya, bukan hanya drama pendek, sekarang format vertikal juga semakin diterima dan dikenal luas oleh penonton global.Bahkan iQIYI sendiri sudah membuat kanal tersendiri untuk vertikal drama yang bisa dinikmati di ponsel.
Sekarang, penonton Indonesia tertarik menikmati drama pendek dari berbagai bahasa dan genre. Vertical Chinese-drama atau dracin menunjukkan performa yang sangat baik. Begitu juga dengan drama pendek berbahasa Inggris dan Korea.
“Short drama bukan sekadar tren sesaat di Indonesia, tetapi punya potensi untuk berkembang menjadi kategori konten yang berkelanjutan dengan daya tarik jangka panjang,” tandasnya.
Baca Juga: Dracin dan Konten Lokal Jadi Andalan iQIYI Menggarap Pasar Indonesia
Hanya saja diakuinya, masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Beragamnya pilihan konten dan platform yang tersedia menuntut perusahaan untuk jeli dalam berinovasi.
Untuk mengatasinya, saat ini strategi iQIYI berfokus pada 3 hal. Pertama, menghadirkan konten premium Asian yang menjadi salah satu kekuatan utama platform. Kedua, memperkuat investasi pada konten lokal Indonesia. Terakhir, memperluas akses melalui kemitraan strategis dengan pemain industri seperti Telkomsel, dan Vision+.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News