MOMSMONEY.ID - Google mengumumkan peluncuran Gemini 4 Argon setelah sebelumnya dirilis terbatas kepada mitra pengujian terpilih. Ini adalah model pertama dalam generasi Gemini 4 perusahaan dan kini berada di puncak jajaran produk Google.
Chance Townsend, pengamat media sosial dari Mashable.com menyampaikan bahwa Google pertama kali mengumumkan Argon pada 30 September dalam sebuah postingan blog oleh SVP Google DeepMind. Pada saat itu, penggunaannya terbatas pada para siber tepercaya dalam Program Fairwind Google.
Baca Juga: Riwayat Notifikasi Ponsel Berikan Cara Mudah Baca Chat WhatsApp yang Hilang!
Dengan rilis hari ini, pelanggan Google AI Pro dan Ultra dapat menggunakan Argon di aplikasi Gemini.
Argon dirancang untuk bidang rekayasa perangkat lunak. Google mengatakan Argon dirancang untuk pekerjaan yang panjang dan kompleks di bidang rekayasa perangkat lunak, pekerjaan berbasis hukum, keuangan, serta pertahanan keamanan siber. Sementara itu, Anthropic merilis Claude Opus 5.5, dan OpenAI merilis GPT-6 Astra.
Pada indeks Artificial Analysis Intelligence Index independen, Argon berada di peringkat 53 bersama GPT-6 Astra dengan kemampuan penalaran tinggi yabg diaktifkan. Indeks yang sama menempatkannya sekitar lima poin di belakang Claude Opus 5.5 dan Claude Sonnet 5.5.
Pemrograman adalah fokus utama dari perilisan ini. Google mengatakan Argon sudah menangani sebagian besar pekerjaan rekayasa internalnya dan pembaruan hari ini membawa antarmuka pemrograman berbasis agen Google Antigravity langsung ke aplikasi Gemini di macOS.
Google Gemini Argon 4: Performa benchmark
Argon memiliki skor tertinggi pada 14 poin, seri dengan GPT-6 dalam keamanan siber dan tertinggal pada lima poin. Semua angka di bagian ini berasal dari Google.
Biasanya, perusahaan AI merilis hasil yang menunjukkan model mereka sendiri mencetak skor di atas para pesaingnya. Keunggulan terbesar Argon terletak pada pekerjaan berbasis pengetahuan.
Google mengatakan Argon menduduki peringkat teratas dalam Vals Index yang mempertimbangkan bobot pekerjaan di bidang keuangan, pemrograman, hukum, dan perpajakan berdasarkan pangsa masing-masing sektor terhadap PDB AS. Pada AutomationBench, uji coba tugas bisnis end to end dari Zapier, Argon mencetak skor 51,3 persen.
Angka ini sekitar sembilan poin lebih tinggi dari model berikutnya. Hasil pengujian pengodean beragam. Argon mencetak rekor tertinggi baru pada DeepSWE v1.1, pengujian utama Google untuk tugas rekayasa perangkat lunak jangka panjang dengan skor 77,9 persen.
Namun, performanya tertinggal dari GPT-6 Astra pada FrontierSWE v2. Pada Terminal-Bench 4.0, performanya tertinggal dari ketiga pesaingnya, dan Opus 5.5 memimpin.
Beberapa angka Google untuk para pesaingnya tidak sesuai dengan yang dilaporkan Anthropic. Mashable melaporkan bahwa Anthropic menempatkan GPT-6 Astra pada 57,9 persen di Terminal-Bench 4.0.
Sementara, Google mencantumkan 58,2 persen. Pada benchmark Terminal-Bench Science, Anthropic melaporkan 58,7 persen untuk Opus 5.5 dan Google mencantumkan 63,3 persen.
Terlepas dari Google, Artificial Analysis Intelligence Index telah menguji pengaturan “High” Argon. Untuk pengujian, Artificial Analysis menggabungkan 10 evaluasi yang mencakup matematika, sains, pengodean dan penalaran menjadi satu skor komposit.
Baca Juga: Fitur Batasi Obrolan WhatsApp Amankan Notifikasi, Ketahui Cara Mengaktifkannya!
Pada indeks tersebut, Gemini 4 Argon (High) mencetak skor 53, jauh di atas median 26 untuk model yang sebanding. Meskipun masih tertinggal dari model-model unggulan seperti Claude dan ChatGPT, Argon 4 menunjukkan peningkatan 23 poin dibandingkan Gemini 3.1 Pro Preview.
Itulah informasi mengenai Google mengumumkan peluncuran Gemini 4 Argon untuk menangani berbagai pekerjaan kompleks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News