M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Bisa Kurangi Tagihan, Ini Cara Simpel Hemat Listrik di Rumah!

Penulis: Kania Paramahita  |  Editor: Kania Paramahita


MOMSMONEY.ID - Hemat listrik merupakan salah satu imbauan yang paling sering didengar di mana-mana. Tak heran, sebab menghemat listrik bisa membantu melestarikan lingkungan dan menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik.

Pemakaian listrik di rumah memang tidak bisa dihindari di zaman sekarang. Namun, Anda tetap bisa menghemat penggunaan listrik di rumah dengan beberapa cara simpel. 

Bagaimana caranya? Dirangkum dari laman bchydro.com, ecofriendlyhabits.com, dan Cnet, berikut cara sederhana dan mudah yang bisa Anda lakukan untuk menghemat listrik di rumah.

Baca Juga: Mengapa Warna Biru Populer untuk Kamar Mandi? Simak Alasannya di Sini!

Cabut kabel yang tidak perlu

Salah satu cara paling sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menghemat listrik di rumah adalah dengan mencabut kabel alat elektronik yang tidak digunakan, termasuk mencabut pengisi daya atau charger baterai ponsel dan laptop ketika tidak sedang digunakan.

Dengan mencabut kabel dari stopkontak, artinya Anda memutus aliran listrik yang dikeluarkan dari stopkontak. Jangan salah, walaupun tidak digunakan, kabel charger yang terpasang pada stopkontak tetap menarik daya listrik, lo.

Maka dari itu, jika Anda ingin menghemat listrik di rumah, mulailah dengan mencabut kabel peralatan elektronik yang tidak digunakan.

Matikan lampu dan alat elektronik lainnya saat tidak digunakan

Selain mencabut kabel yang tidak perlu, ada cara mudah lainnya untuk membantu menghemat listrik di rumah. Anda bisa mematikan lampu dan alat elektronik lainnya saat tidak digunakan.

Sebagai contoh, mungkin Anda sengaja menyalakan TV supaya tidak sepi saat mengerjakan sesuatu atau tidak mematikan lampu ketika tidur. Padahal, ini sama saja dengan membuang-buang listrik dan energi.

Karenanya, matikan alat elektronik saat tidak digunakan untuk membantu menghemat listrik di rumah.

Gunakan lampu LED

Menurut US Department of Energy, lampu LED dapat menghemat sekitar 75% energi dan dapat bertahan 25 kali lebih lama daripada lampu pijar pada umumnya.

Artinya, menggunakan lampu LED di rumah dapat membantu menghemat energi dan pemakaian listrik di rumah.

Namun, tentu saja gunakan lampu tersebut dengan bijak, ya. Tetap matikan lampu ketika sedang tidak digunakan supaya energi dan listrik yang dikeluarkan oleh lampu tidak sia-sia.

Baca Juga: 4 Cara Mewujudkan Dapur Bernuansa Minimalis, Ternyata Mudah!

Gunakan pencahayaan alami

Walaupun kecil, lampu termasuk benda yang rawan boros listrik karena dipakai hampir sepanjang hari, bahkan ketika tidur. Hal ini tentu tidak baik karena dapat memicu pembengkakan tagihan listrik.

Solusinya, gunakan pencahayaan alami matahari pada siang hari untuk meminimalisir penggunaan lampu. Buka jendela atau pintu lebar-lebar untuk memasukkan sebanyak mungkin cahaya matahari.

Langsung cuci banyak pakaian dalam sekali waktu

Jika Anda menggunakan mesin cuci untuk mencuci pakaian di rumah, tentu Anda sudah tahu bahwa mesin cuci termasuk alat elektronik yang menggunakan daya listrik dalam jumlah besar.

Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menghemat listrik, namun tetap bisa menggunakan mesin cuci di rumah.

Caranya, Anda bisa mencuci banyak pakaian dalam sekali waktu. Jadi, tunggu cucian terkumpul cukup banyak sebelum mencucinya dengan mesin cuci. Dengan begitu, Anda tidak perlu menggunakan mesin cuci setiap hari dan tetap bisa menghemat listrik di rumah.

Itulah 5 cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menghemat listrik di rumah. Dengan menghemat listrik di rumah, kita tidak hanya menyelamatkan tabungan, namun juga membantu melestarikan lingkungan.

Selamat mempraktekkan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.