MOMSMONEY.ID - Riwayat kredit menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan keuangan.
Rekam jejak pembayaran tidak hanya berpengaruh terhadap peluang seseorang mendapatkan pembiayaan, tetapi juga dapat menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam proses rekrutmen.
Karena itu, generasi Z perlu mulai memahami dan menjaga laporan kredit sejak dini. Laporan kredit yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), atau sebelumnya dikenal sebagai BI Checking, memuat informasi mengenai riwayat pembiayaan dan kepatuhan pembayaran seseorang.
Direktur Utama Cermati.com Fung Fuk Lestario mengatakan, pemahaman mengenai laporan kredit penting agar masyarakat dapat mengevaluasi kebiasaan finansial dan menjaga rekam jejak pembayarannya.
“Kesadaran akan pentingnya laporan kredit sebaiknya ditumbuhkan sejak dini, bukan baru disadari ketika pengajuan kredit atau mencari pekerjaan. Dengan memahami rekam jejak kredit sejak dini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kebiasaan finansialnya dan menjaga kesehatan finansialnya,” kata Fung dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11).
Baca Juga: 48% Pengakses Kredit Pertama di Kredivo adalah Perempuan, Buka Peluang Ekonomi Setara
Menurut Cermati, laporan kredit menjadi salah satu hal yang diperiksa ketika seseorang mengajukan kredit kendaraan maupun rumah.
Selain itu, Cermati menyebutkan, sejumlah perusahaan menerapkan prinsip Know Your Employee dengan melakukan pemeriksaan BI Checking atau SLIK sebagai bagian dari proses background check.
Pentingnya pemahaman mengenai riwayat kredit juga terlihat dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.
Indeks literasi keuangan kelompok usia 18–25 tahun tercatat sebesar 73,32%, sedangkan tingkat inklusi keuangannya mencapai 95,69%.
Data tersebut menunjukkan akses generasi muda terhadap layanan keuangan sudah cukup luas.
Namun, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, termasuk riwayat pembayaran dan konsekuensi penggunaan fasilitas pembiayaan, masih perlu diperkuat.
Baca Juga: Kredit Digital Buka Peluang Perempuan Mandiri Finansial
Untuk menjaga kesehatan laporan kredit, masyarakat perlu memeriksanya secara berkala, memastikan tidak ada kesalahan data atau pinjaman yang diajukan menggunakan identitas tanpa izin, serta membayar kewajiban tepat waktu.
Masyarakat juga perlu memahami status kolektibilitas kredit. Kolektibilitas 1 menunjukkan kredit lancar, kolektibilitas 2 menunjukkan kredit dalam perhatian khusus, sedangkan kolektibilitas 3 ke atas menandakan kredit bermasalah.
Melalui gerakan Healthy Credit Report, Brighter Future, Cermati menggelar edukasi ke sejumlah perguruan tinggi dan komunitas wirausahawan penyandang disabilitas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga rekam jejak kredit.
"Laporan kredit itu seperti rapor finansial. Semakin dini kita merawatnya, semakin lebar pintu yang terbuka, dari pekerjaan impian sampai rumah pertama. Justru, makin cepat kita paham kondisi finansial sendiri, makin siap juga kita mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak," tutup Fung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News