MOMSMONEY.ID - Mempertahankan bisnis keluarga agar terus berkembang hingga generasi berikutnya bukan perkara mudah. Selain menjaga operasional usaha, pelaku bisnis juga perlu beradaptasi dengan perubahan teknologi, dinamika pasar, hingga menyiapkan regenerasi kepemimpinan.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah berkolaborasi dengan kalangan akademisi. Melalui penelitian dan pengembangan pengetahuan, perguruan tinggi dapat memberikan perspektif serta gagasan baru yang membantu bisnis keluarga menghadapi tantangan usaha.
Dekan Fakultas Bisnis President University Anton Wachidin Widjaja mengatakan, bisnis keluarga tidak bisa hanya mengandalkan keberhasilan yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya. Pelaku usaha perlu terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar bisnis tetap berkelanjutan.
“Bisnis keluarga tidak cukup hanya mengandalkan keberhasilan yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya. Mereka perlu terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar dapat menghadapi tantangan baru," katanya.
Baca Juga: Ubaya Buka Beasiswa Doktor Akuntansi Bisnis untuk Dosen dan Akademisi
"Karena itu, kolaborasi antara akademisi dan industri menjadi penting untuk mempertemukan pengetahuan dengan pengalaman nyata, sehingga bisnis keluarga dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya lebih lanjut dalam siaran pers Selasa (3/11).
Menurut Anton, kontribusi akademisi dan industri saling melengkapi. Penelitian dari lingkungan akademik dapat memberikan perspektif baru, sementara pengalaman industri memastikan gagasan tersebut tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha.
Pentingnya kolaborasi tersebut turut menjadi pembahasan dalam The 2026 Joint International Conference on Economic Integration and Enterprise Resilience yang diselenggarakan President University bersama University of Economics and Business, Vietnam National University, Hanoi (VNU-UEB) beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News