MOMSMONEY.ID - Perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu memahami cara melindungi transaksi digital agar terhindar dari penipuan yang dapat merugikan keuangan usaha maupun keluarga.
Modus yang perlu diwaspadai antara lain bukti transfer palsu, tautan mencurigakan, hingga permintaan kode OTP.
Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, PT Jalin Pembayaran Nusantara menggagas Gerakan Ibu Cek Dulu, program edukasi keamanan transaksi digital bagi perempuan.
Kegiatan perdana berlangsung di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, pada 16 Oktober 2026, dengan melibatkan 100 perempuan melalui kerja sama dengan T.CARE.
Peserta yang terdiri dari pelaku UMKM perempuan, ibu rumah tangga yang menjalankan usaha, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta anggota komunitas perempuan mengikuti sesi Digital Safety Academy.
Baca Juga: Kemampuan Digital Jadi Tantangan Perempuan Pengusaha Mengembangkan Bisnis
Mereka mendapatkan edukasi mengenai cara mengenali transaksi mencurigakan, melindungi data pribadi, mengamankan akun, dan menggunakan kanal pengaduan resmi saat menghadapi dugaan penipuan.
VP Corporate Secretary Jalin Putu Agnia mengatakan, pemahaman keamanan transaksi digital penting bagi perempuan pelaku UMKM untuk menjaga aktivitas usaha dan keuangan keluarga.
“Bagi perempuan pelaku UMKM, kemampuan ini penting untuk melindungi transaksi, keberlangsungan usaha, dan keuangan keluarga,” ujar Putu dalam siaran pers Sabtu (17/10).
Edukasi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya penggunaan pembayaran digital. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, tumbuh 40,36% secara tahunan.
Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia sebesar 93,61%, sedangkan indeks literasi keuangan mencapai 69,57%.
Jalin juga membentuk lebih dari 100 duta keamanan digital yang masing-masing ditargetkan mengedukasi sedikitnya lima orang. Melalui langkah tersebut, program Gerakan Ibu Cek Dulu diharapkan menjangkau 500 penerima manfaat tambahan di luar 100 peserta awal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News