MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global terkoreksi tipis. Sinyal yang saling bertentangan mengenai upaya mengakhiri perang Iran, mengaburkan prospek inflasi dan arah suku bunga Federal Reserve.
Mengutip Bloomberg, Rabu (21/10), harga emas spot diperdagangkan turun 0,10% menjadi US$ 4.120,81 per troi ons pada pukul 16.26 WIB. Penurunan harga emas hari ini relatif tipis, setelah terpangkas 1% selama dua hari sebelumnya.
Harga minyak mentah naik setelah sempat mereda pada Selasa, setelah seorang diplomat mengatakan bahwa laporan kesepakatan untuk mengakhiri konflik sudah dekat, tidak akurat.
Harga emas telah terpangkas sekitar 20% sejak konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari. Perang mendorong lonjakan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi, sehingga bank sentral memperketat kebijakan moneter. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi emas, yang tidak menghasilkan bunga.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini Kompak Turun, Antam Tetap Tertinggi Rp 2,37 Juta
Sementara, harga obligasi AS jangka panjang naik pada Selasa, karena penurunan harga minyak dan bukti melemahnya ekonomi AS. Data terbaru menunjukkan pembangunan perumahan bulan September jatuh, sementara penjualan rumah yang tertunda berada pada titik terendah sepanjang masa.
Para pedagang yang mencoba mengantisipasi langkah The Fed dalam mengendalikan inflasi, hanya memiliki sedikit petunjuk baru menjelang pertemuan bank sentral (FOMC) minggu depan. Ketua Kevin Warsh tidak bertindak apa pun untuk menghilangkan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam pidatonya pada Jumat lalu.
Saat ini, kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin hanya kurang dari 16%.
Meski begitu, inflasi masih jauh di atas target bank sentral sebesar 2%, dan pelaku pasar memperkirakan sekitar 85% kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News