M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Beda Jenis Beda Gejala, Ini 3 Jenis Stres Beserta Gejalanya yang Harus Anda Tahu

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Simak sampai habis, ini 3 jenis stres beserta gejalanya yang harus Anda tahu.

Stres adalah reaksi psikologis dan fisiologis terhadap suatu peristiwa atau kondisi yang dianggap sebagai ancaman atau tantangan. Stres dapat memengaruhi banyak sistem tubuh termasuk metabolisme, ingatan, dan sistem kekebalan.

Sejumlah kecil stres bisa membantu kita untuk tampil lebih baik asalkan stres tersebut berlangsung singkat. Sebaliknya, stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang dan memperburuk kondisi yang ada.

Stres ada banyak jenisnya. Namun, berdasarkan studi penelitian tentang jenis-jenis stres dalam psikologi, stres dibagi menjadi 3 jenis utama.

Sebagaimana dilansir dari laman BetterUp, berikut 3 jenis stres beserta gejalanya yang harus Anda tahu.

Baca Juga: 5 Tanda Parental Burnout yang Kerap Melanda Orang Tua Saat Mengasuh Anak

1. Stres akut

Jenis stres yang pertama adalah stres akut. Stres akut dihasilkan dari reaksi tubuh terhadap situasi baru atau menantang. Misal, ketika nyaris tertabrak mobil.

Kita bahkan dapat mengalami stres jenis ini sebagai hasil dari sesuatu yang kita nikmati, contoh ketika naik wahana roller coaster atau mendapatkan pencapaian pribadi yang luar biasa.

Stres akut diklasifikasikan sebagai stres jangka pendek. Biasanya, emosi dan tubuh segera kembali ke keadaan normal saat stres akut menyerang.

Adapun beberapa gejala stres akut antara lain sebagai berikut:

  • Pupil melebar
  • Detak jantung meningkat
  • Mengeluarkan lebih banyak keringat
  • Napas cepat dan berat
  • Muncul perasaan cemas
  • Emosi naik turun
  • Kurang tidur

2. Stres akut episodik

Jenis stres yang kedua adalah stres akut episodik atau episodic acute stress. Stres jenis ini datang ketika stres akut sering terjadi.

Stres akut episodik bisa terjadi karena tenggat waktu bekerja yang ketat berulang kali. Selain itu, stres akut episodik juga bisa disebabkan oleh situasi stres tinggi yang sering dialami oleh beberapa profesional, seperti petugas kesehatan.

Tidak ada waktu tertentu untuk kembali ke keadaan rileks dan tenang saat stres akut episodik melanda. Plus, efek dari stres ini dapat menumpuk dan membuat orang yang mengalaminya merasa seperti berpindah dari satu krisis ke krisis lainnya.

Adapun beberapa gejala stres akut episodik antara lain sebagai berikut:

  • Otot menegang
  • Merasa kewalahan
  • Lekas marah tak terkendali
  • Migrain
  • Hipertensi

Baca Juga: 6 Penyebab Anak Menjadi Keras Kepala yang Harus Orang Tua Ketahui, Catat Ya!

3. Stres kronis

Jenis stres yang ketiga adalah stres kronis. Stres kronis merupakan hasil dari stresor yang berlanjut untuk waktu yang lama.

Contoh, tinggal di lingkungan dengan tingkat kejahatan tinggi atau terus-menerus berkelahi dengan pasangan hidup.

Stres kronis terasa tidak ada habisnya. Orang yang mengalaminya cenderung kesulitan melihat cara apapun untuk memperbaiki atau mengubah situasi penyebab stres kronis.

Adapun beberapa gejala stres kronis antara lain sebagai berikut:

  • Berat badan bertambah
  • Susah tidur
  • Serangan panik
  • Sakit kepala kronis
  • Kelelahan emosional

Demikian 3 jenis stres beserta gejalanya menurut studi penelitian tentang jenis-jenis stres dalam psikologi.

Untuk membantu melawan ketiga stres di atas, ada beberapa cara yang bisa dicoba di antaranya olahraga, terapi, meditasi, menghabiskan waktu di alam, makan makanan sehat, menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga, serta menerapkan time management. Semoga bermanfaat ya, Moms.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Oppo A7 Pro Max Rilis, Penerus Oppo A7 Ini Pamerkan Daya 10.000mAh!

Kapasitas baterai jumbo 10.000mAh dan fast charging 80W resmi hadir. Cek peningkatan signifikan fitur baterainya di artikel ini.

Sering Kesemutan? Waspadai Gejala Saraf Kejepit, Ini 8 Cara Efektif Mencegahnya

Nyeri punggung dan tangan kesemutan bisa jadi tanda saraf kejepit. Ketahui strategi pencegahannya secara tepat untuk mengurangi risiko seriusnya.

Net Sell Mencapai Rp 759 Miliar, Saham-saham Ini Paling Banyak Dilepas Asing (3/8)

Tercatat pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) Rp 759 miliar di pasar reguler. 

Bukan Cuma Kolesterol Tinggi, Makan Mie Instan juga Picu Berbagai Penyakit!

Minyak penggorengan yang dipakai mie instan kaya lemak trans yang menurunkan kolesterol baik. Cek dampaknya pada pembuluh darah di sini.

Spesial Kemerdekaan! Serbu Promo A&W Sharing Meal Paket Ramean Mulai 100 Ribuan

Kumpul bareng teman atau keluarga kini lebih terjangkau dengan memanfaatkan promo A&W Sharing Meal berisikan menu paket lengkap yang lebih hemat.  

Minum Susu Picu Gula Darah Tinggi? Cegah Kerusakan Otak Langkah Berikut!

Kandungan karbohidrat dalam susu sapi terurai menjadi gula di darah. Pelajari jam konsumsi dan pilihan alternatifnya di sini.

Promo HokBen x Yup Kemerdekaan, Ada Harga Spesial Rp 4.100 & Diskon hingga 50%

Sambut HUT RI ke-81 dengan promo HokBen kolaborasi Yup yang menawarkan harga spesial Rp 4.100 dan diskon hingga 50%.

Daya Baterai 7000mAh Realme GT 7T Siap Libas Sesi Gaming Seharian

Baterai jumbo 7000mAh dan fast charging 120W kini hadir di Realme GT 7T. Cari tahu ketahanan performanya untuk gaming seharian di sini.

Serum Vitamin C: Pemakaian Rutin Ampuh Samarkan Flek Hitam dan Kulit Kusam

Pemakaian rutin serum vitamin C ampuh menyamarkan flek hitam dan kusam. Pelajari cara memilih produk yang tepat di artikel ini.  

5 Manfaat Teh Bunga Osmanthus untuk Kesehatan Pencernaan hingga Melindungi Kulit

Teh bunga osmanthus tak hanya memiliki aroma lembut yang menenangkan, tetapi juga kaya antioksidan. Ketahui beragam manfaatnya di sini!