M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas Spot Bergerak Volatil Setelah The Fed Umumkan Kebijakan Suku Bunga

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Harga emas spot bergerak volatil setelah bank sentral AS mengumumkan kebijakannya terkait suku bunga acuan. Harga emas sempat turun ke US$ 1.969 per ons troi sebelum menutup perdagangan ke US$ 1.982 per ons troi di Rabu (1/11) . Dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (31/10), harga emas turun US$ 1,34. 

Sementara, Kamis (2/11), pukul 09.00 naik 0,17% ke US$ 1.985 per ons troi. 

Berdasarkan riset Monex Investindo Futures, Kamis (2/11), harga emas bergerak volatil karena pengaruh pengumuman kebijakan The Fed mengenai suku bunga acuannya. The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuannya di 5,25%-5,5%. Namun, The Fed juga menyebut perekonomian Amerika Serikat (AS) kuat sehingga harga emas bergerak volatil. 

Meski sudah mempertahankan suku bunga dalam dua pertemuan beruntun, The Fed masih belum menutup peluang kenaikan suku bunga di Desember mendatang. 

Ketika pertumbuhan ekonomi kuat, begitu juga dengan pasar tenaga kerja, maka inflasi akan sulit diturunkan. Alhasil, peluang kenaikan suku bunga masih terbuka. Selain itu, suku bunga tinggi bisa ditahan semakin lama atau hinger for longer.

Namun, pasca pengumuman kebijakan tersebut, indeks dolar AS justru melemah. Hal ini bisa menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga emas di hari ini. 

Secara teknikal, Monex merekomendasikan sell emas  selama di bawah 1.997,30. 

  • Resistance 1 : 1,993,75
  • Resistance 2 : 1.997,30
  • Support 1 : 1.978,90
  • Support 2 : 1.974,90

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Masih Lanjut Melemah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.