MOMSMONEY.ID - Berkarya di industri kreatif bisa dimulai dari daerah atau kota asal. Misalnya di Kabupaten Bantul, Yogyakarta dan Kota Padang, Sumatra Barat.
Apalagi kedua kota tersebut terpilih oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai perwakilan Indonesia dalam nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027.
Kabupaten Bantul diusulkan pada subsektor Crafts and Folk Art (Kriya dan Seni Rakyat), sedangkan Kota Padang pada subsektor Gastronomy (Gastronomi).
Penetapan ini merupakan hasil Seleksi Nasional Pengusulan Nominasi Anggota UCCN 2027 yang mencakup seleksi administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi dossier di hadapan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Seluruh proses berlangsung objektif dan independen dengan melibatkan lima tim pengarah serta tujuh tim seleksi yang kompeten di bidangnya.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pencalonan ini bukan sekadar mengejar pengakuan internasional, melainkan strategi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah guna memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Ekraf ingin terus mendampingi sehingga tidak berhenti sebatas nominasi. Ini harus mempunyai dampak ekonomi, termasuk dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi terhadap PDRB daerah. Sebab kumpulan dari PDRB daerah akan menjadi PDB nasional,” ujar Menteri Teuku Riefky dalam keterangan dikutip Kamis (6/11).
Baca Juga: Komunitas Bisa Menjadi Ajang Perkuat Ekonomi Kreatif
Menteri Ekraf menambahkan bahwa Kementerian Ekraf bersama Panselnas akan melanjutkan pendampingan komprehensif melalui penyempurnaan dossier, penguatan publikasi media lokal dan internasional, hingga pemetaan jejaring global. Kedua daerah juga didorong membangun komunikasi intensif dengan anggota UCCN aktif guna memperoleh rekomendasi dan memperluas kerja sama internasional.
Proses pendampingan dan finalisasi dossier dijadwalkan berlangsung pada November–Desember 2026 sebelum diunggah ke Sekretariat UCCN di Paris pada awal 2027. Pengumuman resmi dari Unesco diperkirakan berlangsung pada Oktober 2027. Kementerian Ekraf mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas kreatif, pegiat usaha, dan media untuk aktif mempromosikan keunggulan kriya Bantul dan gastronomi Padang.
Kabupaten Bantul memiliki kekuatan ekosistem kriya bernilai sejarah sejak abad ke-16 Kerajaan Mataram Islam. Ekosistem ini memanfaatkan material alam seperti bambu, pandan, eceng gondok, pelepah pisang, kayu, batu, dan kulit melalui pendekatan ekonomi sirkular dan restorasi ekologis.
Berbasis nilai ekspor yang telah menembus 38 negara dengan nilai US$ 6,71 juta, industri kriya Bantul juga inklusif karena melibatkan lebih dari 45% perajin perempuan serta membuka ruang bagi penyandang disabilitas dan generasi muda.
Sementara itu, Kota Padang menonjolkan kekuatan gastronomi hasil akulturasi sejarah perdagangan rempah dan harmoni multietnis Minangkabau, Tionghoa, India, serta Nias.
Tradisi kuliner seperti makan bajamba, manatiang piriang, dan teknik marandang menjadi bagian dari warisan budaya yang terintegrasi dengan industri kreatif lokal. Ekosistem gastronomi Padang saat ini menyerap lebih dari 53 ribu tenaga kerja, menembus pasar ekspor bumbu internasional, serta didukung infrastruktur modern seperti Sentra Rendang dan Bagindo Aziz Chan Youth Center.
Saat ini, Indonesia telah memiliki tujuh kota anggota UCCN, yaitu Pekalongan (Crafts and Folk Art, 2014), Bandung (Design, 2015), Ambon (Music, 2019), Jakarta (Literature, 2021), Surakarta (Crafts and Folk Art, 2023), Ponorogo (Crafts and Folk Art, 2025), dan Malang (Media Art, 2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News